Kenapa Pemeriksaan USG Doppler Harus Dilakukan?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kenapa Pemeriksaan USG Doppler Harus Dilakukan?

Halodoc, Jakarta - Selain jenis USG 2D, 3D, dan 4D, ada pula USG Doppler yang bisa digunakan untuk mendeteksi kesehatan ibu hamil dan janinnya. Doppler sendiri merupakan alat pemeriksaan kesehatan yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi (ultrasonografi), untuk memperkirakan kondisi aliran darah melalui pembuluh darah.

Lalu, apa bedanya metode Doppler dan USG pada umumnya? Nah, USG umumnya menggunakan gelombang suara hanya untuk menghasilkan gambar. Sedangkan USG Doppler, dapat digunakan untuk memantau aliran darah. Nah, inilah yang bermanfaat untuk menentukan diagnosis beragam penyakit, terutama yang berhubungan dengan pembuluh darah.

Baca juga:Begini Prosedur Penggunaan USG Doppler yang Umum

Pertanyaannya, kenapa sih pemeriksaan USG Doppler ini perlu dilakukan?

USG Doppler Untuk Mendeteksi Jenis Penyakit

Sebenarnya pemeriksaan jenis USG ini dilakukan untuk mendeteksi beberapa jenis penyakit. Sesuai dengan kondisi yang dapat diketahui melalui efek Doppler, berikut penyakit yang bisa dideteksi menggunakan teknologi Doppler:

  • Penyempitan yang terjadi pada pembuluh darah di bagian leher atau stenosis karotis, DVT, atau penyumbatan pada pembuluh darah vena.

  • Gangguan kesehatan aterosklerosis atau penyempitan maupun penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah arteri.

  • Penyempitan arteri pada bagian kaki yang terjadi karena sirkulasi darah ke kaki berkurang atau disebut arteri perifer

  • Mendeteksi adanya tumor yang tumbuh pada pembuluh darah bagian lengan atau kaki.

  • Gangguan medis terkait jantung, seperti sakit jantung bawaan.

Baca juga:Pembuluh Darah Bermasalah, Saatnya USG Doppler

Mirip Prosedur USG Lainnya

Sebenarnya, prosedur Doppler ini tak berbeda jauh dengan USG 2D, 3D, dan 4D. Pertama-tama, dokter akan mengoleskan gel dingin pada permukaan kulit di area tubuh yang diperiksa. Lalu, transduser atau alat pindai genggam diletakkan di atas permukaan kulit yang telah diolesi gel untuk memulai melakukan pemindaian. Alat ini melakukan pengiriman gelombang suara yang selanjutnya diperkuat dengan menggunakan mikrofon.

Kemudian, gelombang suara ini memantul jika bertemu dengan benda padat, tidak terkecuali sel darah. Kondisi ini bisa membantu memantau pergerakan sel darah ketika terjadi perubahan nada pantul pada gelombang suara yang dikenal efek Doppler. Gelombang suara ini yang membuat dokter mampu melakukan penilaian terhadap sirkulasi darah yang normal maupun tidak.

Baca juga:Ini Bedanya USG Doppler dengan USG Biasa

Adapun kondisi yang bisa terdeteksi dengan metode USG Doppler, antara lain:

  • Gumpalan yang terjadi pada pembuluh darah. Apabila gumpalan ini terlepas membuat sirkulasi darah pada bagian organ vital menjadi terhambat, seperti pada organ paru-paru.

  • Sirkulasi darah pada pembuluh darah arteri dan vena pada bagian leher, lengan, dan kaki.

  • Membantu melakukan pengecekan terhadap aliran darah janin khusus untuk ibu hamil yang sekaligus bisa digunakan untuk memantau perkembangan sang janin.

  • Adanya gumpalan darah yang menyebabkan aliran darah menjadi terhambat. Kondisi ini bisa memicu terjadinya stroke.

Pemeriksaan Doppler bisa dijadikan alternatif dari pemeriksaan pada pembuluh darah, seperti angiografi, yang sifatnya lebih invasif karena membutuhkan tindakan penyuntikan sebelumnya. Prosedur USG Doppler umumnya nyaman, tidak berbahaya, dan tidak membutuhkan waktu lama untuk dilakukan. Bahkan, pemeriksaan ini aman untuk janin yang ada di dalam rahim.

Mau tahu lebih jauh mengenai USG Doppler? Ibu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!