13 April 2018

Kerja Keras Itu Perlu, Kenali Dampaknya Bagi Kesehatan

Kerja Keras Itu Perlu, Kenali Dampaknya Bagi Kesehatan

Halodoc, Jakarta – Sebagai tuntutan hidup di perkotaan, kamu yang berprofesi sebagai pekerja kantoran pasti sudah enggak kaget lagi dengan lembur yang berakibat mengurangi waktu tidur kamu. Apalagi jika ditambah dengan pola makan dan gaya hidup yang kurang baik, bukan tidak mungkin penyakit seperti stroke, tekanan darah tinggi, serangan jantung, depresi, dan cemas berlebih akan mengintai kamu, lho!

Sebuah studi mengungkapkan bahwa orang yang bekerja 55 jam perminggu memiliki risiko 1,3 kali lebih tinggi untuk terserang stroke dari pada orang yang bekerja dengan waktu normal. Bekerja lembur sejujurnya sah-sah saja jika dilakukan. Namun, alangkah lebih baiknya jika dibarengi dengan jam tidur yang juga tetap berjalan normal. Apabila kamu masih tidak bisa mengimbangi hal ini, hati-hatilah terhadap beragam risiko yang mungkin terjadi berikut!

  1. Gangguan Pencernaan

Akibat pekerjaan menumpuk, biasanya kamu akan memiliki kebiasaan yang buruk, seperti waktu makan yang tidak teratur, terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji, dan kurang minum air putih. Hal ini akan membuat kamu menjadi mudah terserang diare, mual, dan konstipasi.

  1. Kecanduan Kopi

Bekerja lembur menuntut kamu untuk selalu fokus dan terjaga dari pagi hingga malam, maka dari itu kopi dapat menjadi alternatif agar dapat selalu fokus pada pekerjaan. Namun, penelitian mengungkapkan bahwa kafein yang terkandung di dalam kopi memiliki sifat adiktif dan dapat merusak kesehatan di masa depan. Kecanduan kafein ini juga berhubungan dengan timbulnya rasa cemas berlebihan dan gangguan tidur.

  1. Penyakit Jantung

Sebuah hasil penelitian yang dimuat American Journal of Epidemiology menyebutkan bahwa bekerja lembur telah meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 80 persen. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pekerja yang sering lembur menjadi lebih rentan akan terserang stroke dan serangan jantung apabila tidak dibarengi dengan pola makan dan gaya hidup yang baik. Bekerja lembur telah memberikan para pekerja tekanan yang lebih besar, mereka menjadi mudah stres dan memiliki tekanan darah yang tinggi sehingga mengundang dua penyakit tadi.

  1. Insomnia

Bekerja lembur akan mengurangi waktu tidur dan menyebabkan kamu mengabaikan betapa pentingnya kualitas dan kuantitas tidur yang kamu miliki. Fokus kamu hanya akan tertuju pada pekerjaan sehingga kamu akan sulit memulai tidur dan menjaga waktu tidur.

  1. Diabetes

Akibat pola makan yang tidak sehat, kamu menjadi tidak memerhatikan asupan gizi yang masuk ke tubuh kamu. Makanan cepat saji dan camilan yang mengandung banyak gula dan bahan pengawet akan menjadi alternatif saat kamu sedang sibuk. Padahal tubuh kamu membutuhkan nutrisi lain untuk dapat menjaga kesehatan. Apalagi dengan kebiasaan duduk lama dan jarang melakukan olahraga, zat gula akan menumpuk di tubuh kamu dan siap meyerang sewaktu-waktu.

  1. Obesitas

Sejumlah studi menunjukan bahwa orang yang sering bekerja lembur akan rentan terkena obesitas dari pada mereka yang tidak bekerja lembur. Kerja lembur juga telah menurunkan kadar leptin, yaitu hormon yang membantu menjaga nafsu makan. Sama halnya dengan diabetes, obesitas terjadi akibat kesulitan mengontrol asupan yang masuk dan kurangnya olahraga.

  1. Depresi

Akibat jam tidur yang berkurang, dan terlalu lama berada di lingkungan kantor akan memicu kamu menjadi depresi. Sebuah penelitian selama 5 tahun pun mengungkapkan bahwa pekerja yang bekerja selama 55 jam per minggu akan meingkatkan depresi sebanyak 1,66 kali lebih tinggi dari pada mereka yang tidak. Selain itu risiko kecemasan pun dapat meningkat sebanyak 1,74 kali lebih tinggi. (Baca juga: 4 Tanda Harus Cuti Kerja Sekarang Juga)

Untuk menjaga kesehatan kamu di masa kini dan mendatang, alangkah lebih baik untuk bekerja dengan waktu yang normal. Hal ini akan membantu kamu untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan membantu kamu menjaga pola makan dan gaya hidup. Untuk mengetahui dampak lain akibat bekerja lembur, kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk berdiskusi mengenai masalah tersebut. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.