Ad Placeholder Image

Kenapa Naik Pesawat Telinga Sakit? Ini Lho Alasannya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Alasan Kenapa Naik Pesawat Telinga Sakit, Jangan Panik

Kenapa Naik Pesawat Telinga Sakit? Ini Lho Alasannya!Kenapa Naik Pesawat Telinga Sakit? Ini Lho Alasannya!

Kenapa Naik Pesawat Telinga Sakit? Ini Penjelasannya

Banyak penumpang pesawat mengalami rasa sakit atau tidak nyaman pada telinga, terutama saat lepas landas atau mendarat. Kondisi ini umum terjadi dan seringkali menimbulkan pertanyaan mengenai penyebabnya. Rasa tidak nyaman tersebut bukan tanpa alasan, melainkan merupakan respons alami telinga terhadap perubahan tekanan udara yang cepat.

Telinga sakit saat naik pesawat dikenal sebagai barotrauma telinga. Ini terjadi karena perbedaan tekanan udara yang tidak dapat diimbangi oleh telinga bagian tengah, menyebabkan gendang telinga meregang atau tertarik. Memahami mekanisme di baliknya dapat membantu dalam pencegahan dan penanganannya.

Definisi Barotrauma Telinga

Barotrauma telinga adalah cedera pada telinga yang disebabkan oleh perubahan tekanan udara yang signifikan. Dalam konteks penerbangan, ini terjadi ketika ada ketidakseimbangan antara tekanan udara di luar telinga dan di dalam telinga bagian tengah. Ketidakseimbangan ini membuat gendang telinga tidak dapat bergetar dengan baik, menimbulkan rasa sakit dan sensasi penuh.

Saluran tuba Eustachius berperan penting dalam menyamakan tekanan ini. Saluran ini adalah tabung kecil yang menghubungkan telinga tengah ke bagian belakang hidung dan tenggorokan. Fungsi utamanya adalah menjaga tekanan udara di kedua sisi gendang telinga tetap seimbang.

Gejala Telinga Sakit Saat Naik Pesawat

Gejala barotrauma telinga dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Umumnya, gejala terasa lebih parah saat pesawat mulai turun untuk mendarat.

  • Rasa tidak nyaman atau penuh pada telinga.
  • Nyeri ringan hingga berat pada telinga.
  • Sensasi telinga tersumbat atau berdenging.
  • Pendengaran sedikit menurun atau teredam.
  • Dalam kasus yang lebih parah, bisa terjadi pendarahan ringan dari telinga atau pecahnya gendang telinga.

Penyebab Telinga Sakit Saat Naik Pesawat (Barotrauma)

Penyebab utama kenapa naik pesawat telinga sakit adalah perbedaan tekanan udara yang mendadak. Analisis menunjukkan bahwa kondisi ini terjadi karena tuba Eustachius tidak dapat mengimbangi perubahan tekanan udara eksternal dengan tekanan di dalam telinga tengah secara efisien.

Saat pesawat naik atau turun, tekanan udara di kabin berubah dengan cepat. Tekanan udara di luar telinga berubah, tetapi di dalam telinga tengah cenderung tetap sama jika tuba Eustachius tidak berfungsi optimal.

Perbedaan tekanan ini menyebabkan gendang telinga menonjol ke luar saat tekanan di kabin turun (pesawat naik) atau tertarik ke dalam saat tekanan di kabin meningkat (pesawat turun). Peregangan atau tarikan pada gendang telinga inilah yang menimbulkan rasa sakit, penuh, atau berdenging.

Beberapa faktor dapat memperburuk kondisi ini. Contohnya adalah sedang mengalami pilek, alergi, infeksi sinus, atau infeksi telinga. Kondisi ini dapat menyebabkan tuba Eustachius membengkak dan menyempit, sehingga mempersulit proses penyeimbangan tekanan.

Cara Mengatasi Telinga Sakit Saat di Pesawat

Beberapa teknik sederhana dapat membantu meringankan rasa sakit atau ketidaknyamanan pada telinga selama penerbangan:

  • Menelan: Menelan air, mengunyah permen karet, atau mengisap permen dapat membantu membuka tuba Eustachius.
  • Menguap: Menguap secara sengaja juga efektif dalam membuka tuba Eustachius.
  • Teknik Valsalva: Jepit hidung, tutup mulut, dan hembuskan napas perlahan seperti ingin meniup hidung. Lakukan dengan lembut untuk menghindari kerusakan.
  • Penggunaan Semprot Hidung: Jika mengalami pilek atau alergi, gunakan dekongestan semprot hidung sebelum penerbangan untuk membantu membuka saluran tuba Eustachius.

Pencegahan Barotrauma Telinga Saat Penerbangan

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah proaktif dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko telinga sakit saat naik pesawat:

  • Hindari tidur saat pesawat lepas landas atau mendarat agar dapat secara aktif melakukan teknik penyeimbangan tekanan.
  • Gunakan dekongestan oral atau semprot hidung sekitar 30-60 menit sebelum lepas landas jika memiliki riwayat masalah sinus atau alergi.
  • Gunakan penyumbat telinga khusus pesawat yang dirancang untuk mengatur perubahan tekanan udara secara bertahap.
  • Hindari bepergian dengan pesawat jika sedang mengalami infeksi telinga atau sinus parah.

Kapan Harus ke Dokter Setelah Naik Pesawat?

Meskipun barotrauma telinga umumnya sembuh dengan sendirinya, beberapa kondisi memerlukan perhatian medis. Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala seperti nyeri telinga yang parah dan terus-menerus, vertigo, pendarahan dari telinga, atau gangguan pendengaran yang tidak membaik dalam beberapa jam atau hari setelah penerbangan.

Penting untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Kondisi seperti ini bisa menunjukkan adanya gendang telinga pecah atau cedera lain yang memerlukan intervensi medis.

Memahami penyebab dan cara penanganan telinga sakit saat di pesawat dapat membuat perjalanan lebih nyaman. Jika gejala berlanjut atau memburuk, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional medis. Tim ahli di Halodoc siap memberikan rekomendasi medis praktis dan penanganan yang tepat untuk menjaga kesehatan telinga selama dan setelah penerbangan.