Ad Placeholder Image

Kenali Gejala Penyakit LPR yang Sering Dikira Batuk Biasa

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Waspada Penyakit LPR yang Bikin Tenggorokan Mengganjal

Kenali Gejala Penyakit LPR yang Sering Dikira Batuk BiasaKenali Gejala Penyakit LPR yang Sering Dikira Batuk Biasa

Apa Itu Penyakit LPR? Memahami Refluks Diam

Laryngopharyngeal Reflux (LPR) adalah kondisi medis di mana asam lambung dan cairan pencernaan lainnya mengalir kembali (refluks) dari lambung. Cairan ini tidak hanya naik ke kerongkongan, tetapi juga mencapai kotak suara (laring) dan bagian belakang tenggorokan (faring).

Kondisi ini sering disebut “refluks diam” karena gejalanya berbeda dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Penderita LPR mungkin tidak merasakan sensasi terbakar di dada atau heartburn yang khas pada GERD. Gejala LPR lebih fokus pada masalah di tenggorokan dan kotak suara.

Gejala LPR yang Perlu Diwaspadai

Karena LPR adalah refluks diam, gejalanya bisa samar dan sering disalahartikan sebagai kondisi lain. Pemahaman tentang gejala-gejala ini sangat penting untuk diagnosis yang akurat.

  • Suara Serak atau Perubahan Suara. Asam lambung dapat mengiritasi pita suara, menyebabkan suara menjadi serak, parau, atau mudah lelah saat berbicara.
  • Batuk Kronis. Batuk yang berlangsung lama tanpa alasan yang jelas, terutama setelah makan atau saat berbaring, adalah indikator umum LPR.
  • Sensasi Mengganjal di Tenggorokan. Penderita mungkin merasa ada benjolan atau sesuatu yang tersangkut di tenggorokan (globus pharyngeus). Sensasi ini seringkali tidak hilang meski sudah menelan.
  • Sering Berdehem. Kebutuhan untuk membersihkan tenggorokan secara berulang dapat menjadi respons terhadap iritasi dari asam.
  • Kesulitan Menelan. Iritasi pada kerongkongan dapat menyebabkan disphagia atau kesulitan saat menelan makanan atau minuman.
  • Nyeri Tenggorokan. Rasa nyeri atau terbakar yang konstan di tenggorokan, terutama di pagi hari.
  • Post Nasal Drip. Perasaan lendir yang menetes di belakang tenggorokan, terkadang disertai dengan rasa pahit.

Penyebab Penyakit LPR

LPR terjadi ketika mekanisme pertahanan alami tubuh terhadap refluks tidak berfungsi dengan baik. Ada dua sfingter (otot berbentuk cincin) yang berperan penting dalam mencegah asam lambung naik.

  • Sfingter Esofagus Bawah (LES). Otot ini berada di antara kerongkongan dan lambung. Jika LES melemah atau relaksasi pada waktu yang tidak tepat, asam lambung dapat naik ke kerongkongan.
  • Sfingter Esofagus Atas (UES). Otot ini terletak di antara kerongkongan dan faring. Pada LPR, UES juga bisa melemah, memungkinkan asam dan enzim pencernaan mencapai laring dan faring.

Faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko dan keparahan LPR meliputi:

  • Makanan Pemicu. Konsumsi makanan pedas, berlemak, asam, cokelat, kafein, dan alkohol dapat memicu produksi asam lambung berlebih atau melemahkan sfingter.
  • Gaya Hidup. Kebiasaan merokok, obesitas, dan pola makan tidak teratur dapat memperburuk kondisi refluks.
  • Tekanan Intra-Abdomen. Peningkatan tekanan di perut, seperti saat hamil atau mengalami obesitas, dapat mendorong asam lambung naik.
  • Hernia Hiatus. Kondisi di mana sebagian lambung mendorong ke atas melalui diafragma, dapat mengganggu fungsi LES.

Diagnosis dan Pengobatan LPR

Diagnosis LPR seringkali memerlukan evaluasi oleh dokter spesialis THT atau gastroenterologi. Pemeriksaan fisik tenggorokan dan laring menggunakan laringoskopi dapat menunjukkan tanda-tanda iritasi.

Pengobatan LPR berfokus pada mengurangi produksi asam lambung dan mencegah refluks. Pendekatan ini biasanya melibatkan:

  • Obat-obatan. Inhibitor Pompa Proton (PPI) adalah obat yang paling umum diresepkan untuk mengurangi produksi asam lambung. Antasida atau H2-blocker juga dapat digunakan.
  • Perubahan Gaya Hidup. Ini adalah pilar utama pengobatan LPR.

Pencegahan Penyakit LPR

Mencegah LPR atau kekambuhannya sangat bergantung pada modifikasi gaya hidup dan pola makan. Langkah-langkah pencegahan ini juga membantu dalam pengelolaan gejala.

  • Hindari Makanan Pemicu. Batasi konsumsi makanan asam, pedas, berlemak, kafein, cokelat, dan alkohol.
  • Makan dalam Porsi Kecil. Hindari makan berlebihan dan makan setidaknya 2-3 jam sebelum tidur.
  • Pertahankan Berat Badan Ideal. Obesitas dapat meningkatkan tekanan pada perut, memperburuk refluks.
  • Hentikan Merokok. Merokok dapat melemahkan sfingter esofagus dan meningkatkan produksi asam lambung.
  • Tinggikan Kepala Saat Tidur. Menggunakan bantal tambahan atau meninggikan posisi kepala tempat tidur dapat membantu mencegah asam naik saat tidur.
  • Kelola Stres. Stres dapat memengaruhi fungsi pencernaan dan memperburuk gejala refluks.
  • Kenakan Pakaian Longgar. Pakaian ketat di area perut dapat meningkatkan tekanan intra-abdomen.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Jika seseorang mengalami gejala LPR yang persisten, seperti suara serak kronis, batuk terus-menerus, atau sensasi mengganjal di tenggorokan, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional medis.

Diagnosis dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai LPR atau masalah kesehatan lainnya, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter dapat memberikan diagnosis akurat dan rencana perawatan yang sesuai berdasarkan kondisi kesehatan.