
Kenapa Mata Gatal dan Berair? Kenali Penyebab dan Solusinya
Kenapa Mata Gatal dan Berair? Ini Penyebab dan Solusinya

Kenapa Mata Gatal dan Berair? Kenali Gejala dan Penyebabnya
Mata gatal dan berair merupakan kondisi medis yang sering memicu rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini terjadi ketika mata bereaksi terhadap iritasi atau gangguan tertentu, yang kemudian direspons oleh otak dengan memproduksi cairan pelumas secara berlebih. Selain rasa gatal, gejala ini sering disertai dengan mata kemerahan, sensasi terbakar, hingga pembengkakan ringan pada area kelopak mata.
Pelepasan zat kimia yang disebut histamin di dalam jaringan mata menjadi pemicu utama munculnya rasa gatal. Histamin diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh sebagai bentuk pertahanan saat mendeteksi adanya benda asing yang dianggap berbahaya. Meskipun merupakan mekanisme perlindungan, proses ini menyebabkan peradangan pada konjungtiva atau selaput bening yang melapisi bagian depan mata.
Penyebab Utama Kenapa Mata Gatal dan Berair
Memahami penyebab spesifik sangat penting untuk menentukan langkah penanganan yang paling efektif. Berbagai faktor lingkungan hingga kondisi medis tertentu dapat menjadi alasan di balik gangguan pada mata. Berikut adalah beberapa penyebab yang paling sering ditemukan dalam praktik medis:
Konjungtivitis Alergi (Allergic Conjunctivitis)
Penyebab paling umum adalah reaksi alergi terhadap partikel di udara seperti serbuk sari, debu ruangan, bulu hewan peliharaan, atau spora jamur. Saat alergen tersebut menyentuh permukaan mata, sel-sel khusus melepaskan histamin yang memicu reaksi peradangan. Selain mata berair dan gatal, pengidap biasanya mengalami pembengkakan pada konjungtiva dan area sekitar kelopak mata.
Infeksi Mata Akibat Mikroorganisme
Infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur dapat memicu peradangan yang signifikan pada jaringan mata. Contoh infeksi ini meliputi konjungtivitis infeksius atau uveitis yang sering ditandai dengan munculnya kotoran mata atau sekret yang kental. Dalam kondisi ini, mata tidak hanya terasa gatal tetapi juga perih dan menjadi sangat sensitif terhadap cahaya matahari atau lampu yang terang.
Sindrom Mata Kering
Mata kering terjadi ketika kelenjar air mata tidak mampu memproduksi cairan pelumas dengan kualitas yang cukup untuk membasahi kornea. Hal ini menyebabkan permukaan mata menjadi kasar dan teriritasi sehingga memicu otak untuk memproduksi air mata darurat secara berlebih. Air mata tersebut biasanya bersifat encer dan tidak mengandung nutrisi pelumas yang cukup, sehingga siklus gatal dan kering terus berlanjut.
Iritasi Akibat Faktor Lingkungan
Paparan polutan seperti asap rokok, asap kendaraan, atau aroma kimia yang tajam dapat langsung mengiritasi selaput mata. Selain itu, kandungan klorin di dalam air kolam renang juga sering menjadi pemicu iritasi kimia bagi mereka yang sering berenang tanpa kacamata pelindung. Penggunaan kosmetik atau produk perawatan wajah yang mengandung bahan kimia keras juga dapat memberikan efek serupa.
Penggunaan Lensa Kontak dan Blefaritis
Lensa kontak yang kotor atau digunakan dalam jangka waktu terlalu lama dapat menyebabkan iritasi kronis dan memicu alergi mata. Sementara itu, blefaritis adalah kondisi peradangan pada tepi kelopak mata yang disebabkan oleh penyumbatan kelenjar minyak. Ketidakseimbangan produksi minyak ini menyebabkan air mata cepat menguap dan memicu rasa gatal serta penumpukan kerak di bulu mata.
Langkah Praktis Menangani Mata Gatal dan Berair di Rumah
Penanganan yang tepat di awal munculnya gejala dapat membantu mencegah iritasi bertambah parah. Fokus utama dari perawatan mandiri adalah meredakan peradangan dan meminimalkan paparan pemicu. Langkah-langkah yang dapat diambil meliputi:
- Menghindari kebiasaan mengucek mata karena tekanan fisik dapat memperparah pelepasan histamin dan menyebabkan luka pada kornea.
- Menggunakan kompres dingin dengan kain bersih yang dibasahi air es untuk menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi rasa bengkak serta gatal.
- Mengaplikasikan obat tetes mata jenis air mata buatan (artificial tears) untuk membilas alergen dan menjaga kelembapan permukaan mata.
- Membersihkan area mata secara rutin dari kotoran atau sisa kosmetik menggunakan pembersih mata yang lembut dan tidak mengandung parfum.
- Menghindari penggunaan lensa kontak sementara waktu dan beralih ke kacamata hingga gejala benar-benar hilang.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Jika gejala mata gatal dan berair disertai dengan rasa nyeri yang tajam, penglihatan menjadi kabur secara mendadak, atau muncul nanah, segera hubungi dokter mata. Infeksi yang tidak ditangani dengan benar berisiko menyebabkan kerusakan permanen pada kornea. Pada kasus infeksi yang lebih luas, seseorang terkadang juga mengalami gejala sistemik seperti demam atau nyeri tubuh yang mengganggu.
Untuk meredakan gejala penyerta seperti nyeri ringan atau kenaikan suhu tubuh akibat reaksi infeksi pada anak-anak, pemberian obat penurun panas dan pereda nyeri dapat dipertimbangkan. Paracetamol bekerja dengan cara menghambat pembentukan prostaglandin sehingga rasa sakit dan demam dapat diredakan secara efektif.
Halodoc menyediakan layanan konsultasi medis secara daring untuk membantu mendiagnosis penyebab kenapa mata gatal dan berair dengan lebih akurat. Melalui konsultasi profesional, pasien bisa mendapatkan resep obat yang tepat, baik berupa tetes mata antibiotik maupun antihistamin. Menjaga kebersihan tangan dan lingkungan adalah cara terbaik untuk mencegah kambuhnya gangguan mata di masa mendatang.


