20 June 2018

Kenali Impetigo, Infeksi Kulit yang Menular

Impetigo, infeksi kulit

Halodoc, Jakarta - Impetigo adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini dapat menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah (postula) dan kerak berwarna kuning kecokelatan.

Impetigo termasuk jenis penyakit menular. Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak langsung (bersentuhan kulit) dan tidak langsung (perantara barang). Kontak tidak langsung bisa terjadi jika kamu menggunakan barang yang sama dengan pengidap impetigo, seperti handuk, baju, dan peralatan makan yang sudah terkontaminasi bakteri.

Faktor Risiko Impetigo

Tangan, kaki, hidung, dan mulut adalah bagian tubuh yang rentan terserang bakteri penyebab impetigo. Penyakit ini umumnya diidap oleh anak-anak, terutama yang berusia 2-5 tahun. Namun selain usia, ada faktor risiko lain yang membuat seseorang rentan tertular bakteri penyebab impetigo. Apa saja?

  • Sistem kekebalan tubuh yang rendah.
  • Lingkungan padat yang ramai. Hal ini menyebabkan penularan impetigo semakin meningkat, seperti di sekolah atau tempat penitipan anak.
  • Daerah beriklim tropis. Kondisi ini menyebabkan bakteri berkembang lebih cepat, sehingga risiko penularan meningkat.
  • Luka terbuka pada kulit. Kondisi ini membuat bakteri lebih mudah masuk dan menyebabkan infeksi.
  • Masalah kesehatan tertentu, seperti penyakit kencing manis. Sebuah studi melaporkan bahwa orang dewasa pengidap kencing manis lebih rentan tertular bakteri penyebab impetigo.

Jenis Impetigo

Berdasarkan bakteri penyebabnya, impetigo dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Impetigo Bulosa

Impetigo bulosa disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Impetigo jenis ini ditandai dengan kulit melepuh yang berisi cairan, disertai dengan demam dan pembengkakan pada kelenjar getah bening.

  • Kulit terasa nyeri dan gatal, terutama di area lengan, tungkai, dan bagian tenga tubuh antara leher dan pinggang.
  • Kulit melepuh dan berisi cairan yang berukuran 1-2 sentimeter. Kulit yang melepuh akan menyebar dalam waktu singkat dan pecah dalam beberapa hari.
  • Pecahan kulit yang melepuh, kemudian berubah menjadi kerak berwarna kuning. Jika sudah sembuh, kerak kuning tersebut akan meninggalkan bekas pada kulit.
  1. Impetigo Krustosa

Impetigo krustosa disebabkan oleh Streptococcus pyogenes. Impetigo jenis ini ditandai dengan timbulnya bercak-bercak merah, seperti luka yang meninggalkan kerak berwarna kuning kecokelatan. Dibanding impetigo bulosa, impetigo krustosa cenderung lebih menular.

  • Timbul bercak merah pada kulit menyerupai luka yang gatal, namun tidak nyeri. Gejala ini biasanya terjadi di area sekitar mulut dan hidung, namun juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain.
  • Bercak merah pada kulit dapat menyebar dengan cepat jika disentuh atau digaruk. Kemudian, bercak ini akan berubah menjadi kerak kecokelatan berdiameter 2 sentimeter.
  • Setelah kering, bercak akan menyisakan bekas berwarna kemerahan pada kulit. Namun setelah sembuh, bercak dapat hilang tanpa bekas dalam waktu beberapa minggu.

Mengatasi Gejala Impetigo

Untuk mengatasi gejala impetigo, dokter biasanya akan meresepkan obat antinyeri dan antibiotik. Selain itu, ada bebeapa tips lain yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi gejala impetigo di rumah. Antara lain:

  • Menjaga kulit tetap bersih, yaitu dengan segera mencuci luka, goresan, gigitan serangga, atau luka lainnya.
  • Rutin mencuci pakaian, seprai, dan handuk yang digunakan pengidap impetigo. Hindari juga memakai barang yang sama dengan pengidap impetigo.
  • Menjaga kebersihan kuku, yaitu dengan rutin memotong kuku agar terhindar dari kerusakan kulit akibat garukan.

Kalau kamu memiliki beberapa tanda dan gejala di atas, jangan ragu untuk berbicara dengan dokter Halodoc. Sebab melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa berbicara dengan dokter tepercaya kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Voice/Video Call. Jadi, yuk download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!