• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenapa Kepribadian Ganda Bisa Muncul karena Trauma?

Kenapa Kepribadian Ganda Bisa Muncul karena Trauma?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kenapa Kepribadian Ganda Bisa Muncul karena Trauma?

Halodoc, Jakarta – Gangguan kepribadian ganda tidak terjadi tanpa sebab. Pemicunya juga bukan akibat ketidakseimbangan kimiawi di otak, dan bukan pula disebabkan oleh gen yang salah.

Faktor sosial dan lingkungan dapat meningkatkan kerentanan seseorang untuk mengembangkan gangguan kepribadian ganda. Trauma dapat memicu gangguan ini sebagai bentuk coping untuk “menyelamatkan” dirinya.

Baca juga: Bagaimana Penanganan untuk Pengidap Gangguan Disosiatif?

Trauma Masa Kecil Memicu Kepribadian Ganda

Trauma berperan besar terhadap munculnya gangguan kepribadian ganda. Anak-anak yang kurang dukungan emosional dan sosial cenderung mengembangkan gangguan ini terkait trauma. Jika mereka dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang toxic atau diabaikan di mana mereka tidak didukung untuk mengatasi perasaan dan situasi yang sulit, anak-anak akan punya kecenderungan menggunakan disosiasi sebagai cara untuk menghadapi trauma. 

Ini terjadi ketika mereka tidak memiliki kata-kata untuk dibicarakan, atau siapa pun yang bersedia mendengarkan dan merawat mereka. Memunculkan sosok ataupun kepribadian lain adalah upaya “mengeluarkan” peristiwa traumatis dalam hidupnya.

Menurut penelitian, ada dua faktor utama yang menyebabkan gangguan disosiatif: trauma, dan keterikatan yang tidak teratur. Trauma yang terjadi berulang kali, terutama pelecehan yang disebabkan oleh sosok yang “mengikat” di mana orang tersebut punya power untuk membuat korban merasa ketakutan. 

Sering kali gejala gangguan kepribadian ganda tidak terlihat sampai usia dewasa. Umumnya trauma yang terjadi hanya pada usia dewasa tidak akan mengakibatkan gangguan ini, tetapi lebih ke gangguan stres pasca trauma (PTSD). 

Gangguan kepribadian ganda adalah gangguan perkembangan serta pasca-trauma. Beberapa orang berpendapat bahwa untuk mengembangkan kondisi ini, trauma harus kronis harus dimulai pada usia 8 tahun atau lebih muda. Salah satu alasannya adalah karena gangguan kepribadian ganda terkait erat dengan pola keterikatan yang dibentuk saat masih anak-anak yang akan dibawa sepanjang usia. 

Informasi selengkapnya mengenai gangguan kepribadian ganda dan penanganannya bisa ditanyakan langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga:4 Fakta yang Perlu Diketahui Tentang Kepribadian Ganda

Bagaimana Mendiagnosisnya?

Gangguan kepribadian ganda ditandai dengan adanya dua atau lebih identitas yang berbeda atau terpisah atau keadaan kepribadian yang terus-menerus memiliki kekuasaan atas perilaku seseorang. Lewat gangguan ini memicu ketidakmampuan untuk mengingat informasi pribadi utama bahkan ada juga variasi memori berbeda, yang dapat berfluktuasi. Tidak semua orang mengalami gangguan ini dengan pola yang sama. 

Beberapa "perubahan" atau identitas memiliki usia, jenis kelamin, atau ras sendiri. Masing-masing memiliki postur, gerak tubuh, dan cara berbicara yang berbeda. Ketika setiap kepribadian mengungkapkan dirinya dan mengendalikan perilaku dan pikiran personal tersebut, kondisi ini disebut "peralihan". 

Peralihan dapat membutuhkan waktu beberapa detik hingga menit hingga hari. Pengobatan hipnosis sering kali menjadi opsi untuk melihat perubahan dan identitas lain supaya peralihannya lebih responsif dengan bantuan terapis.

Baca juga: Gangguan Disosiatif Bisa Sebabkan Gangguan Ingatan

Membuat diagnosis gangguan identitas disosiatif membutuhkan waktu. Ini terjadi karena daftar gejala yang menyebabkan seseorang dengan gangguan kepribadian ganda sangat mirip dengan banyak diagnosis psikiatri lainnya. Faktanya, banyak orang yang memiliki gangguan ini juga memiliki diagnosis gangguan lain seperti depresi dan kecemasan. Namun, secara garis besar, ciri khas dari gangguan kepribadian ganda adalah:

1. Ada dua atau lebih identitas atau status kepribadian yang berbeda, masing-masing dengan pola persepsi, hubungan, dan pemikiran tentang lingkungan dan diri sendiri yang relatif bertahan lama.

2. Amnesia yang didefinisikan sebagai celah dalam mengingat peristiwa sehari-hari, informasi pribadi penting, atau peristiwa traumatis.

3. Tertekan sebagai akibat dari gangguan tersebut atau mengalami kesulitan berfungsi di satu atau lebih bidang kehidupan utama karena gangguan itu.

4. Kemunculan gejala yang tidak disebabkan oleh efek fisiologis langsung dari suatu zat (seperti pingsan atau perilaku kacau selama keracunan alkohol) atau kondisi medis umum (seperti kejang parsial kompleks).

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Dissociative Identity Disorder (Multiple Personality Disorder)
Pods.org.uk. Diakses pada 2020. WHAT CAUSES DISSOCIATIVE IDENTITY DISORDER?