Ad Placeholder Image

Kenali Tanda Kena Demam Berdarah, Jangan Sampai Telat!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Tanda Kena Demam Berdarah? Cek di Sini Yuk!

Kenali Tanda Kena Demam Berdarah, Jangan Sampai Telat!Kenali Tanda Kena Demam Berdarah, Jangan Sampai Telat!

Tanda Kena Demam Berdarah: Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit serius yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Mengenali tanda kena demam berdarah sejak dini sangat penting untuk penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi serius. Penyakit ini seringkali dimulai dengan gejala umum yang mirip flu, namun memiliki ciri khas yang membedakannya dan memerlukan kewaspadaan lebih.

Apa Itu Demam Berdarah Dengue (DBD)?

DBD merupakan infeksi virus yang dapat menyebabkan berbagai spektrum gejala, mulai dari ringan hingga parah yang berpotensi mengancam nyawa. Infeksi ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus Dengue. Setelah digigit nyamuk yang terinfeksi, virus akan masuk ke dalam aliran darah dan mulai mereplikasi diri, memicu respons imun yang menghasilkan gejala penyakit.

Tanda Kena Demam Berdarah: Gejala Umum yang Wajib Diwaspadai

Gejala DBD umumnya muncul 4-10 hari setelah digigit nyamuk terinfeksi. Berikut adalah tanda kena demam berdarah yang sering terjadi dan perlu diwaspadai:

  • Demam Tinggi Mendadak: Ini adalah tanda paling awal dan paling umum. Demam bisa mencapai 39-40°C secara tiba-tiba dan berlangsung selama 2-7 hari. Terkadang, demam dapat turun di hari ke-3 lalu naik lagi, dikenal sebagai pola demam bifasik.
  • Sakit Kepala Hebat: Seringkali dirasakan di bagian belakang mata (nyeri retro-orbital). Nyeri ini dapat terasa menekan dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Nyeri Otot, Sendi, dan Tulang: Rasa sakit pada otot, sendi, dan tulang terasa sangat parah, sehingga sering disebut sebagai “breakbone fever” atau demam sendi remuk. Rasa nyeri ini bisa melumpuhkan dan menyebabkan penderita sulit bergerak.
  • Mual dan Muntah: Gejala pencernaan seperti mual, muntah, sakit perut, dan kehilangan nafsu makan juga sering menyertai. Hal ini bisa menyebabkan dehidrasi jika tidak ditangani dengan baik.
  • Kelelahan dan Lemah Lesu: Penderita DBD umumnya merasa sangat lemas dan tidak bertenaga, bahkan untuk melakukan aktivitas ringan. Kondisi ini dapat berlangsung lama hingga masa pemulihan.
  • Ruam Kulit (Petekie): Bintik-bintik merah kecil (petekie) dapat muncul di kulit, biasanya di lengan, kaki, atau dada. Ruam ini muncul akibat perdarahan kecil di bawah kulit dan merupakan tanda khas DBD.

Fase Kritis Demam Berdarah dan Tanda Bahayanya

Masa kritis DBD adalah fase paling berbahaya dan seringkali terjadi saat demam mulai turun, biasanya pada hari ke-3 hingga ke-5. Pada fase ini, meskipun demam sudah mereda, penderita justru berisiko mengalami komplikasi serius. Tanda kena demam berdarah pada fase kritis meliputi:

  • Penurunan Demam yang Diikuti Perburukan Kondisi: Meskipun demam turun, kondisi umum penderita malah memburuk. Ini adalah waktu di mana kebocoran plasma dan perdarahan dapat terjadi.
  • Perdarahan Ringan: Dapat berupa mimisan, gusi berdarah, atau memar-memar pada kulit. Pada kasus yang lebih parah, dapat terjadi perdarahan saluran cerna yang ditandai dengan muntah darah atau BAB berwarna hitam.
  • Nyeri Perut Hebat: Nyeri yang semakin intens, terutama di ulu hati atau perut kanan atas.
  • Muntah Terus-menerus: Muntah lebih dari tiga kali dalam satu jam atau empat kali dalam enam jam.
  • Perubahan Perilaku: Gelisah, kebingungan, atau tiba-tiba mengantuk berlebihan.
  • Sesak Napas: Akibat penumpukan cairan di paru-paru.
  • Kulit Dingin dan Lembap: Tanda syok yang mengancam jiwa.

Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan Medis?

Jika ada anggota keluarga atau seseorang yang menunjukkan tanda kena demam berdarah, terutama demam tinggi mendadak yang tidak kunjung reda dalam 2-3 hari, sangat penting untuk segera mencari pertolongan medis. Pemeriksaan darah dapat membantu memastikan diagnosis dan memantau perkembangan penyakit. Penanganan dini dapat mencegah DBD berkembang menjadi kondisi yang lebih parah seperti syok Dengue.

Pencegahan Demam Berdarah Dengue

Pencegahan DBD berfokus pada pemberantasan sarang nyamuk Aedes aegypti dan menghindari gigitan nyamuk. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • Menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin (bak mandi, vas bunga, tempat minum burung).
  • Menutup rapat tempat penampungan air.
  • Mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.
  • Menggunakan losion anti nyamuk atau kelambu saat tidur.
  • Memasang kawat kasa pada jendela dan pintu.
  • Melakukan fogging atau penyemprotan insektisida di area yang rawan.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Mengenali tanda kena demam berdarah adalah langkah awal yang krusial untuk penanganan yang efektif. Jika seseorang mengalami demam tinggi mendadak disertai nyeri hebat, sakit kepala, mual, dan lesu, segera konsultasikan dengan dokter. Halodoc menyediakan layanan konsultasi dokter yang terpercaya untuk membantu mendiagnosis dan memberikan rekomendasi penanganan yang tepat.