16 April 2018

Kelihatan Sehat Tapi Kok Kurang Gizi, Kok Bisa?

Kelihatan Sehat Tapi Kok Kurang Gizi, Kok Bisa?

Halodoc, Jakarta  - Muka pucat dan badan kurus bukanlah satu-satunya tanda kekurangan gizi. Banyak kok, orang yang berbadan tegap dan kelihatan sangat prima, tapi kekurangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Misalnya, kamu bisa melihat contoh dari potret meja makan orang Barat.

Sumber kalori orang Barat  berasal dari terigu, lemak, dan gula pasir. Nah, rata-rata menu tersebut sudah buatan pabrik (refined diet), barang kalengan, makanan diproses lainnya, atau bahan makanan yang biasa disimpan di lemari es.

Nah, kata ahli dalam buku Sehat Itu Murah karya dr. Handrawan Nadesul, jenis menu itu sudah kehilangan sebagian besar zat gizi, termasuk vitamin dan mineralnya. Itulah sebabnya, makanan ini tergolong “makanan ampas” atau “kosong nutrisi”.

Berkonsekuensi Buruk bagi Kesehatan

Ada bukti bahwa sebagian orang Amerika Serikat kekurangan asupan vitamin A, vitamin C, kalsium, dan beberapa mineral lainnya. Kekurangan trace elements esensial bisa menimbulkan penyakit-penyakit tersendiri. Contohnya, metabolisme terganggu dan fungsi mesin tubuh menjadi berubah abnormal. Fungsi tubuh yang abnormal memang tidak fatal, tapi kekurangan zat gizi esensial yang berlangsung lama bisa berdampak negatif pada tubuh.

Sebut saja kekurangan trace elements chromium dan zinc. Di banyak negara, kekurangan chromium akibat gandum dalam terigu sebagai menu utama sudah kehilangan chromium-nya karena proses pengolahan di pabrik. Nah, wabah kekurangan mineral ini bisa menimbulkan penyakit pembuluh darah.

Selain itu, menu Barat juga berisiko kekurangan vitamin B6. Kekurangan vitamin ini sendiri bisa meningkatkan penyakit pembuluh darah juga. Lapisan dinding pembuluh darah arteri mengalami cedera yang kemudian di isi oleh lapisan karat lemak. Nah, inilah awal dari penyakit jantung koroner, stroke, gangguan ginjal, dan penyakit bola mata.

So, menu orang Barat selain bukan menu yang tergolong seimbang, kelihatannya cukup kalori, tapi “kurang gizi” lantaran bisa jadi kekurangan banyak nutrisi esensial dari menu yang rata-rata bukan menu alami.

Tanda Kekurangan Gizi

Nah, yang perlu diketahui, tanda kekurangan gizi enggak hanya bisa dilihat sekilas dari luar fisik saja. Organ-organ dalam tubuh pun bisa terganggu fungsinya jika tubuh kekurangan gizi.

Lalu, ciri-ciri kurang gizi apa yang perlu kamu waspadai?

  1. Gatal-gatal

Kondisi tubuh yang satu ini bisa menjadi tanda kekurangan gizi. Gatal-gatal pada kulit menandai kalau tubuh kekurangan mineral seng (zinc). Tanda lainnya, luka sulit sembuh dan garis putih pada kuku. Zinc sendiri berperan membuang karbon dioksida dari tubuh dan diperlukan untuk penyembuhan luka.

  1. Kuku Rapuh

Saat tubuh kehabiasan persendian zat besi atau vitamin kompleks, terutama B7 (biotin) dan B2 (riboflavin), bisa menyebabkan kuku rapuh dan berubah warna. Pasalnya, biotin berfungsi untuk memelihara pertumbuhan kuku. Selain itu, kekurangan zat ini juga bisa meningkatkan risiko jamur yang menyebabkan warna kuku berubah dan ujungnya tidak merata.

  1. Kelelahan

Kalau kamu merasa mudah lesu, lelah, sulit berkonsentrasi, atau enggak nafsu makan, mungkin saja tubuh kekurangan zat besi. Zat besi ini dibutuhkan untuk membuat sel darah merah yang tugasnya mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

  1. Kulit Kering Bersisik

Tanda kekurangan gizi yang satu ini bisa jadi disebabkan karena tubuh kekurangan asam lemak omega-3. Zat ini membantu tubuh menyehatkan jaringan lipid kulit yang bertugas untuk mengusir kuman dan racun berbahaya, serta menjaga kelembapan kulit.

  1. Sering Kram Otot

Kalau kamu sering mengalami kram otot, bahkan di saat kamu aktif bergerak, bisa jadi pertanda tubuh kekurangan mangnesium. Mineral yang satu ini membantu mengatur fungsi tubuh. Selain itu, bila tubuh kekurangan magnesium juga bisa membuat wajah kedutan dan nyeri kronis.

Baca Juga: (Top 5 Gizi yang Dibutuhkan Ibu Saat Hamil)

Kalau kamu mau tahu lebih jauh mengenai tanda kekurangan gizi, kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai diet tersebut. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.