Ad Placeholder Image

Kenapa Mata Bayi Berair? Normal atau Bahaya?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 April 2026

Kenapa Mata Bayi Berair? Normal atau Tanda Bahaya?

Kenapa Mata Bayi Berair? Normal atau Bahaya?Kenapa Mata Bayi Berair? Normal atau Bahaya?

Kenapa Mata Bayi Berair? Memahami Penyebab dan Solusinya

Mata bayi berair adalah kondisi yang seringkali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Fenomena ini umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya, namun penting untuk memahami penyebabnya agar dapat memberikan penanganan yang tepat. Artikel ini akan membahas secara mendalam kenapa mata bayi berair, mulai dari penyebab paling umum hingga kondisi yang memerlukan perhatian medis.

Apa Itu Mata Bayi Berair?

Mata bayi berair terjadi ketika produksi air mata lebih banyak atau pengeluarannya terganggu, sehingga air mata menumpuk di mata dan kadang keluar membasahi pipi. Air mata penting untuk menjaga kesehatan mata bayi, membersihkan kotoran, dan melumasi bola mata. Namun, jika terjadi secara terus-menerus atau disertai gejala lain, kondisi ini perlu diperhatikan.

Penyebab Umum Kenapa Mata Bayi Berair

Beberapa faktor dapat menjadi alasan mengapa mata bayi berair. Memahami penyebabnya membantu orang tua menentukan langkah selanjutnya.

Saluran Air Mata Tersumbat (Dacryostenosis)

Ini adalah penyebab paling umum mata bayi berair, terutama pada bayi baru lahir. Saluran air mata, yang dikenal juga sebagai saluran nasolakrimalis, berfungsi mengalirkan air mata dari mata ke hidung. Pada beberapa bayi, katup di saluran ini belum terbuka sempurna saat lahir. Akibatnya, air mata menumpuk di mata dan bisa terlihat seperti belekan bening atau keputihan. Kondisi ini biasanya akan membaik dengan sendirinya seiring waktu, seiring perkembangan bayi.

Infeksi (Konjungtivitis)

Infeksi pada mata, seperti konjungtivitis atau mata merah, bisa menyebabkan mata bayi berair. Konjungtivitis adalah peradangan pada selaput bening yang melapisi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Infeksi bisa disebabkan oleh bakteri atau virus, seringkali menyebabkan mata merah, bengkak, dan produksi belekan yang lengket, bisa berwarna kuning atau hijau. Infeksi ini memerlukan penanganan medis yang tepat.

Alergi

Sama seperti orang dewasa, bayi juga bisa mengalami reaksi alergi yang memengaruhi mata. Alergi dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti debu, serbuk sari, bulu hewan, atau asap. Ketika terpapar alergen, mata bayi bisa menjadi berair, gatal, merah, dan sering disertai bersin. Mengidentifikasi dan menghindari pemicu alergi adalah kunci untuk mengatasinya.

Pilek (Common Cold)

Pilek, atau flu biasa, dapat memengaruhi saluran air mata. Peradangan dan pembengkakan di dalam hidung akibat pilek bisa menghambat aliran normal air mata melalui saluran nasolakrimalis. Hal ini menyebabkan air mata menumpuk di mata dan terlihat berair, seringkali disertai ingus dan gejala pilek lainnya.

Iritasi

Mata bayi yang sensitif dapat teriritasi oleh berbagai zat. Produk perawatan bayi yang tidak cocok, seperti sabun atau sampo yang masuk ke mata, bisa menyebabkan iritasi. Paparan asap rokok, polusi udara, atau bahkan udara kering juga dapat memicu mata berair sebagai respons alami tubuh untuk membersihkan iritan.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Meskipun mata bayi berair seringkali bukan kondisi serius, ada beberapa tanda yang menunjukkan perlunya pemeriksaan medis. Segera konsultasi ke dokter jika bayi mengalami:

  • Belekan berwarna kuning atau hijau kental dan terus-menerus.
  • Mata merah dan bengkak yang tidak membaik.
  • Bayi terlihat sangat rewel, tidak nyaman, atau demam.
  • Terjadi perubahan warna kulit di sekitar mata, seperti kemerahan atau pembengkakan yang meluas.
  • Terlihat adanya benjolan di sudut mata bagian dalam dekat hidung.

Gejala-gejala ini bisa menjadi indikasi adanya infeksi yang lebih serius atau masalah lain yang memerlukan intervensi medis.

Cara Mengatasi Mata Berair pada Bayi di Rumah

Untuk kasus penyumbatan saluran air mata ringan atau iritasi, beberapa langkah dapat dilakukan di rumah untuk membantu meringankan gejala:

  • Bersihkan Mata: Gunakan kapas atau kain lembut bersih yang dibasahi air matang hangat. Seka mata bayi dengan lembut dari sudut dalam mata (dekat hidung) ke arah luar. Gunakan kapas atau kain yang berbeda untuk setiap mata dan setiap kali menyeka.
  • Kompres Hangat: Letakkan kain lembut yang dibasahi air hangat di sudut mata bayi selama beberapa menit. Ini dapat membantu melonggarkan kotoran atau belekan yang menumpuk.
  • Pijat Saluran Air Mata: Pijat lembut area di sudut dalam mata bayi (antara mata dan hidung) dengan jari bersih. Pijat dengan gerakan melingkar atau ke bawah, beberapa kali sehari. Pijatan ini dapat membantu membuka saluran air mata yang tersumbat. Namun, pastikan melakukannya dengan sangat lembut dan hati-hati.

Penting untuk selalu menjaga kebersihan tangan sebelum menyentuh mata bayi.

Pencegahan Mata Berair pada Bayi

Meskipun tidak semua penyebab mata berair dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko:

  • Jaga kebersihan tangan sebelum menyentuh atau membersihkan mata bayi.
  • Hindari paparan asap rokok atau polusi udara yang dapat mengiritasi mata bayi.
  • Gunakan produk perawatan bayi (sabun, sampo) yang diformulasikan khusus untuk bayi dan tidak pedih di mata.
  • Jauhkan bayi dari orang yang sakit, terutama dengan infeksi pernapasan atau mata.

Kesimpulan

Mata bayi berair adalah kondisi yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari penyumbatan saluran air mata yang umum hingga infeksi atau alergi. Meskipun seringkali dapat membaik dengan sendirinya atau dengan perawatan di rumah, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda kapan harus mencari bantuan medis. Jika muncul gejala seperti belekan kuning/hijau, mata merah/bengkak, atau bayi rewel, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Dengan pemahaman yang tepat dan penanganan yang cepat, kesehatan mata bayi dapat terjaga dengan baik. Untuk informasi lebih lanjut atau konsultasi dokter, Halodoc siap menjadi mitra terpercaya Anda.