Kenali Tujuan Dilakukannya Autopsi Klinik

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Kenali Tujuan Dilakukannya Autopsi Klinik

Halodoc, Jakarta – Tidak ada salahnya untuk mengetahui lebih banyak informasi mengenai ilmu kedokteran forensik. Ilmu kedokteran forensik berguna untuk mengungkap pelanggaran hukum yang terjadi karena menyangkut tubuh atau nyawa manusia.

Baca juga: Bubble Tea Bisa Sebabkan Kematian, Begini Penjelasannya

Tidak hanya berhubungan dengan pengidentifikasian atau pembedahan mayat saja, tetapi keilmuan ini bisa membicarakan masalah sidik jari yang tertinggal atau waktu kejadian dan kematian seseorang. Penyidikan juga bisa dilakukan pada korban yang masih hidup.

Pada suatu pelanggaran hukum, ilmu forensik bertugas untuk mengumpulkan bukti, penyidikan, dan pengusutan masalah menjadi lebih jelas. Pada korban yang masih hidup atau sudah meninggal sangat diperlukan untuk membantu memproses kasus yang sedang dijalani oleh seorang dokter ahli forensik.

Ada beberapa tahap forensik yang perlu dilalui oleh ahli forensik ketika mengidentifikasi korban, seperti pengumpulan data, pemeliharaan data, menganalisa data, dan hasil forensik. Selain itu, pasti kamu juga pernah mendengar istilah autopsi pada ilmu forensik. 

Bagaimana sebenarnya proses autopsi tersebut? Proses autopsi adalah pemeriksaan terhadap tubuh korban yang sudah meninggal untuk mencari penyebab meninggalnya korban. Pemeriksaan dengan proses autopsi meliputi pemeriksaan fisik luar dan juga bagian organ dalam. Terkadang, jika tidak ditemukan keanehan pada bagian fisik luar atau organ dalam, autopsi dapat dilakukan pada bagian otak korban.

Ketahui Lebih Banyak Mengenai Autopsi Klinik

Proses autopsi terdiri dari beberapa jenis, seperti autopsi forensik dan autopsi klinik. Berbeda dengan autopsi forensik, autopsi klinik memiliki beberapa tujuan, seperti:

  1. Proses autopsi klinik dapat menentukan penyebab kematian seseorang dengan pasti.

  2. Proses ini memberikan informasi mengenai perawatan penyakit yang selama ini diterima oleh pasien sesuai atau tidak.

  3. Menentukan efektivitas pengobatan.

  4. Mengetahui perjalanan suatu penyakit hingga menyebabkan kematian pada seseorang.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Sleep Apnea Picu Kematian?

Perlu diketahui, bahwa prosedur autopsi klinik nyatanya diperlukan persetujuan dari keluarga. Proses autopsi bisa dilakukan dengan lengkap yaitu meliputi pembukaan rongga dada, rongga tengkorak, dan organ dalam. Jika proses ini tidak disetujui oleh keluarga, proses autopsi klinik bisa dilakukan dengan proses autopsi parsial yaitu pemeriksaan terbatas pada bagian rongga tertentu.

Ketahui Beberapa Kondisi yang Membutuhkan Autopsi

Nyatanya, proses autopsi tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Hanya ada beberapa kondisi yang diperbolehkan untuk dilakukan proses autopsi, seperti:

  1. Kematian terkait dengan kasus kriminal.

  2. Kematian terjadi selama proses pengobatan atau penelitian.

  3. Kematian terjadi secara tiba-tiba selama pemeriksaan medis. Misalnya kematian yang terjadi ditengah proses perawatan suatu penyakit.

  4. Kematian mendadak pada bayi.

  5. Kematian secara tidak wajar yang diduga karena akibat kekerasan, bunuh diri atau overdosis jenis obat tertentu.

  6. Kematian yang terkait dengan proses hukum.

Pada dasarnya proses autopsi tidak memiliki risiko. Dengan melakukan proses autopsi, penyebab kematian diketahui dengan lebih jelas dan detail. Sebaiknya, diskusikan dengan pihak terkait jika ingin melakukan proses autopsi pada kerabat atau keluarga. Bicarakan dengan pihak medis dan pihak hukum mengenai proses autopsi yang benar.

Kini kamu bisa bertanya langsung pada dokter mengenai ilmu kedokteran forensik atau medikolegal. Kamu juga bisa mencari rumah sakit dan membuat janji dengan dokter sesuai pilihan kamu di Halodoc. Kamu juga bisa download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Mitos atau Fakta, Pemfigus Bisa Sebabkan Kematian