Kenali Gejala Penyakit Jantung Koroner

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kenali Gejala Penyakit Jantung Koroner

Halodoc, Jakarta – Penyakit jantung koroner (PJK) adalah kondisi ketika pembuluh darah jantung tersumbat oleh timbunan lemak. Semakin banyak lemak menumpuk, arteri koroner semakin menyempit dan membuat alirand arah ke jantung berkurang. Itu mengapa PJK perlu diwaspadai karena bisa berakibat fatal bagi tubuh. Agar kamu lebih waspada, kenali gejala PJK berikut.

Baca Juga: Ini yang Dimaksud dengan Penyakit Jantung Koroner

Tanda dan Gejala Penyakit Jantung Koroner

  • Nyeri dada, disebut juga angina. Kondisi ini ditandai nyeri dada akibat area otot jantung tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Selain pada dada, nyeri bisa menjalar ke area bahu, leher, rahang, atau punggung. Nyeri sering muncul saat seseorang sedang beraktivitas, makan, kedinginan, stres, atau istirahat.

  • Keringat dingin dan mual. Ketika pembuluh darah menyempit, otot jantung rentan kekurangan oksigen, sehingga memicu iskemia. Akibatnya, pengidap PJK mengalami keringat dingin dan mual.

  • Sesak napas. Jantung yang tidak berfungsi normal berimbas pada saluran pernapasan. Itu mengapa pengidap PJK rentan mengalami sesak napas, yang seringkali terjadi bersamaan dengan gejala nyeri dada.

Kamu dianjurkan ke dokter jika merasakan nyeri dada dalam waktu lama dan terjadi berulang. Apalagi jika kamu memiliki faktor risiko PJK, seperti adanya riwayat keluarga dengan kondisi serupa (faktor genetik), sering konsumsi makanan berlemak, mengalami kegemukan, merokok, serta memiliki tekanan darah dan kolesterol tinggi.

Baca Juga: Masih Muda Kok Kena Jantung Koroner?

Pengidap Penyakit Jantung Koroner Semakin Mudah

Data Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi PJK semakin banyak diidap oleh kelompok usia muda, yaitu pada kelompok usia 15-35 tahun (sebesar 22 persen) dan kurang dari 44 tahun (sebesar 39 persen). Berikut ini faktor yang diduga menjadi penyebab tingginya kasus PJK pada kelompok usia muda, yaitu:

  • Kebiasaan merokok. Kandungan zat kimia berbahaya, seperti nikotin dan karbon monoksida, bisa membebani kerja jantung sehingga membuatnya bekerja lebih cepat. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya penggumpalan darah. Senyawa lain dalam rokok dapat merusak dinding arteri jantung dan menyebabkan penyempitan.

  • Kurang aktivitas fisik. Olahraga yang dilakukan secara rutin, setidaknya 30 menit per hari, bisa mengurangi risiko PJK. Olahraga mampu menurunkan tekanan darah, mencegah obesitas, dan mengontrol kadar kolesterol dan gula darah dalam tubuh.

  • Pola makan kurang sehat yang berujung pada obesitas. Misalnya, terlalu banyak konsumsi makanan berlemak (seperti fast food dan gorengan), berkalori tinggi, makanan tinggi gula, dan makanan tinggi garam. Alasannya karena makanan tersebut memperparah penyumbatan pada pembuluh darah.

  • Stres tinggi. Hal ini dikaitkan dengan perilaku seseorang saat mengalami stres, seperti makan berlebihan, merokok, dan minum alkohol.

  • Konsumsi alkohol secara berlebihan. Hal ini bisa merusak otot jantung dan memperburuk kondisi seseorang yang berisiko tinggi mengidap PJK (seperti hipertensi dan obesitas).

Baca Juga: Hati-hati, Jantung Koroner Bisa Menurun Pada Anak!

Itulah gejala penyakit jantung koroner yang perlu diketahui. Kalau kamu punya keluhan serupa, jangan ragu untuk berbicara pada dokter. Tanpa harus antre, sekarang kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan di sini. Kamu juga bisa tanya jawab sama dokter dengan download aplikasi Halodoc.