Kenali 3 Gejala saat Terserang Melena

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Kenali 3 Gejala saat Terserang Melena

Halodoc, Jakarta – Melena merupakan kondisi medis yang ditandai dengan perubahan warna pada tinja. Penyakit ini ditandai dengan tinja berwarna hitam atau gelap akibat perdarahan pada saluran cerna bagian atas. Kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele dan harus segera mendapat perawatan medis, karena melena merupakan salah satu gejala penyakit serius.

Perdarahan yang memicu melena bisa terjadi pada salah satu organ saluran pencernaan bagian atas. Bagian yang termasuk saluran pencernaan atas adalah kerongkongan, lambung, dan usus 12 jari. Sebagian besar dari kasus perdarahan di saluran pencernaan terjadi karena tukak lambung atau luka pada lambung. Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh pecahnya varises atau melebarnya pembuluh darah vena yang berada di tenggorokan. Ada beberapa gejala yang sering muncul sebagai tanda penyakit melena. 

Baca juga: Inilah 6 Hal yang Sebabkan Melena

Mengenali Melena Melalui Gejala yang Muncul 

Gejala khas dari melena adalah perubahan warna tinja menjadi gelap atau hitam. Kondisi ini terjadi akibat perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas. Biar lebih jelas, kenali tiga gejala yang sering muncul sebagai tanda penyakit ini, yaitu: 

1. Perubahan Warna Tinja 

Pengidap melena umumnya mengeluarkan tinja berwarna gelap atau hitam. Hal ini terjadi karena adanya perdarahan di dalam saluran pencernaan. Selain perubahan warna, penyakit ini juga membuat tinja menjadi lebih lengket, kental, dan mengeluarkan aroma tidak sedap atau aroma busuk.

2. Muntah 

Penyakit ini juga bisa membuat pengidapnya rawan mengalami mual hingga muntah. Melena menyebabkan pengidapnya mengalami muntah yang berbeda dari biasanya, yaitu muntah yang memiliki warna gelap atau terkadang muntah darah. 

Baca juga: Bagaimanakah Cara Mengobati Melena?

3. Nyeri Perut 

Selain muntah dan perubahan warna feses, gejala penyerta melena lainnya juga ditandai dengan respon-respon tubuh terutama di perut, yaitu nyeri pada perut. Gangguan pada saluran pencernaan memang kerap memicu terjadinya sakit di seputar area tersebut.

Penyakit melena sama sekali tidak boleh dianggap sepele dan harus segera mendapat perawatan medis. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter saat mengalami tinja berwarna gelap atau hitam. Feses yang hitam bisa menjadi tanda adanya perdarahan, maka pemeriksaan dibutuhkan untuk mengetahui apa penyebab perdarahan, sehingga bisa segera diatasi. 

Segera temui dokter jika perubahan warna feses diikuti dengan beberapa gejala, seperti pusing, keringat dingin, berkunang-kunang, jantung berdebar, kesulitan buang air kecil, sesak napas, hingga kehilangan kesadaran. Diagnosis penyakit ini dilakukan dengan melakukan prosedur pemeriksaan colok dubur. Sebelumnya, dokter akan menanyakan gejala dan melakukan pemeriksaan fisik yang juga dilengkapi dengan tes hitung darah lengkap serta pengambilan sampel tinja untuk memastikan adanya perdarahan.

Pemeriksaan lebih lengkap mungkin dilakukan, salah satunya endoskopi. Prosedur ini dilakukan untuk melihat kondisi saluran pencernaan bagian atas dan menemukan sumber perdarahan. Jika sumber perdarahan sudah diketahui, dokter bisa mulai menentukan tindakan medis yang paling tepat untuk mengatasi gejala yang muncul. Namun, jika perdarahan terjadi tiba-tiba dan menyebabkan syok, dokter terlebih dahulu akan menstabilkan kondisi dengan memberi cairan infus hingga tindakan CPR.

Baca juga: Makanan Sehat yang Ampuh Mencegah Melena

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit melena dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Drugs. Diakses pada 2019. Melena
Healthline. Diakses pada 2019. What’s the Difference Between Hematochezia and Melena?