Ad Placeholder Image

Kenali Gejala Intususepsi Usus Melipat pada Bayi dan Anak

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 Februari 2026

Intususepsi: Gejala, Penyebab, & Pengobatan Usus

Kenali Gejala Intususepsi Usus Melipat pada Bayi dan AnakKenali Gejala Intususepsi Usus Melipat pada Bayi dan Anak

Intususepsi adalah kondisi gawat darurat medis yang terjadi ketika satu bagian usus terlipat dan masuk ke dalam segmen usus di dekatnya. Proses ini sering dianalogikan seperti bagian teleskop yang memendek saat ditutup. Gangguan ini menyebabkan sumbatan pada saluran pencernaan sehingga makanan atau cairan tidak dapat melintas secara normal. Selain sumbatan, lipatan ini juga dapat memicu peradangan, pembengkakan, hingga terputusnya aliran darah ke jaringan usus yang terdampak.

Kondisi ini merupakan penyebab utama obstruksi usus pada anak-anak usia 3 bulan hingga 3 tahun. Meskipun lebih jarang terjadi, orang dewasa juga dapat mengalami kondisi ini akibat adanya pemicu medis tertentu. Tanpa penanganan yang cepat, jaringan usus yang terjepit dapat mengalami kematian atau nekrosis. Hal ini berisiko memicu infeksi berat di rongga perut atau peritonitis yang mengancam nyawa.

Memahami Mekanisme Intususepsi Adalah Masalah Serius

Secara anatomis, intususepsi biasanya terjadi pada titik pertemuan antara usus halus dan usus besar. Bagian usus yang masuk disebut sebagai intussusceptum, sedangkan bagian yang menerima lipatan tersebut disebut intussuscipiens. Tekanan yang dihasilkan oleh gerakan peristaltik usus justru membuat segmen usus semakin masuk lebih dalam. Tekanan ini menekan pembuluh darah kapiler di dinding usus dan menghambat suplai oksigen.

Hambatan aliran darah menyebabkan dinding usus membengkak dan menghasilkan lendir berlebih serta perdarahan. Cairan ini kemudian bercampur dengan feses, menciptakan karakteristik kotoran yang khas pada penderita. Jika dibiarkan lebih dari 24 jam, kerusakan jaringan bisa bersifat permanen. Oleh karena itu, deteksi dini sangat krusial untuk menyelamatkan fungsi saluran cerna.

Gejala Intususepsi pada Anak dan Dewasa

Gejala yang paling umum pada anak adalah nyeri perut hebat yang datang secara tiba-tiba dan bersifat hilang timbul. Selama serangan nyeri, anak biasanya akan menarik kedua lututnya ke arah dada sambil menangis kencang. Setelah episode nyeri mereda, anak mungkin terlihat sangat lemas atau tampak normal kembali sebelum nyeri berikutnya muncul. Frekuensi nyeri ini cenderung meningkat seiring berjalannya waktu dan kondisi usus yang semakin terjepit.

Gejala klinis lainnya meliputi muntah yang awalnya berisi sisa makanan namun lama-kelamaan bisa berubah menjadi kehijauan karena empedu. Salah satu tanda yang sangat spesifik adalah munculnya feses yang menyerupai jeli stroberi, yaitu campuran antara darah dan lendir. Pada pemeriksaan fisik, dokter sering menemukan benjolan berbentuk seperti sosis di area perut kanan atas. Pada orang dewasa, gejalanya cenderung lebih samar dan sering kali menyerupai gejala penyumbatan usus kronis.

Penyebab dan Faktor Risiko Intususepsi

Penyebab pasti intususepsi pada sebagian besar kasus anak-anak bersifat idiopatik atau tidak diketahui secara pasti. Namun, banyak kasus terjadi setelah penderita mengalami infeksi virus pada saluran pernapasan atau saluran cerna. Infeksi ini diduga menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening di dinding usus yang kemudian memicu lipatan usus. Faktor genetik dan struktur usus yang tidak normal sejak lahir juga bisa menjadi pemicu pada bayi.

Pada orang dewasa, kondisi ini hampir selalu memiliki penyebab dasar yang jelas atau disebut sebagai lead point. Beberapa penyebab utama pada orang dewasa meliputi keberadaan tumor jinak, polip usus, atau tumor ganas. Selain itu, adanya jaringan parut pascaoperasi perut atau penyakit peradangan usus seperti penyakit Crohn juga dapat meningkatkan risiko. Identifikasi penyebab dasar sangat penting pada pasien dewasa untuk menentukan langkah pengobatan selanjutnya.

Prosedur Diagnosis Medis yang Akurat

Langkah awal diagnosis dimulai dengan evaluasi riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik menyeluruh oleh dokter. Dokter akan meraba bagian perut untuk mencari adanya massa atau benjolan yang tidak normal. Jika dicurigai adanya intususepsi, pemeriksaan penunjang segera dilakukan untuk mengonfirmasi posisi dan tingkat keparahan lipatan usus. Pemeriksaan ini sangat penting karena gejala intususepsi terkadang mirip dengan gastroenteritis atau radang usus biasa.

Ultrasonografi (USG) abdomen merupakan standar emas dalam mendiagnosis kondisi ini pada anak-anak. Hasil USG akan menunjukkan gambaran khas yang disebut target sign atau doughnut sign, yang merepresentasikan lapisan usus yang bertumpuk. Selain USG, pemeriksaan foto rontgen perut mungkin dilakukan untuk melihat adanya udara bebas jika dicurigai telah terjadi kebocoran usus. CT scan lebih sering digunakan pada orang dewasa untuk melihat penyebab organik seperti tumor.

Langkah Pengobatan dan Penanganan Darurat

Tujuan utama pengobatan adalah mengembalikan posisi usus ke tempat semula dan memulihkan aliran darah. Pada banyak kasus anak-anak, prosedur non-bedah yang disebut enema udara atau cairan sering kali berhasil. Udara atau cairan khusus dimasukkan melalui rektum untuk memberikan tekanan yang mendorong segmen usus keluar dari lipatan. Prosedur ini dilakukan di bawah pemantauan sinar-X atau USG untuk memastikan usus sudah kembali normal.

Jika prosedur enema tidak berhasil, atau jika ditemukan tanda-tanda kerusakan jaringan usus dan kebocoran, maka operasi harus segera dilakukan. Dokter bedah akan mengembalikan posisi usus secara manual atau memotong bagian usus yang sudah mati jika diperlukan. Setelah tindakan, pasien perlu menjalani observasi di rumah sakit untuk memastikan fungsi pencernaan kembali normal. Pemberian cairan infus dan antibiotik juga sering dilakukan untuk mencegah dehidrasi dan infeksi sistemik.

Komplikasi dan Rekomendasi Medis Halodoc

Komplikasi yang paling berbahaya dari intususepsi adalah perforasi atau robeknya dinding usus. Hal ini menyebabkan isi usus dan bakteri masuk ke rongga perut, yang memicu infeksi mematikan. Selain itu, kematian jaringan usus dapat menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi jangka panjang jika bagian usus yang dipotong cukup panjang. Penanganan dalam hitungan jam setelah gejala muncul sangat menentukan tingkat keberhasilan pemulihan pasien secara total.

Hingga saat ini, tidak ada cara spesifik untuk mencegah intususepsi karena sebagian besar kasus bersifat spontan. Namun, kewaspadaan terhadap gejala nyeri perut hebat pada anak adalah kunci utama bagi orang tua. Segera konsultasikan dengan dokter spesialis di Halodoc jika menemukan tanda-tanda seperti muntah hijau atau BAB berdarah. Penanganan medis yang tepat waktu di fasilitas kesehatan terdekat adalah langkah terbaik untuk menyelamatkan nyawa dan fungsi organ pencernaan.

  • Pantau pola buang air besar anak secara rutin.
  • Jangan menunda kunjungan ke IGD jika muncul nyeri perut hilang timbul yang ekstrem.
  • Pastikan anak mendapatkan hidrasi yang cukup selama masa pemulihan.
  • Lakukan kontrol rutin pascaoperasi untuk mendeteksi kemungkinan intususepsi berulang.