Kenali Efek Samping dari Pemeriksaan Radiologi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kenali Efek Samping dari Pemeriksaan Radiologi

Halodoc, Jakarta -  Ketika mengidap suatu kondisi kesehatan, ada kalanya kita diminta untuk melakukan berbagai pemeriksaan medis oleh dokter. Pemeriksaan radiolagi, misalnya. Pemeriksaan radiologi ini menggunakan teknologi pencitraan untuk mendiagnosis dan mengobati suatu penyakit. Singkat kata, pemeriksaan ini bisa membantu dokter untuk menelisik kondisi bagian dalam tubuh. 

Pemeriksaan radiologi ini bisa menggunakan beberapa media. Mulai dari penyinaran, zat radioaktif, medan magnet, hingga gelombang suara. Nah, karena media yang digunakan beragam, maka radiologi juga terbagi menjadi beberapa jenis. Contohnya USG, fluoroskopi, foto Rontgen, pemeriksaaan nuklir (positron emission tomography scan), computed tomography, hingga magnetic resonance imaging (MRI). 

Ada banyak hal yang sebaiknya perlu diketahui seseorang yang akan melakukan pemeriksaan ini, salah satunya efek samping yang dapat ditimbulkan. 

Baca juga: Radiasi pada Rontgen Dada Bisa Picu Kanker, Benarkah?

Nah, berikut beberapa efek samping yang mungkin bisa terjadi saat atau setelah melakukan pemeriksaan radiologi. 

Efek Samping Pemeriksaan Radiologi

Meski pada dasarnya pemeriksaan ini bertujuan baik, untuk membantu dokter menelisik kondisi tubuh, tapi ada kalanya radiologi bisa berdampak bagi tubuh. Yang mesti diingat, sebenarnya radiologi jarang menimbulkan efek samping, tapi tak ada salahnya untuk melihat efek samping yang mungkin bisa terjadi.

  • Melakukan CT scan satu kali sebenarnya masih terbilang aman bagi seseorang. Akan tetapi, risiko kanker bisa saja meningkat karena radiasi dari CT scan yang dijalani berulang kali. Apalagi bila CT scan  dilakukan pada anak-anak  di bagian dada atau perutnya.

  • Medan magnet MRI yang kuat bisa saja merusak alat bantu tubuh, misalnya alat pacu jantung. 

  • Tubuh bisa mengalami luka ketika lupa melepaskan perhiasan sebelum melakukan pemeriksaan MRI.

  • Meski kasusnya jarang, tapi cairan kontrak bisa saja menyebabkan tekanan darah turun (drastis), syok anafilaktik, bahkan serangan jantung. 

  • Cairan kontras yang diberikan pada pemeriksaan radiasi bisa menyebabkan pusing, sensasi rasa logam di mulut, mual, muntah, dan gatal. 

Efek samping pemeriksaan radiologi juga mesti diwaspadai oleh ibu hamil. Sebenarnya banyak perbedaan pendapat mengenai ronteg saat hamil. Ada ahli yang mengatakan tindakan ini aman, ada pula yang kontra. Academy of Family Physicians menyebut bahwa rontgen saat hamil umumnya aman untuk dilakukan. Melakukan rontgen saat hamil disebut tidak akan meningkatkan risiko keguguran, cacat lahir, atau masalah perkembangan bayi lainnya. 

Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Melakukan Rontgen Dada?

Akan tetapi, ada ahli yang mengatakan kalau sering terpapar X-ray disebut bisa meningkatkan risiko bayi mengalami kerusakan sel-sel tubuh. Nah, hal ini dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko kanker di kemudian hari. Maka dari itu, wanita yang tengah hamil disarankan untuk tidak terlalu sering serta menghindari radiasi rontgen. 

Oleh sebab itu, bumil rasanya harus berdiskusi terlebih dahulu sebelum memutuskan melakukan pemeriksaan ini selama hamil. Agar aman untuk ibu dan janin, jenis rontgen yang melibatkan tingkat radiasi tinggi, sebaiknya dihindari wanita yang tengah hamil. 

Mau tau lebih jauh mengenai efek samping pemeriksaan radiologi? Atau memiliki keluhan kesehatan?  Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini. Mudah, kan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play! Mudah, kan?