Ad Placeholder Image

Kenapa Perut Bayi Bunyi Seperti Orang Lapar? Normal Kok!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   13 Mei 2026

Perut Bayi Bunyi Seperti Lapar? Ini Dia 5 Penyebabnya

Kenapa Perut Bayi Bunyi Seperti Orang Lapar? Normal Kok!Kenapa Perut Bayi Bunyi Seperti Orang Lapar? Normal Kok!

Mengapa Perut Bayi Bunyi Seperti Orang Lapar? Ini Penjelasannya

Suara “krucuk-krucuk” dari perut bayi kerap membuat orang tua khawatir, sering kali diinterpretasikan sebagai tanda lapar. Padahal, perut bayi yang berbunyi seperti orang lapar ini adalah fenomena umum yang seringkali normal. Gerakan usus bayi yang aktif mendorong makanan, cairan, dan gas di dalam sistem pencernaannya merupakan penyebab utama munculnya suara tersebut. Ditambah lagi, dinding perut bayi yang masih tipis membuat suara-suara internal ini terdengar lebih jelas dibandingkan pada orang dewasa.

Memahami penyebab di balik suara perut bayi dapat membantu orang tua membedakan antara kondisi normal dan potensi masalah kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

Penjelasan Umum tentang Bunyi Perut Bayi

Bunyi perut, atau borborygmi dalam istilah medis, adalah hasil dari gerakan peristaltik usus. Peristaltik adalah kontraksi otot-otot di saluran pencernaan yang bergerak seperti gelombang untuk mendorong isi usus. Pada bayi, sistem pencernaan mereka masih berkembang dan sangat aktif.

Gerakan ini, bersama dengan udara dan cairan yang ada di usus, menciptakan suara yang dapat bervariasi dari gemericik halus hingga “krucuk-krucuk” yang lebih keras. Karena dinding perut bayi lebih tipis dan sedikit lemak, suara-suara ini lebih mudah terdengar dari luar.

Penyebab Umum Perut Bayi Bunyi Seperti Orang Lapar

Ada beberapa alasan mengapa perut bayi sering bunyi seperti orang lapar, sebagian besar adalah proses fisiologis yang normal. Berikut adalah penyebab-penyebab umumnya:

  • Perut Kosong (Lapar)

    Ini adalah penyebab paling sering terpikirkan oleh orang tua. Ketika perut bayi kosong, usus tetap bergerak untuk membersihkan sisa makanan dan cairan, proses ini dikenal sebagai migrating motor complex. Gerakan ini menimbulkan suara “krucuk-krucuk” yang sering diartikan sebagai tanda lapar. Bayi mungkin juga menunjukkan tanda lapar lainnya seperti gelisah atau mencari puting susu.

  • Proses Pencernaan Aktif

    Setelah bayi menyusu ASI atau susu formula, sistem pencernaannya mulai bekerja aktif untuk memecah nutrisi. Gerakan usus yang intens selama proses pencernaan ini akan menghasilkan bunyi. Ini adalah tanda bahwa sistem pencernaan bayi berfungsi dengan baik dalam mengolah asupan.

  • Menelan Udara

    Bayi sering menelan udara saat menyusu, menangis, atau bahkan saat mengisap empeng. Udara yang tertelan ini kemudian bergerak melalui saluran pencernaan dan dapat menimbulkan suara saat bercampur dengan cairan dan makanan. Udara berlebih juga bisa menyebabkan bayi merasa kembung atau tidak nyaman.

  • Gas Berlebih atau Kembung

    Gas dapat terbentuk di perut bayi karena beberapa alasan, seperti posisi menyusu yang kurang tepat sehingga banyak udara masuk, atau reaksi terhadap jenis susu formula tertentu. Akumulasi gas ini dapat menyebabkan perut bayi terasa kencang dan sering mengeluarkan suara saat gas bergerak dalam usus. Kondisi ini biasanya akan membuat bayi menjadi sedikit rewel atau tidak nyaman.

Kapan Perlu Waspada Terhadap Bunyi Perut Bayi?

Meskipun seringkali normal, ada kondisi tertentu di mana bunyi perut bayi harus diwaspadai. Orang tua perlu memperhatikan jika bunyi perut disertai dengan gejala-gejala berikut:

  • Rewel Hebat atau Menangis Berlebihan

    Jika bayi menangis tak henti-hentinya atau menunjukkan ketidaknyamanan yang ekstrem, ini bisa menjadi tanda masalah pencernaan atau kondisi lain yang lebih serius.

  • Diare

    Perubahan konsistensi tinja menjadi sangat cair dan sering, terutama jika disertai darah atau lendir, adalah tanda bahaya.

  • Muntah Berulang

    Muntah yang menyembur (proyektil) atau muntah yang terjadi secara berulang bukan hanya sekadar gumoh, bisa mengindikasikan masalah.

  • Perut Keras dan Kembung

    Perut yang terasa tegang dan keras saat disentuh, terutama jika tidak disertai kentut atau buang air besar, bisa menjadi tanda penumpukan gas berlebih atau kondisi lebih serius.

  • Demam atau Lesu

    Setiap perubahan perilaku yang signifikan, seperti lesu, tidak mau menyusu, atau demam, memerlukan perhatian medis segera.

Jika bayi menunjukkan salah satu dari gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

Tips Mengatasi dan Mencegah Perut Bayi Bunyi Akibat Hal Tidak Normal

Untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan pada bayi dan memastikan kesehatan pencernaannya, beberapa langkah dapat dilakukan:

  • Pastikan Bayi Cukup Menyusu

    Menawarkan ASI atau susu formula secara teratur dapat mencegah perut bayi kosong terlalu lama dan mengurangi rasa lapar.

  • Perhatikan Posisi Menyusu

    Pastikan bayi menempel dengan benar pada payudara atau botol untuk meminimalkan udara yang tertelan. Posisikan kepala bayi lebih tinggi dari perut saat menyusu.

  • Sendawakan Bayi

    Setelah menyusu, sendawakan bayi untuk mengeluarkan udara yang mungkin tertelan. Ini dapat mengurangi risiko kembung dan ketidaknyamanan.

  • Pijat Lembut Perut Bayi

    Pijatan lembut searah jarum jam pada perut bayi dapat membantu gas bergerak keluar dari usus dan meredakan kembung.

  • Periksa Formula Susu

    Jika bayi mengonsumsi susu formula dan sering kembung, konsultasikan dengan dokter anak mengenai kemungkinan mengganti jenis formula.

  • Waspada terhadap Makanan Ibu

    Untuk ibu menyusui, beberapa makanan yang dikonsumsi dapat menyebabkan gas pada bayi. Jika dicurigai ada kaitan, coba eliminasi makanan tersebut dari diet.

Kesimpulan

Bunyi perut pada bayi, yang sering diartikan sebagai tanda lapar, umumnya adalah bagian normal dari proses pencernaan. Gerakan usus yang aktif dan dinding perut yang tipis menyebabkan suara ini terdengar lebih jelas. Namun, penting bagi orang tua untuk selalu memantau kondisi bayi. Jika bunyi perut disertai dengan gejala lain seperti rewel hebat, diare, muntah, atau perut yang keras, segera cari bantuan medis. Untuk konsultasi lebih lanjut atau jika memiliki kekhawatiran tentang kesehatan pencernaan bayi, segera gunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter anak yang terpercaya.