Kenapa Keputihan Berbau? Ini Lho 5 Penyebabnya!

Keputihan merupakan bagian alami dari siklus reproduksi wanita, berperan penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan vagina. Namun, ketika keputihan mulai mengeluarkan bau tidak sedap, hal ini seringkali menjadi indikasi adanya masalah yang memerlukan perhatian. Memahami kenapa keputihan berbau tidak sedap dan gejala yang menyertainya sangat penting untuk deteksi dini dan penanganan yang tepat.
Keputihan berbau tidak sedap umumnya merupakan tanda ketidakseimbangan flora bakteri normal di vagina atau adanya infeksi. Bau yang muncul bisa bervariasi, mulai dari amis seperti ikan, busuk, hingga seperti bawang. Kondisi ini seringkali disertai dengan perubahan warna dan tekstur keputihan, serta gejala lain seperti gatal, nyeri, atau iritasi. Deteksi dini dan konsultasi dengan profesional kesehatan adalah langkah terbaik untuk mengatasi masalah ini.
Apa Itu Keputihan Berbau?
Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina, berfungsi membersihkan sel-sel mati dan bakteri, sekaligus menjaga kelembapan area intim. Keputihan normal umumnya tidak berbau menyengat, berwarna bening atau sedikit keputihan, dan teksturnya bisa bervariasi sepanjang siklus menstruasi.
Ketika keputihan mengeluarkan bau yang tidak biasa atau sangat menyengat, ini disebut keputihan berbau tidak sedap. Bau ini bisa menjadi tanda adanya infeksi atau masalah kesehatan lain pada area vagina. Penting untuk membedakan antara bau alami vagina yang samar dengan bau tidak sedap yang mengganggu.
Gejala yang Menyertai Keputihan Berbau
Keputihan berbau jarang muncul sendiri. Ada beberapa gejala yang sering menyertainya, memberikan petunjuk tentang penyebab yang mungkin. Gejala-gejala ini meliputi:
- Perubahan warna keputihan: Dapat menjadi abu-abu, putih susu, kuning, atau bahkan kehijauan.
- Perubahan tekstur keputihan: Menjadi lebih encer, berbusa, atau kental seperti keju cottage.
- Gatal atau iritasi pada area vagina dan vulva.
- Nyeri atau rasa tidak nyaman pada panggul.
- Sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
Jika mengalami kombinasi gejala-gejala ini, sangat disarankan untuk segera mencari pertolongan medis.
Penyebab Utama Kenapa Keputihan Berbau
Ada beberapa kondisi medis yang menjadi penyebab utama keputihan berbau tidak sedap. Mengenali kondisi ini dapat membantu memahami pentingnya diagnosis dokter.
Vaginosis Bakterialis (BV)
Vaginosis Bakterialis adalah penyebab paling umum dari keputihan berbau. Kondisi ini terjadi ketika ada ketidakseimbangan antara bakteri baik (Lactobacillus) dan bakteri jahat di vagina. Bakteri jahat tumbuh terlalu banyak, mengganggu flora vagina alami.
Gejala khas BV adalah bau amis seperti ikan atau bawang, terutama setelah berhubungan seksual. Keputihan biasanya berwarna abu-abu atau putih susu dan bisa lebih banyak dari biasanya.
Infeksi Jamur (Kandidiasis)
Infeksi jamur pada vagina, atau kandidiasis, disebabkan oleh pertumbuhan berlebihan jamur Candida albicans. Meskipun gatal adalah gejala utamanya, infeksi jamur juga terkadang bisa menyebabkan keputihan berbau.
Keputihan akibat infeksi jamur umumnya berwarna putih kental, mirip seperti keju cottage. Bau yang muncul biasanya tidak sekuat BV, tetapi bisa terasa asam atau sedikit bau.
Penyakit Menular Seksual (PMS)
Beberapa Penyakit Menular Seksual (PMS) dapat menjadi penyebab keputihan berbau tidak sedap.
- Trikomoniasis: Infeksi parasit ini dapat menyebabkan keputihan berbau busuk, berbusa, dan berwarna kuning kehijauan. Gejala lain meliputi gatal dan nyeri pada vagina serta rasa tidak nyaman saat buang air kecil.
- Klamidia & Gonore: Meskipun seringkali tidak menunjukkan gejala awal, infeksi Klamidia dan Gonore yang tidak diobati dapat menyebabkan peradangan panggul (PID). PID dapat menimbulkan gejala keputihan berbau, nyeri panggul kronis, dan demam.
Penyebab Lain Kenapa Keputihan Berbau
Selain penyebab utama di atas, ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan keputihan berbau tidak sedap.
Tampon Tertinggal
Lupa membuang tampon setelah digunakan adalah penyebab yang sering terabaikan namun dapat menyebabkan bau busuk yang sangat menyengat. Tampon yang tertinggal menjadi tempat berkembang biak bakteri, menyebabkan infeksi dan bau.
Kebersihan yang Kurang Tepat
Praktik kebersihan yang kurang tepat juga bisa mengganggu keseimbangan pH alami vagina. Penggunaan sabun pewangi, sabun pencuci kewanitaan berlebihan (douching), atau celana dalam yang terlalu ketat dapat memicu iritasi dan pertumbuhan bakteri tidak sehat. Vagina memiliki kemampuan membersihkan diri sendiri, sehingga douching sebenarnya tidak dianjurkan.
Perubahan Hormon
Meskipun perubahan hormon lebih sering menghasilkan keputihan normal dengan bau musky atau sedikit asam, fluktuasi hormon tertentu dapat memperburuk kondisi jika sudah ada infeksi. Misalnya, selama kehamilan atau menopause, perubahan hormonal bisa memengaruhi kerentanan terhadap infeksi vagina.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika keputihan berbau disertai dengan gejala-gejala berikut:
- Gatal hebat atau nyeri yang mengganggu.
- Nyeri pada panggul yang berkelanjutan.
- Demam atau merasa tidak enak badan.
- Nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil.
- Perubahan drastis pada warna (misalnya, menjadi kuning kehijauan) atau tekstur keputihan (misalnya, berbusa atau kental seperti keju).
- Keputihan disertai perdarahan di luar siklus menstruasi.
Gejala-gejala ini bisa menjadi tanda infeksi serius yang memerlukan diagnosis dan penanganan medis sesegera mungkin.
Pengobatan Keputihan Berbau
Pengobatan untuk keputihan berbau sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, mengambil sampel keputihan untuk dianalisis, dan mungkin melakukan tes lain untuk menegakkan diagnosis.
- Jika disebabkan oleh Vaginosis Bakterialis atau PMS (seperti Trikomoniasis, Klamidia, Gonore), dokter akan meresepkan antibiotik.
- Untuk infeksi jamur, obat antijamur dalam bentuk oral, supositoria, atau krim akan diberikan.
- Jika tampon tertinggal adalah penyebabnya, dokter akan segera mengeluarkannya, dan mungkin meresepkan antibiotik jika ada infeksi.
Penting untuk menyelesaikan seluruh dosis obat yang diresepkan meskipun gejala sudah membaik untuk memastikan infeksi benar-benar teratasi.
Pencegahan Keputihan Berbau
Mencegah keputihan berbau melibatkan menjaga kesehatan dan keseimbangan flora vagina. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan meliputi:
- Bersihkan area genital dengan air bersih dari arah depan ke belakang setelah buang air kecil atau besar.
- Hindari penggunaan sabun beraroma kuat, sabun pencuci kewanitaan (douching), atau produk feminin yang mengandung pewangi.
- Kenakan pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat.
- Ganti pakaian dalam setiap hari, atau lebih sering jika berkeringat.
- Ganti pembalut atau tampon secara teratur, minimal setiap 4-8 jam, dan pastikan tidak ada tampon yang tertinggal.
- Praktikkan hubungan seksual yang aman untuk mencegah PMS.
- Konsumsi makanan sehat dan cukup minum air untuk menjaga daya tahan tubuh.
Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc
Keputihan berbau tidak sedap adalah tanda penting yang tidak boleh diabaikan, seringkali mengindikasikan ketidakseimbangan bakteri atau infeksi. Mengenali gejala penyerta dan mengetahui kapan harus mencari bantuan medis sangat krusial untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Meskipun ada langkah-langkah pencegahan, diagnosis dan penanganan yang tepat oleh dokter adalah kunci utama.
Apabila mengalami keputihan berbau yang disertai gejala mengganggu, segera lakukan konsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah berbicara dengan dokter umum atau spesialis kandungan kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis akurat serta rekomendasi pengobatan yang sesuai.



