Ad Placeholder Image

Kenapa Kepala Sering Pusing Mau Jatuh? Ini Jawabannya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   10 Maret 2026

Sering Pusing Kepala Mau Jatuh? Ini Penyebabnya!

Kenapa Kepala Sering Pusing Mau Jatuh? Ini JawabannyaKenapa Kepala Sering Pusing Mau Jatuh? Ini Jawabannya

Mengapa Kepala Sering Pusing Seperti Mau Jatuh? Pahami Penyebab dan Penanganannya

Sensasi kepala pusing seperti mau jatuh, seringkali disebut kliyengan atau melayang, merupakan keluhan umum yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini berbeda dengan vertigo yang menyebabkan sensasi berputar, melainkan lebih menyerupai rasa limbung atau oleng. Pusing jenis ini sering muncul saat tubuh berubah posisi secara mendadak, misalnya dari duduk atau berbaring kemudian langsung berdiri. Penyebabnya beragam, mulai dari masalah aliran darah ke otak hingga kondisi medis tertentu. Memahami penyebabnya penting untuk menemukan solusi yang tepat.

Definisi Pusing Seperti Mau Jatuh (Kliyengan)

Pusing seperti mau jatuh atau kliyengan adalah perasaan tidak stabil, limbung, atau seolah-olah akan kehilangan keseimbangan. Sensasi ini dapat disertai dengan pandangan kabur, lemas, atau mual. Kliyengan terjadi ketika otak tidak mendapatkan pasokan darah atau oksigen yang cukup secara sementara, atau ada gangguan pada sistem keseimbangan tubuh. Ini bukanlah penyakit, melainkan gejala dari kondisi lain yang mendasarinya.

Gejala yang Menyertai Kliyengan

Selain sensasi pusing seperti mau jatuh, beberapa gejala lain dapat menyertai kondisi kliyengan, antara lain:

  • Mata berkunang-kunang atau pandangan kabur sesaat.
  • Rasa ingin pingsan atau kehilangan kesadaran.
  • Keringat dingin.
  • Mual atau bahkan muntah.
  • Detak jantung terasa cepat atau berdebar.
  • Kelemahan pada tubuh.
  • Sulit berkonsentrasi.

Gejala-gejala ini dapat bervariasi intensitasnya pada setiap individu dan tergantung pada penyebabnya.

Penyebab Kepala Sering Pusing Seperti Mau Jatuh

Ada beberapa kondisi medis maupun gaya hidup yang dapat menjadi penyebab kepala sering pusing seperti mau jatuh. Memahami faktor-faktor ini dapat membantu mengidentifikasi akar masalahnya. Berikut adalah beberapa penyebab umum:

Hipotensi Ortostatik (Tekanan Darah Rendah)

Ini adalah penyebab paling umum dari kliyengan yang muncul saat perubahan posisi. Hipotensi ortostatik terjadi ketika tekanan darah turun secara tiba-tiba saat seseorang berdiri mendadak dari posisi duduk atau berbaring. Gravitasi menyebabkan darah “tertinggal” di pembuluh darah kaki, sehingga mengurangi aliran darah yang kembali ke jantung dan pada akhirnya ke otak. Akibatnya, otak kekurangan suplai darah dan oksigen sesaat, memicu rasa pusing seperti mau jatuh.

Dehidrasi (Kekurangan Cairan)

Kurangnya asupan cairan tubuh menyebabkan penurunan volume darah. Volume darah yang rendah akan mengakibatkan tekanan darah menurun secara keseluruhan, termasuk tekanan darah ke otak. Otak yang tidak mendapatkan cairan dan darah yang cukup dapat memicu sensasi pusing dan kliyengan. Dehidrasi sering terjadi akibat kurang minum, aktivitas fisik berlebihan, demam, atau muntah dan diare.

Anemia (Kekurangan Sel Darah Merah)

Anemia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah sehat untuk membawa oksigen yang cukup ke jaringan tubuh, termasuk otak. Ketika otak tidak mendapatkan pasokan oksigen yang adekuat, sensasi pusing, kliyengan, kelelahan, dan pucat dapat muncul. Anemia sering disebabkan oleh kekurangan zat besi, vitamin B12, atau folat.

Hipoglikemia (Gula Darah Rendah)

Otak membutuhkan glukosa (gula) sebagai sumber energi utamanya. Jika kadar gula darah turun terlalu rendah (hipoglikemia), otak tidak dapat berfungsi dengan baik. Gejala yang dapat muncul meliputi pusing, kliyengan, gemetar, keringat dingin, kebingungan, dan lemas. Kondisi ini sering terjadi pada penderita diabetes yang menggunakan obat-obatan tertentu atau pada orang yang melewatkan makan terlalu lama.

Gangguan Telinga Dalam (Vertigo)

Meskipun berbeda dengan kliyengan, gangguan pada telinga bagian dalam juga dapat menyebabkan sensasi pusing. Vertigo adalah jenis pusing yang menimbulkan sensasi berputar atau lingkungan terasa berputar. Kondisi seperti Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV), penyakit Meniere, atau labirinitis dapat mempengaruhi sistem keseimbangan tubuh dan memicu pusing.

Penyebab Lainnya

  • Efek Samping Obat: Beberapa jenis obat, seperti obat tekanan darah, diuretik, antidepresan, atau obat penenang, dapat menyebabkan pusing sebagai efek samping.
  • Gangguan Irama Jantung: Irama jantung yang tidak teratur (aritmia) dapat mengganggu aliran darah ke otak.
  • Kecemasan dan Stres: Kondisi psikologis seperti serangan panik atau kecemasan berat dapat memicu pusing dan sensasi melayang.
  • Kurang Tidur: Kurang istirahat dapat memengaruhi fungsi kognitif dan keseimbangan.

Pengobatan Pusing Seperti Mau Jatuh

Pengobatan untuk pusing seperti mau jatuh sangat tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Beberapa langkah umum yang dapat dilakukan meliputi:

  • Meningkatkan Asupan Cairan: Minum air yang cukup sepanjang hari untuk mencegah dehidrasi.
  • Perubahan Posisi Perlahan: Hindari berdiri mendadak dari duduk atau berbaring. Duduklah di tepi tempat tidur sejenak sebelum berdiri.
  • Mengelola Gula Darah: Bagi penderita hipoglikemia, makan makanan ringan secara teratur dan konsumsi sumber karbohidrat kompleks.
  • Penanganan Anemia: Konsumsi suplemen zat besi atau makanan kaya zat besi sesuai anjuran dokter.
  • Penyesuaian Obat: Jika pusing disebabkan oleh efek samping obat, konsultasikan dengan dokter untuk penyesuaian dosis atau penggantian obat.
  • Terapi Fisik: Untuk vertigo, fisioterapi atau manuver tertentu seperti manuver Epley dapat membantu.
  • Manajemen Stres: Latihan pernapasan, meditasi, atau yoga dapat membantu mengurangi pemicu psikologis.

Pencegahan Kliyengan

Mencegah kepala sering pusing seperti mau jatuh dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat dan beberapa kebiasaan baik:

  • Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik dengan minum air yang cukup.
  • Makan teratur dengan gizi seimbang untuk menjaga kadar gula darah stabil.
  • Bangun dari posisi duduk atau berbaring secara perlahan.
  • Hindari berdiri terlalu lama, terutama di bawah terik matahari.
  • Kenakan pakaian yang tidak terlalu ketat, terutama di bagian leher.
  • Kelola stres dengan teknik relaksasi.
  • Tidur yang cukup dan berkualitas.
  • Hindari konsumsi alkohol berlebihan atau kafein yang dapat menyebabkan dehidrasi.

Pusing seperti mau jatuh dapat menjadi indikator adanya masalah kesehatan yang memerlukan perhatian. Jika pusing sering terjadi, semakin parah, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sangat dianjurkan untuk segera mencari bantuan medis.

Konsultasi Medis di Halodoc

Pusing yang berulang atau parah memerlukan evaluasi profesional. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis untuk mengetahui penyebab pasti dari kepala sering pusing seperti mau jatuh dan mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter dapat memberikan diagnosis akurat dan rekomendasi pengobatan yang sesuai dengan kondisi.