Ad Placeholder Image

Kenapa Bisa Berak Darah? Ini Dia Penjelasan Ringannya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   26 Februari 2026

Kenapa Bisa Berak Darah: Penyebab dan Kapan ke Dokter?

Kenapa Bisa Berak Darah? Ini Dia Penjelasan Ringannya!Kenapa Bisa Berak Darah? Ini Dia Penjelasan Ringannya!

Kenapa Bisa Berak Darah? Mengenali Penyebab dan Kapan Harus Waspada

Berak darah atau buang air besar (BAB) yang bercampur darah adalah kondisi yang sering kali menimbulkan kekhawatiran. Munculnya darah pada feses bisa menjadi tanda dari berbagai kondisi, mulai dari yang relatif ringan hingga yang memerlukan penanganan medis serius. Memahami penyebab dan ciri-ciri darah yang keluar sangat penting untuk menentukan langkah selanjutnya. Warna darah bisa memberikan petunjuk awal mengenai lokasi perdarahan di saluran pencernaan.

Ringkasan Singkat: Penyebab BAB Berdarah

BAB berdarah terjadi ketika ada perdarahan di saluran pencernaan, yang dapat berasal dari usus halus, usus besar, rektum, hingga anus. Penyebabnya bervariasi, meliputi wasir dan fisura ani yang umumnya ringan, hingga kondisi yang lebih serius seperti penyakit radang usus, polip, tukak lambung, infeksi, bahkan kanker usus. Penting untuk memperhatikan warna darah dan gejala penyerta agar bisa mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Penyebab Berak Darah yang Umum (Relatif Ringan)

Beberapa kondisi yang seringkali menjadi alasan kenapa bisa berak darah umumnya tidak berbahaya dan mudah ditangani. Meskipun demikian, tetap penting untuk memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan diagnosisnya.

  • Wasir (Hemoroid)
    Wasir adalah pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus atau rektum bagian bawah. Kondisi ini sering terjadi akibat mengejan kuat saat sembelit. Darah yang keluar biasanya berwarna merah terang, segar, tidak disertai nyeri, tetapi bisa juga disertai rasa gatal atau adanya benjolan di sekitar anus.
  • Fisura Ani
    Fisura ani adalah robekan kecil pada jaringan tipis di sekitar anus. Robekan ini biasanya disebabkan oleh feses yang keras dan besar saat BAB. Gejalanya seringkali berupa nyeri yang tajam seperti luka robek saat BAB, disertai keluarnya darah merah segar dalam jumlah sedikit.
  • Gastroenteritis
    Ini adalah infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit. Gastroenteritis dapat menyebabkan diare, mual, muntah, demam, dan terkadang juga BAB berdarah. Darah yang muncul umumnya sedikit dan bercampur dengan diare.
  • Daging Terkontaminasi
    Infeksi bakteri seperti Salmonella yang berasal dari konsumsi daging yang tidak dimasak dengan matang sempurna dapat menyebabkan diare berdarah. Gejala lain yang menyertai bisa berupa mual, muntah, dan kram perut.

Penyebab Berak Darah yang Serius (Membutuhkan Penanganan Medis Segera)

Selain penyebab yang relatif ringan, darah pada feses juga bisa menjadi indikator adanya masalah kesehatan yang lebih serius di saluran pencernaan. Kondisi ini memerlukan diagnosis dan penanganan medis yang cepat.

  • Penyakit Radang Usus (IBD)
    IBD adalah kondisi autoimun kronis yang menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan. Dua jenis utama IBD adalah Penyakit Crohn dan Kolitis Ulseratif. Peradangan ini dapat menyebabkan diare kronis, nyeri perut, penurunan berat badan, dan BAB berdarah.
  • Polip Usus
    Polip usus adalah pertumbuhan jaringan abnormal pada dinding usus besar. Meskipun sebagian besar polip tidak berbahaya, beberapa jenis polip berisiko berkembang menjadi kanker usus. Polip dapat menyebabkan perdarahan ringan yang mungkin tidak disadari atau terlihat pada feses.
  • Angiodysplasia
    Kondisi ini ditandai dengan adanya pembuluh darah yang rapuh dan abnormal di saluran pencernaan, terutama pada usus besar. Pembuluh darah ini mudah pecah dan dapat menyebabkan perdarahan tanpa nyeri, seringkali pada lansia.
  • Tukak Lambung
    Tukak lambung adalah luka terbuka pada lapisan lambung atau duodenum (usus kecil bagian atas). Penyebab umumnya adalah infeksi bakteri H. pylori atau penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) jangka panjang. Perdarahan dari tukak lambung bisa menyebabkan feses berwarna hitam seperti aspal (melena) jika darah sudah tercerna, atau merah gelap jika perdarahan hebat.
  • Penyakit Divertikular
    Divertikula adalah kantung-kantung kecil yang terbentuk di dinding usus besar. Jika kantung-kantung ini meradang (divertikulitis) atau mengalami perdarahan, dapat menyebabkan BAB berdarah, nyeri perut, dan demam.
  • Kanker Usus Besar atau Lambung
    Kanker pada usus besar atau lambung merupakan penyebab serius dari BAB berdarah. Perdarahan bisa terjadi secara perlahan dan tidak terlihat jelas (darah samar), atau lebih signifikan. Gejala lain bisa meliputi perubahan kebiasaan BAB, penurunan berat badan yang tidak disengaja, dan nyeri perut.
  • Masalah Esofagus (Kerongkongan)
    Dalam kasus yang jarang dan serius, perdarahan bisa berasal dari kerongkongan, seperti pecahnya varises esofagus (pembuluh darah yang membesar) atau robekan pada lapisan kerongkongan. Ini biasanya menyebabkan muntah darah, tetapi juga bisa menyebabkan feses berwarna hitam.

Faktor Risiko dan Pemicu Lainnya

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami BAB berdarah atau memperparah kondisi yang sudah ada. Mengidentifikasi faktor-faktor ini dapat membantu dalam pencegahan.

  • Pola Makan
    Pola makan rendah serat, sering mengonsumsi makanan pedas, dan asupan alkohol berlebihan dapat memicu atau memperburuk wasir dan sembelit, yang berpotensi menyebabkan BAB berdarah.
  • Penggunaan Obat-obatan
    Obat pengencer darah, seperti aspirin dosis tinggi atau warfarin, yang digunakan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko perdarahan di saluran pencernaan.
  • Efek Samping Terapi Radiasi
    Pasien yang menjalani terapi radiasi di area perut atau panggul dapat mengalami peradangan dan kerusakan pada usus, yang bisa berujung pada BAB berdarah.

Kapan Harus ke Dokter Saat Berak Darah?

Meskipun beberapa penyebab BAB berdarah tidak serius, sangat penting untuk tidak mengabaikan gejala ini. Segera cari pertolongan medis jika mengalami BAB berdarah, terutama jika disertai dengan gejala berikut:

  • Pusing, lemas, atau pingsan.
  • Perubahan warna feses menjadi hitam seperti aspal (melena), menunjukkan perdarahan dari saluran pencernaan bagian atas.
  • Nyeri perut hebat atau kram yang parah.
  • Demam atau kedinginan.
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Muntah darah.
  • Perubahan signifikan pada kebiasaan BAB.

Pemeriksaan medis diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat, terutama jika ada kecurigaan penyebab serius.

Diagnosis dan Penanganan Medis

Untuk mendiagnosis kenapa bisa berak darah, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan dubur (colok dubur). Pemeriksaan penunjang seperti tes feses, tes darah, endoskopi (gastroskopi atau kolonoskopi), atau sigmoidoskopi mungkin diperlukan untuk melihat kondisi saluran pencernaan secara langsung. Penanganan akan disesuaikan dengan penyebab yang ditemukan, misalnya perubahan pola makan, obat-obatan, atau tindakan medis seperti ligasi wasir, skleroterapi, atau operasi.

Pencegahan BAB Berdarah

Meskipun tidak semua penyebab BAB berdarah dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko, terutama untuk kondisi umum seperti wasir dan fisura ani:

  • Konsumsi Serat Cukup
    Makan makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh untuk melancarkan BAB dan mencegah sembelit.
  • Minum Air yang Cukup
    Pastikan asupan cairan yang memadai untuk menjaga feses tetap lunak dan mudah dikeluarkan.
  • Hindari Mengejan Berlebihan
    Jangan menunda BAB dan hindari mengejan terlalu kuat saat buang air besar.
  • Batasi Makanan Pedas dan Alkohol
    Kurangi konsumsi makanan yang dapat mengiritasi saluran pencernaan atau memicu sembelit.
  • Jaga Kebersihan Anus
    Bersihkan area anus dengan lembut setelah BAB untuk mencegah iritasi.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

BAB berdarah adalah gejala yang tidak boleh diabaikan. Mengenali perbedaan antara penyebab ringan dan serius adalah langkah awal yang krusial. Jika mengalami BAB berdarah, terutama jika disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan rekomendasi penanganan sesuai kondisi kesehatan. Dokter dapat membantu menentukan penyebab pasti dan memberikan saran medis yang akurat.