03 May 2019

Kenali Hipoglikemia, Komplikasi Akut pada Pengidap Diabetes

Kenali Hipoglikemia, Komplikasi Akut pada Pengidap Diabetes

Halodoc, Jakarta – Hipoglikemia menjadi satu kondisi yang harus diwaspadai pengidap penyakit diabetes. Pasalnya, ini bisa menjadi tanda ada ketidakstabilan kadar gula dalam darah. Hipoglikemia menyebabkan seseorang mengalami penurunan kadar gula dalam darah secara drastis. Kondisi ini bisa menjadi salah satu komplikasi yang menyerang pengidap penyakit diabetes.

Diabetes sendiri merupakan penyakit yang terjadi karena adanya lonjakan kadar gula dalam darah seseorang. Dengan kata lain, kadar gula darah pengidap diabetes akan lebih tinggi dari batas normal. Seringnya, pengidap penyakit diabetes akan melakukan berbagai cara untuk menurunkan atau setidaknya menjaga kestabilan kadar gula dalam darah. Namun hati-hati, terlalu bersemangat dalam menurunkan kadar gula dalam tubuh dapat memicu hipoglikemia.

Baca juga: 7 Hal yang Menyebabkan Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi yang menyebabkan kadar gula darah menurun drastis, hingga jauh di bawah angka normal. Kondisi ini rentan menyerang pengidap diabetes melitus, salah satunya karena diet yang dilakukan untuk menurunkan kadar gula darah sering berujung pada kondisi yang tidak diinginkan. Mengatur pola makan dan gaya hidup penyakit diabetes memang sebaiknya dilakukan secara hati-hati agar tidak menyebabkan kondisi yang berbahaya.

Mengutip mayoclinic.org, hipoglikemia juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor lain, mulai dari penggunaan insulin yang berlebihan, hingga efek samping dari penggunaan obat-obatan diabetes. Seseorang dikatakan mengalami hipoglikemia saat kadar gula dalam tubuh berada di bawah angka 60 miligram per desiliter. Selain penggunaan insulin dan obat diabetes, kondisi ini juga bisa disebabkan kurang makan, menunda atau melewatkan jam makan, meningkatkan olahraga atau aktivitas fisik tanpa ada penyesuaian dengan asupan makanan, serta mengonsumsi minuman beralkohol.

Gejala yang sering muncul sebagai tanda hipoglikemia, di antaramya:

  • Gelisah dan gemetar

  • Mual

  • Lapar

  • Berkeringat

  • Cemas dan bingung

  • Gangguan penglihatan dan kesulitan berbicara

  • Lemah, mengantuk, serta kesulitan berkonsentrasi

Baca juga: Tips Menjaga Gula Darah saat Puasa

Menghindari Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi yang sama sekali tidak boleh dianggap remeh. Jika dibiarkan dan tidak ditangani dengan segera, maka dapat menyebabkan kejang, hilang kesadaran, kerusakan otak permanen, hingga kematian. Salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan adalah mencegah hipoglikemia terjadi. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan pengidap diabetes untuk menghindari hipoglikemia, di antaranya:

  1. Ikuti pola makan sesuai dengan diet diabetes yang sudah direncanakan dan didiskusikan dengan dokter serta ahli gizi.

  2. Konsumsi obat sesuai dengan dosis dan waktu yang sudah ditentukan.

  3. Selalu diskusi dengan dokter setiap ada rencana peningkatan aktivitas sehari-hari atau saat akan bepergian jauh.

  4. Hindari minum-minuman keras dengan perut kosong.

Jika hipoglikemia terlanjur terjadi, segera makan minum sesuatu yang mengandung setidaknya 15 gram karbohidrat, seperti teh manis dengan 2 sendok makan gula pasir (bukan gula diet), 3–4 buah permen yang terbuat dari gula, 3 buah krekers atau setengah gelas jus buah. Mencegah hipoglikemia juga bisa dilakukan dengan rutin mengecek kadar gula dalam tubuh, serta hindari melakukan diet gula yang terlalu ekstrem. Sebab, meskipun harus menurunkan kadar gula, tapi pengidap diabetes tetap membutuhkan asupan gula.

Baca juga: Tak Selalu Dihindari, Diabetes pun Butuh Karbo

Segera lakukan pemeriksaan jika gejala hipoglikemia muncul, atau minta saran pertolongan pertama ke dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!