• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenapa Kol Goreng Tidak Disarankan untuk Dikonsumsi Terlalu Banyak?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenapa Kol Goreng Tidak Disarankan untuk Dikonsumsi Terlalu Banyak?

Kenapa Kol Goreng Tidak Disarankan untuk Dikonsumsi Terlalu Banyak?

2 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 27 Mei 2022

“Proses penggorengan dapat merusak vitamin yang terkandung di dalam kol. Begitu juga dengan penggunaan minyak bekas dan penambahan tepung pada olahan kol goreng.”

Kenapa Kol Goreng Tidak Disarankan untuk Dikonsumsi Terlalu Banyak?

Halodoc, Jakarta –  Walaupun enak, krenyes-krenyes, apalagi nikmat dimakan bersama ayam, sambal, dan lalapan, terlalu banyak mengonsumsi kol goreng tidak baik untuk kesehatan. 

Kol, yang lazimnya ditumis, sejatinya memiliki banyak manfaat. Hanya saja, jika sudah digoreng, dapat merusak vitamin yang terkandung di dalamnya. Simak selengkapnya fakta kol goreng tidak disarankan untuk dikonsumsi terlalu banyak di sini! 

Kol dengan Cara Digoreng Bisa Mengurangi Nutrisi

Kol memberikan banyak manfaat, beberapa di antaranya adalah membentuk sel darah merah, mencegah kanker, mengontrol tekanan darah tinggi, mengandung vitamin C, menurunkan berat badan, serta baik untuk mata. Namun, jika sudah digoreng, kol kehilangan nutrisi yang seharusnya bisa didapatkan oleh tubuh. 

Penggunaan minyak jelantah sebagai bahan baku untuk menggoreng jadi salah satu faktornya. Sebab, minyak yang sudah digunakan berkali-kali itu bisa mengandung kolesterol jahat.

Selain itu, olahan kol goreng sering dikombinasikan dengan balutan tepung. Walaupun bisa menambah gurih rasa kol, justru meningkatkan jumlah kalorinya.

Makanan untuk Meningkatkan Nafsu Makan Selain Kol Goreng

Bagi sebagian orang, mengonsumsi kol goreng bertujuan untuk meningkatkan nafsu makan. Tapi, ada, kok, alternatif untuk menggantinya dengan makanan yang sehat, berikut pilihan makanannya:

1. Mentimun

Mentimun adalah makanan rendah protein tetapi memiliki nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan kulit, otot, dan persendian. Sensasi segar saat mengunyah mentimun dapat merangsang nafsu makan sehingga membuat makan lebih lahap.

2. Terong

Terong juga menjadi alternatif sayuran yang dapat merangsang nafsu makan. Selain enak dan sedap disantap, terong mengandung beberapa nutrisi penting mulai dari folat, vitamin A, C, K, kalsium, magnesium, fosfor, dan kalium.

3. Pare

Bisa dimakan mentah ataupun dikukus dulu baru dilalap bersama nasi, pare adalah makanan sehat lain yang bisa meningkatkan nafsu makan.

Pare juga membantu memberikan sensasi kenyang lebih cepat serta meningkatkan asupan serat dan mengurangi kalori untuk mendorong penurunan berat badan.

Itulah informasi mengenai makanan yang dapat meningkatkan nafsu makan serta penjelasan mengapa tidak disarankan untuk mengonsumsi kol goreng terlalu banyak.

Jika kamu punya masalah kesehatan dan butuh melakukan konsultasi dengan dokter, kamu bisa buat janji pemeriksaan ke rumah sakit lewat Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. 9 Impressive Health Benefits of Cabbage
Healthline. Diakses pada 2022. Cucumber Diet Review: Does It Work for Weight Loss?
WebMD. Diakses pada 2022. Health Benefits of Eggplant