13 February 2019

Kenapa Pemeriksaan USG 4D Harus Dilakukan?

Kenapa Pemeriksaan USG 4D Harus Dilakukan?

Halodoc, Jakarta - Ultrasonografi atau yang biasa dikenal sebagai USG, merupakan teknik menampilkan gambar atau citra dari kondisi bagian dalam tubuh. Alat medis ini memanfaatkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi untuk mengambil gambar tubuh bagian dalam. Misalnya, organ tubuh atau jaringan lunak.

Dalam kehamilan, USG menjadi prosedur pemeriksaan medis yang umum dilakukan ibu hamil. USG ini sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu 2D, 3D, dan 4D. Pertanyannya, kapan sih waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan USG 4D ini?

Baca juga:USG 2D, 3D dan 4D, Apa Bedanya?

Bergantung Alasan Medis

Pemeriksaan USG biasanya dilakukan atas rekomendasi dokter. Teknologi USG terbilang aman, karena tak memancarkan radiasi. Di samping itu, pemeriksaan ini merupakan prosedur yang aman dan tak memiliki efek samping atau komplikasi serius jangka panjang. Tapi, ada kalanya pemeriksaan ini dapat menyebabkan sensasi panas sementara pada lokasi pemeriksaan saat dilakukan. Lalu, kenapa sih pemeriksaan USG jenis 4D perlu dilakukan?

Sebenarnya, USG jenis ini dianjurkan pada wanita hamil beresiko tinggi, yaitu wanita hamil di usia lebih dari 35 tahun. Dianjurkan pula pada mereka yang memiliki riwayat kelainan bawaan lahir, mengidap diabetes, dan ditemukan masalah kehamilan saat pemeriksaan USG 2D atau 3D. Tapi karena keunggulannya, banyak wanita hamil yang menginginkan pemeriksaan USG 4D meski tanpa masalah kehamilan.

Baca juga:Ibu Hamil, Pilih USG 3D atau USG 4D?

Dokter bisa melakukan USG jenis ini kapan pun, baik di awal kehamilan, pertengahan, maupun menjelang persalinan. Nah, berikut beberapa alasan yang membuat dokter merekomendasikan pemeriksaan USG berdasarkan usia kehamilan:

1. Trimester Pertama

USG di trimester pertama dilakukan untuk memastikan kehamilan, mengetahui usia kehamilan, hingga memeriksa adanya kemungkinan terjadinya kehamilan ektopik.

2. Trimester Kedua

Di trimester ini, USG dilakukan untuk membantu dokter mendiagnosis kelainan struktur tubuh janin, mengukur perkembangan janin, hingga kemungkinan kematian janin di dalam kandungan.

3. Trimester Ketiga

Di trimester ketiga USG ini bertujuan untuk mengetahui posisi plasenta, mengamati posisi janin dan pergerakannya, hingga memeriksa kelainan pada rahim dan panggul ibu.

Kelebihan USG 4D

Ketimbang USG 2D dan 3D, USG 4D mampu menyajikan gambar bergerak, seperti video. Dengan begitu, ibu bisa melihat aktivitas janin secara lebih jelas. Misalnya, saat menguap, tersenyum, ataupun melakukan gerakan lainnya. Enggak cuma itu saja, ibu juga bisa kok melihat bagian tubuh janin secara lebih nyata.

USG empat dimensi ini juga bisa membantu dokter kandungan untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan atau abnormalitas pada janin dan kondisi organ-organ janin. Nah, dengan begitu dokter bisa segera melakukan langkah-langkah penanganan.

Yang perlu diingat, ibu hamil amat tidak disarankan untuk melakukan USG tanpa tujuan medis, apalagi dilakukan oleh tenaga non-profesional. Lalu, manfaat apa sih yang diperoleh dari pemeriksaan ini?

Baca juga:Inilah Perbedaan antara USG 3D dan USG 4D

Menurut kacamata kedokteran, USG 4D lebih detail dan efektif ketimbang 2D. Misalnya, dalam melihat kelainan atau cacat lahir yang terjadi pada janin. Contohnya, bibir sumbing yang akan sulit terlihat pada USG standar atau 2D.

Nah, berikut manfaat USG janin, baik 2D, 3D, atau pun 4D:

  • Memastikan kehamilan dan lokasi janin.

  • Menentukan usia kehamilan.

  • Mengetahui jumlah janin dalam kandungan, seperti mendeteksi kehamilan kembar.

  • Mendeteksi kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim).

  • Mengidentifikasi cacat lahir pada janin.

  • Mengevaluasi pertumbuhan janin selama kehamilan

  • Memantau pergerakan dan denyut jantung janin.

  • Mengevaluasi kondisi plasenta dan cairan ketuban.

Baca juga:Inilah Perbedaan antara USG 3D dan USG 4D

Mau tau lebih jauh mengenai pemeriksaan USG 2D, 3D, hingga 4D? Ibu bisa kok bertanya langsung kepada dokter spesialis kandungan melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!