Alkalosis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Alkalosis 

Alkalosis adalah kondisi ketika cairan dalam tubuh, terutama darah, mengeluarkan atau mengandung terlalu banyak basa (alkali). Kebalikan dari alkalosis biasa dikenal dengan asidosis.

 

Faktor Risiko Alkalosis 

Berikut faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko terjadinya alkalosis, yaitu:

    • Penyakit paru kronis;
    • Infeksi pada paru kronis;
    • Penyakit ginjal kronis;
    • Cedera ginjal akut;
    • Kehilangan cairan yang sangat banyak (dehidrasi).

 

Penyebab Alkalosis 

Ginjal dan paru-paru memegang peranan penting dari keseimbangan kadar pH dalam tubuh kita. Penurunan karbon dioksida yang bersifat asam dalam paru-paru, atau peningkatan bikarbonat yang bersifat basa dalam ginjal dapat menyebabkan kondisi alkalosis.

Terdapat dua jenis alkalosis, yaitu:

  • Alkalosis respiratorik, terjadi karena rendahnya kadar karbon dioksida dalam darah. Hal ini disebabkan oleh:
  1. Demam;
  2. Berada pada ketinggian yang sangat tinggi;
  3. Kurangnya oksigen;
  4. Penyakit hati/liver kronis;
  5. Penyakit paru-paru;
  6. Keracunan aspirin.
  • Alkalosis metabolik, terjadi karena banyaknya bikarbonat dalam darah. Hal ini terjadi karena penyakit ginjal tertentu.

 

Gejala Alkalosis 

Gejala yang timbul dari alkalosis adalah sebagai berikut:

    • Kebingungan;
    • Tremor, atau bergetar pada tangan;
    • Silau dan nyeri kepala;
    • Otot bergetar;
    • Mual, muntah;
    • Kebas pada daerah wajah, tangan atau kaki.

 

Diagnosis Alkalosis 

Dokter melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang untuk menegakkan diagnosis alkalosis. Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain:

    • Analisis gas darah. Dilakukan untuk melihat kadar pH dari darah arteri dan konsentrasi karbon dioksida dan oksigen dalam darah.
    • Pemeriksaan elektrolit dalam darah.
    • Urinalisa.
    • Pemeriksaan pH urine.

 

Komplikasi Alkalosis 

Komplikasi yang dapat terjadi jika kondisi alkalosis tidak mendapatkan penanganan yaitu:

  • Gangguan irama jantung (jantung berdegup terlalu cepat, terlalu lambat, atau bahkan tidak teratur).
  • Koma, tidak sadarkan diri.
  • Ketidakseimbangan elektrolit (seperti rendahnya kadar natrium).

 

Pengobatan Alkalosis 

Untuk mengobati alkalosis, penyebab utama dari alkalosis harus lebih dulu ditemukan, di antaranya:

    • Alkalosis yang disebabkan oleh pengambilan napas yang berlebihan (hiperventilasi) seperti pada orang sesak napas karena penyakit paru kronis, dapat diberikan terapi oksigen untuk meningkatkan masukan oksigen dalam darah dan menjaga kadar karbon dioksida dalam batas yang normal.
    • Pemberian obat-obatan dapat dilakukan apabila terjadi ketidakseimbangan elektrolit. Kondisi tersebut, dapat dikoreksi dengan pemberian natrium, kalium atau agen elektrolit lainnya.

 

Pencegahan Alkalosis 

Pencegahan bergantung dari penyebab alkalosis itu sendiri. Seseorang dengan kondisi ginjal yang baik dan tidak ada masalah pada paru, cenderung tidak memiliki kemungkinan untuk terjadinya alkalosis. Menjaga kondisi ginjal dan paru-paru dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya alkalosis.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera kunjungi dokter apabila mengalami gejala seperti hilang atau menurunnya kesadaran, perburukan gejala dari alkalosis, kejang, dan kesulitan bernapas yang sangat berat. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit sesuai domisili kamu di sini.