Ad Placeholder Image

Kenapa Jerawat Sering Muncul di Leher dan Rahang?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Mei 2026

Jerawat di Leher dan Rahang? Ini Penyebabnya!

Kenapa Jerawat Sering Muncul di Leher dan Rahang?Kenapa Jerawat Sering Muncul di Leher dan Rahang?

Apa Itu Jerawat di Leher dan Rahang?

Jerawat di area leher dan rahang adalah kondisi kulit umum yang ditandai dengan munculnya benjolan, komedo, pustula, hingga kista di sepanjang garis rahang dan leher. Jerawat ini seringkali meradang, terasa nyeri, dan kadang meninggalkan bekas luka. Kondisi ini bisa dialami siapa saja, namun lebih sering terjadi pada orang dewasa.

Gejala Jerawat di Leher dan Rahang

Gejala jerawat di leher dan rahang bervariasi tergantung tingkat keparahannya. Namun, secara umum bisa meliputi:

  • Munculnya komedo hitam (blackhead) atau komedo putih (whitehead).
  • Benjolan merah kecil yang terasa lunak (papula).
  • Benjolan merah dengan nanah di puncaknya (pustula).
  • Benjolan padat di bawah permukaan kulit yang terasa nyeri (nodul).
  • Benjolan besar, berisi nanah, terasa sangat nyeri, dan dapat merusak kulit (kista), seringkali menjadi jerawat kistik.
  • Kulit kemerahan dan meradang di sekitar area yang terkena.

Penyebab Jerawat di Leher dan Rahang yang Perlu Diketahui

Jerawat di leher dan rahang umumnya timbul akibat pori-pori kulit tersumbat. Sumbatan ini terjadi karena penumpukan minyak berlebih (sebum), sel kulit mati, dan bakteri penyebab jerawat (Propionibacterium acnes atau Cutibacterium acnes). Beberapa faktor pemicu utama kondisi ini meliputi:

Perubahan Hormon

Fluktuasi hormon, terutama peningkatan androgen, adalah penyebab utama jerawat di area rahang dan leher pada orang dewasa. Androgen merangsang kelenjar sebaceous untuk memproduksi lebih banyak minyak. Kondisi ini sering terjadi pada masa pubertas, menstruasi, kehamilan, sindrom ovarium polikistik (PCOS), atau saat stres.

Stres Psikologis

Meskipun stres bukan penyebab langsung, kondisi ini dapat memperparah jerawat. Stres memicu tubuh melepaskan hormon yang meningkatkan produksi minyak dan peradangan, sehingga memicu atau memperburuk timbulnya jerawat di leher dan rahang.

Diet dan Pola Makan

Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara konsumsi makanan tertentu dengan timbulnya jerawat. Diet tinggi gula, produk olahan susu, atau makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat memicu respons insulin dan hormonal yang berkontribusi pada produksi sebum berlebih dan peradangan.

Iritasi Fisik atau Gesekan

Gesekan berulang pada area leher dan rahang dapat menyebabkan iritasi folikel rambut dan menyumbat pori-pori. Hal ini bisa disebabkan oleh penggunaan helm, kerah baju yang ketat, syal, atau rambut panjang yang sering bergesekan dengan kulit. Iritasi ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi bakteri penyebab jerawat.

Produk Perawatan Kulit dan Rambut yang Tidak Cocok

Penggunaan produk kosmetik, pelembap, atau produk rambut yang mengandung bahan komedogenik (penyumbat pori) dapat memicu jerawat. Sisa produk rambut yang menempel di leher dan rahang juga bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan breakout.

Kebiasaan Buruk

Beberapa kebiasaan dapat memperburuk kondisi jerawat. Misalnya, jarang membersihkan area leher dan rahang setelah beraktivitas atau berkeringat, serta sering menyentuh wajah atau area berjerawat dengan tangan yang kotor, dapat mentransfer bakteri dan memicu peradangan.

Pengobatan Jerawat di Leher dan Rahang

Penanganan jerawat di leher dan rahang harus disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Untuk kasus ringan, produk topikal yang mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida mungkin cukup membantu. Namun, untuk jerawat kistik atau meradang parah, diperlukan intervensi medis lebih lanjut.

Dokter kulit dapat merekomendasikan resep obat topikal (seperti retinoid atau antibiotik), obat oral (antibiotik, pil KB untuk menyeimbangkan hormon, atau isotretinoin untuk kasus sangat parah), atau prosedur medis (ekstraksi komedo, suntik kortikosteroid, atau terapi laser).

Pencegahan Jerawat di Leher dan Rahang

Mencegah jerawat di area ini melibatkan kombinasi kebiasaan baik dan pemilihan produk yang tepat:

  • Bersihkan kulit secara teratur dengan pembersih lembut dua kali sehari, terutama setelah berkeringat.
  • Gunakan produk perawatan kulit non-komedogenik dan bebas minyak.
  • Hindari menyentuh wajah dan leher secara berlebihan.
  • Keramas rambut secara rutin, terutama jika memiliki rambut panjang yang menyentuh leher.
  • Pilih pakaian dengan kerah yang tidak terlalu ketat dan hindari penggunaan syal atau aksesori yang mengiritasi.
  • Pertimbangkan untuk mengelola stres melalui meditasi atau yoga.
  • Perhatikan pola makan dan batasi konsumsi makanan yang dapat memicu jerawat.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika jerawat di leher dan rahang tidak membaik dengan perawatan rumahan, semakin parah, sangat nyeri, atau mulai meninggalkan bekas luka, segera konsultasikan dengan dokter kulit. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi dan membantu mendapatkan kulit yang lebih sehat.

Kesimpulan

Jerawat di leher dan rahang adalah masalah umum yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari hormon, diet, kebiasaan, hingga iritasi fisik. Memahami penyebabnya adalah langkah pertama untuk penanganan yang efektif. Untuk konsultasi lebih lanjut dan rekomendasi pengobatan yang sesuai, jangan ragu untuk berbicara dengan dokter kulit melalui aplikasi Halodoc. Dokter profesional siap membantu menemukan solusi terbaik untuk kondisi kulit.