Kenali Lebih Dekat Morning Sickness pada Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Kenali Lebih Dekat Morning Sickness pada Ibu Hamil

Halodoc, Jakarta – Morning sickness adalah keluhan umum saat hamil, terutama pada trimester awal kehamilan. Kondisi ini membuat ibu hamil terus-menerus mual dan muntah pada pagi hari. Meski tidak membahayakan ibu dan janin, morning sickness dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Pada sebagian ibu hamil, morning sickness yang terjadi tergolong parah, kondisi ini disebut dengan hiperemesis gravidarum.

Baca Juga: Fakta Unik, Morning Sickness Bisa Dialami Ayah 

Gejala Morning Sickness

Gejala morning sickness berupa mual, muntah, dan kelelahan. Gejala ini biasanya berlangsung selama tiga bulan pada awal kehamilan. Hal yang perlu diwaspadai adalah, muntah berlebihan yang dapat menyebabkan dehidrasi hingga kekurangan gizi pada ibu hamil.

Maka itu, ibu dianjurkan untuk berbicara pada dokter jika muntah terus-menerus (setidaknya selama 24 jam) dan disertai gejala lain, seperti demam tinggi, nyeri perut, urine berwarna gelap, frekuensi buang air kecil berkurang, muntah darah, pusing, tubuh terasa lemah, hingga penurunan kesadaran.

Penyebab Morning Sickness

Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya morning sickness, antara lain:

  • Kehamilan pertama.

  • Pernah mengalami morning sickness di kehamilan sebelumnya.

  • Kehamilan kembar.

  • Ada riwayat keluarga di dalam keluarga.

  • Memiliki riwayat mabuk kendaraan.

  • Memiliki riwayat mual akibat penggunaan alat kontrasepsi yang mengandung estrogen.

Baca Juga: Sering Muntah saat Awal Kehamilan, Ini Penyebabnya

Diagnosis dan Pengobatan Morning Sickness

Diagnosis morning sickness dilakukan melalui pemeriksaan darah dan urine. Tes urine dianjurkan jika dokter mencurigai bahwa mual disebabkan karena jumlah janin lebih dari satu atau ada kondisi lain. Setelah diagnosis ditetapkan, berikut ini pengobatan untuk mengatasi morning sickness:

  • Gunakan pakaian nyaman dan hindari pakaian dengan bagian pinggang yang ketat.

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang. Mual yang terjadi tak jarang menurunkan nafsu makan. Namun, ibu tetap harus konsumsi makanan bergizi seimbang agar ibu dan janin tidak kekurangan gizi. Pilih makanan yang kaya protein, rendah lemak, dan mudah dicerna saat mengalami morning sickness. Sebaliknya, hindari makanan pedas dan terlalu berlemak.

  • Perbanyak minum air putih dengan cara meneguknya sedikit demi sedikit. Tujuannya untuk mencegah mual dan dehidrasi yang rentan terjadi akibat muntah terus-menerus. Hindari minuman dingin, manis, atau yang beraroma tajam.

  • Istirahat yang cukup. Bangun tidur secara perlahan jika kamu merasa mual saat hendak berdiri dari kasur. Bila perlu, konsumsi makanan ringan sebelum bangun dari tidur agar mual berkurang.

  • Bilas mulut setelah mudah. Saat muntah, asam lambung akan naik dan menempel di mulut. Jika dibiarkan, asam lambung bisa merusak lapisan terluar gigi (dikenal sebagai email gigi). Maka itu, segera bilas mulut dengan air agar tidak ada asam lambung yang menempel di mulut.

  • Alihkan perhatian. Jangan berfokus pada perasaan mual dan muntah yang muncul. Usahakan untuk langsung mengalihkan perhatian pada berbagai hal menyenangkan agar kamu bisa melupakan rasa mual yang kerap muncul. Pasalnya, tak jarang keinginan muntah muncul karena sugesti, selain karena faktor penyebab yang pasti.

Baca Juga: Tips Mengatasi Morning Sickness untuk Kehamilan Pertama

Itulah fakta morning sickness yang perlu diketahui. Kalau ibu punya keluhan serupa saat hamil, jangan ragu untuk berbicara dengan dokter Halodoc. Tanpa perlu antre, ibu bisa langsung membuat janji dengan dokter kandungan di rumah sakit pilihan di sini. Ibu juga bisa tanya jawab sama dokter kandungan dengan download aplikasi Halodoc.