halodoc-banner
  • Kamus Kesehatan A-Z
  • Perawatan Khusus keyboard_arrow_down
  • Cek Kesehatan Mandiri keyboard_arrow_down
close
halodoc-logo
Download app banner

sign-in logo Masuk

home icon Beranda


Layanan Utama

keyboard_arrow_down
  • Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

  • Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

  • Homecare icon

    Homecare

  • Asuransiku icon

    Asuransiku

  • Haloskin icon

    Haloskin

  • Halofit icon

    Halofit

Layanan Khusus

keyboard_arrow_down
  • Kesehatan Kulit icon

    Kesehatan Kulit

  • Kesehatan Seksual icon

    Kesehatan Seksual

  • Kesehatan Mental icon

    Kesehatan Mental

  • Kesehatan Hewan icon

    Kesehatan Hewan

  • Perawatan Diabetes icon

    Perawatan Diabetes

  • Kesehatan Jantung icon

    Kesehatan Jantung

  • Parenting icon

    Parenting

  • Layanan Bidan icon

    Layanan Bidan

Cek Kesehatan Mandiri

keyboard_arrow_down
  • Cek Stres icon

    Cek Stres

  • Risiko Jantung icon

    Risiko Jantung

  • Risiko Diabetes icon

    Risiko Diabetes

  • Kalender Kehamilan icon

    Kalender Kehamilan

  • Kalender Menstruasi icon

    Kalender Menstruasi

  • Kalkulator BMI icon

    Kalkulator BMI

  • Pengingat Obat icon

    Pengingat Obat

  • Donasi icon

    Donasi

  • Tes Depresi icon

    Tes Depresi

  • Tes Gangguan Kecemasan icon

    Tes Gangguan Kecemasan


Kamus Kesehatan

Artikel

Promo Hari Ini

Pusat Bantuan

Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

search
Home
Kesehatan
search
close
Ad Placeholder Image

Atrial Flutter

REVIEWED_BY  Redaksi Halodoc  
undefinedundefined

Daftar Isi:

  1. Apa Itu Atrial Flutter?
  2. Gejala Atrial Flutter
  3. Penyebab dan Faktor Risiko Atrial Flutter
  4. Diagnosis Atrial Flutter
  5. Pengobatan Atrial Flutter
  6. Komplikasi Atrial Flutter
  7. Pencegahan Atrial Flutter
  8. Kapan Harus ke Dokter?
  9. Pertanyaan Seputar Atrial Flutter
  10. Kesimpulan

Apa Itu Atrial Flutter?

Atrial flutter adalah aritmia supraventrikular yang berarti gangguan irama jantung berasal dari atas ventrikel (bilik bawah jantung).

Kondisi ini ditandai dengan aktivitas elektrik yang cepat dan terorganisir di atrium, menyebabkan atrium berkontraksi dengan sangat cepat, biasanya antara 250 hingga 350 denyut per menit (bpm).

Denyut yang cepat ini dapat menyebabkan ventrikel juga berdenyut lebih cepat dari normal, meskipun seringkali tidak secepat atrium.

Kondisi ini berbeda dengan fibrilasi atrium, di mana aktivitas listrik di atrium tidak teratur dan kacau.

Pada atrial flutter, aktivitas listrik lebih teratur, menciptakan pola “flutter” yang khas pada elektrokardiogram (EKG).

Gejala Atrial Flutter

Gejala atrial flutter bervariasi pada tiap individu. Beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala sama sekali, sementara yang lain mengalami gejala yang signifikan. Gejala umum meliputi:

  • Palpitasi: Sensasi jantung berdebar kencang, tidak teratur, atau seolah-olah “bergetar” di dada.
  • Sesak napas: Terutama saat beraktivitas atau berbaring.
  • Kelelahan: Merasa lelah atau lemah tanpa alasan yang jelas.
  • Pusing atau pening: Sensasi kepala ringan atau merasa akan pingsan.
  • Nyeri dada: Rasa tidak nyaman atau nyeri di dada.
  • Kecemasan: Perasaan gelisah atau panik.

Pada kasus yang parah, atrial flutter dapat menyebabkan:

  • Pingsan (sinkop): Kehilangan kesadaran secara tiba-tiba.
  • Gagal jantung: Jantung tidak mampu memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
  • Stroke: Terjadi jika gumpalan darah terbentuk di jantung dan kemudian bergerak ke otak.

Penyebab dan Faktor Risiko Atrial Flutter

Atrial flutter umumnya disebabkan oleh masalah pada sirkuit elektrik di atrium kanan. Sirkuit ini menyebabkan sinyal listrik berputar-putar dalam pola yang teratur, menyebabkan atrium berdenyut dengan sangat cepat.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan atau meningkatkan risiko atrial flutter meliputi:

  • Penyakit jantung: Penyakit jantung koroner, gagal jantung, penyakit katup jantung, atau riwayat serangan jantung.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi): Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko aritmia.
  • Penyakit paru-paru: Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) atau emboli paru.
  • Hipertiroidisme: Kelenjar tiroid yang terlalu aktif.
  • Konsumsi alkohol berlebihan: Konsumsi alkohol yang berat dan kronis.
  • Operasi jantung sebelumnya: Operasi jantung dapat menyebabkan perubahan pada jaringan jantung yang meningkatkan risiko aritmia.
  • Usia lanjut: Risiko atrial flutter meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Diabetes: Kadar gula darah tinggi dapat merusak jantung dan meningkatkan risiko aritmia.
  • Obesitas: Kelebihan berat badan dapat membebani jantung dan meningkatkan risiko berbagai masalah jantung, termasuk atrial flutter.

Cari tahu lebih lanjut mengenai Penyakit Jantung – Gejala, Penyebab, dan Pengobatan. 

Diagnosis Atrial Flutter

Diagnosis atrial flutter melibatkan evaluasi medis dan pemeriksaan penunjang. Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang yang umum dilakukan meliputi:

  • Elektrokardiogram (EKG): Merekam aktivitas listrik jantung dan dapat menunjukkan pola “flutter” yang khas.
  • Holter monitor: EKG portabel yang dipakai selama 24-48 jam untuk merekam aktivitas jantung selama periode waktu yang lebih lama.
  • Ekokardiogram: Menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar jantung dan menilai struktur serta fungsi jantung.
  • Studi elektrofisiologi (EP): Prosedur invasif di mana kateter dimasukkan ke dalam jantung untuk memetakan aktivitas listrik dan mengidentifikasi sumber aritmia.

Pengobatan Atrial Flutter

Tujuan pengobatan atrial flutter adalah untuk mengembalikan irama jantung normal, mengendalikan denyut jantung, dan mencegah komplikasi.

Pilihan pengobatan meliputi:

Prosedur medis

  • Kardioversi. Prosedur di mana sengatan listrik diberikan ke jantung untuk mengembalikan irama normal.
  • Ablasi kateter: prosedur medis untuk mengatasi gangguan irama jantung (aritmia) dengan menggunakan kateter.

Obat-obatan

  • Obat antiaritmia: Membantu mengendalikan irama jantung.
  • Obat pengontrol denyut jantung: Membantu memperlambat denyut jantung.
  • Antikoagulan: Mencegah pembentukan gumpalan darah dan mengurangi risiko stroke.

Komplikasi Atrial Flutter

Jika tidak diobati, atrial flutter dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk:

  • Stroke: Gumpalan darah dapat terbentuk di jantung dan bergerak ke otak, menyebabkan stroke.
  • Gagal jantung: Jantung tidak mampu memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
  • Kardiomiopati: Jantung menjadi lemah dan membesar.
  • Kematian mendadak: Dalam kasus yang jarang terjadi.

Mau tahu apa saja pilihan obat jantung dengan resep dan anjuran dokter? Ini 5 Rekomendasi Obat Jantung yang Efektif di Apotek.

Pencegahan Atrial Flutter

Meskipun tidak semua kasus atrial flutter dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko:

  • Mengelola penyakit jantung: Kontrol tekanan darah tinggi, kadar kolesterol, dan penyakit jantung lainnya.
  • Menjaga gaya hidup sehat: Makan makanan yang sehat, berolahraga secara teratur, dan menjaga berat badan yang sehat.
  • Hindari alkohol dan kafein berlebihan: Konsumsi alkohol dan kafein yang berlebihan dapat memicu aritmia.
  • Berhenti merokok: Merokok dapat merusak jantung dan meningkatkan risiko aritmia.
  • Mengelola stres: Stres dapat memicu aritmia pada beberapa orang.
  • Tidur yang cukup: Kurang tidur dapat meningkatkan risiko aritmia.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala atrial flutter, terutama jika disertai dengan:

  • Nyeri dada.
  • Sesak napas parah.
  • Pusing atau pingsan.
  • Denyut jantung sangat cepat atau tidak teratur.

Penting untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat untuk mencegah komplikasi serius.

Pertanyaan Seputar Atrial Flutter

  • Apakah atrial flutter berbahaya?

Atrial flutter bisa berbahaya jika tidak diobati, karena dapat meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, dan komplikasi lainnya.

  • Bisakah atrial flutter sembuh?

Dengan pengobatan yang tepat, seperti ablasi kateter, atrial flutter seringkali dapat disembuhkan.

  • Apakah atrial flutter sama dengan fibrilasi atrium?

Tidak, atrial flutter dan fibrilasi atrium adalah dua jenis aritmia yang berbeda. Pada atrial flutter, aktivitas listrik di atrium lebih teratur dibandingkan dengan fibrilasi atrium.

  • Apa yang harus dilakukan jika mengalami palpitasi?

Jika mengalami palpitasi, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Kesimpulan

Atrial flutter adalah gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan berbagai gejala dan komplikasi.

Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.

Jika kamu mengalami gejala atrial flutter, segera konsultasikan dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.

Jangan tunda, karena kesehatan jantung dalah prioritas utama.

Konsultasi dengan dokter kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc.

Produknya 100% asli original dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.

Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Atrial Flutter – Symptoms and Causes. 
NIH. Diakses pada 2025. Atrial Flutter. 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Atrial Flutter: Symptoms & Treatment.

TRENDING_TOPICS

VIEW_ALL
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp