• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Amaurosis Fugax

Amaurosis Fugax

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Amaurosis Fugax - Pengertian, Gejala, dan Cara Mengobatinya | Halodoc

Pengertian Amaurosis Fugax

Amaurosis fugax adalah kondisi kehilangan penglihatan dalam periode waktu yang singkat. Penyakit ini dapat terjadi pada satu atau kedua mata karena kurangnya aliran darah menuju retina mata. Kondisi ini biasanya terjadi secara mendadak dan menghilang dalam waktu beberapa detik atau menit.

Masalah ini juga dapat menjadi gejala dari beberapa masalah mendasar, seperti bekuan darah atau aliran darah yang tidak mencukupi ke pembuluh darah saat memasok mata. Amaurosis fugax memiliki nama lain yang disebut kebutaan monokular sementara atau kehilangan penglihatan sementara.

 

Gejala Amaurosis Fugax

Gejala amaurosis fugax termasuk kehilangan penglihatan secara tiba-tiba dan sementara. Seseorang akan merasa seolah-olah ada sesuatu yang menutupi kedua matanya. Gangguan ini biasanya merupakan efek sementara yang terjadi dalam hitungan detik hingga menit. Beberapa orang menggambarkannya sebagai perasaan seperti ada yang menarik bayangan dari matanya.

Situasi ini dapat muncul secara tersendiri atau bersamaan dengan gejala saraf lainnya. Pada beberapa kasus amaurosis fugax bisa menjadi salah satu gejala transient ischemic attack atau stroke ringan. Kondisi ini menyebabkan gejala seperti stroke yang bersifat sementara. 

Selain kebutaan sementara, gejala lain yang terkait dengan stroke ringan bisa termasuk kesulitan berbicara, wajah terkulai atau kaku di satu sisi wajah, serta salah satu sisi tubuh terasa lemas dan kaku mendadak. Stroke ringan perlu dilakukan penanganan secepatnya, salah satunya mencegah kebutaan permanen.

 

Penyebab Amaurosis Fugax

Amaurosis fugax adalah kondisi yang muncul karena penyumbatan aliran darah ke arteri retina sentral pada mata yang terjadi sementara. Umumnya, penyumbatan darah di mata disebabkan oleh plak (sejumlah kecil kolesterol atau lemak) atau bekuan darah di dalam pembuluh darah. Pembuluh darah yang menyempit di arteri karotis juga bisa mengurangi aliran darah menuju mata dan menyebabkan kebutaan.

Faktor Risiko Amaurosis Fugax

Faktor risiko kondisi ini terjadi bisa dialami oleh seseorang yang memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok, atau riwayat penyalahgunaan alkohol atau kokain.

Faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko amaurosis fugax meliputi:

  • Kolesterol dan tekanan darah tinggi.
  • Merokok secara aktif maupun pasif.
  • Tumor otak.
  • cedera kepala.
  • Pernah mengalami multiple sclerosis.
  • Riwayat lupus eritematosus sistemik.
  • Sakit kepala migrain.
  • Neuritis optik, radang saraf optik.
  • Polyarteritis nodosa, penyakit yang memengaruhi pembuluh darah.

Selain itu, penyakit yang dapat memengaruhi sistem saraf serta aliran darah ke kepala juga dapat menjadi penyebab amaurosis fugax. Seseorang juga dapat mengidap gangguan pada mata ini akibat vasospasme, yaitu pembuluh darah di mata yang tiba-tiba mengencang sehingga alirah darah dibatasi. Beberapa hal yang menyebabkan vasospasme adalah olahraga berat, lari jarak jauh, dan hubungan seksual.

 

Diagnosis Amaurosis Fugax

Jika seseorang mengalami gejala amaurosis fugax, jangan abaikan. Segera hubungi dokter. Mereka akan bertanya tentang gejala dan mengambil riwayat medis. Dokter kemudian akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan mata. Dokter juga dapat memesan tes, yang dapat mencakup:

  • CT Scan untuk mengidentifikasi penyumbatan atau kerusakan pada pembuluh darah di mata pengidap.
  • Tes darah untuk menentukan kadar kolesterol serta kemungkinan pembekuan darah pengidap.
  • Elektrokardiogram, atau EKG, untuk mengidentifikasi penyimpangan dalam detak jantung pengidap yang dapat menyebabkan amaurosis fugax.

Dokter akan mempertimbangkan gejala, usia, dan kesehatan pengidap secara keseluruhan ketika membuat diagnosis terkait amaurosis fugax dan kehilangan penglihatan sementara.

Komplikasi Amaurosis Fugax

Meskipun amaurosis fugax adalah suatu kondisi yang cepat berlalu yang menyebabkan gejala-gejala berlangsung dari beberapa menit hingga satu jam, tetapi itu sering merupakan indikator yang memprihatinkan dari kondisi medis yang mendasarinya. Ini termasuk peningkatan risiko stroke, yang bisa mematikan. Jika seseorang mengabaikan tanda-tanda ini, mereka berisiko mengalami komplikasi yang lebih parah.

 

Pengobatan Amaurosis Fugax

Pengobatan dari gangguan penglihatan ini tergantung dari sumber penyumbatan darah atau pembuluh kolesterol yang pecah yang menyebabkan berkurangnya aliran darah atau penyumbatan arteri. Penggumpalan darah mungkin berasal dari arteri kepala, leher, atau jantung.

Cara penanganan yang dilakukan juga tergantung lokasi dan luasnya penyumbatan arteri. Jika lebih dari 70 persen diameter arteri karotid yang tersumbat, dokter mungkin melakukan operasi untuk menghilangkan penyumbatan.

Selain itu, kondisi pengidapnya juga memengaruhi tindakan, sehingga dokter akan memilih metode operasi yang paling tepat. Metode pemasangan pompa sirkuit dengan bola jaring (stent) mungkin juga digunakan untuk membuka arteri yang tersumbat. Selain itu, obat seperti aspirin atau antikoagulan juga merupakan terapi yang efektif.

 

Pencegahan Amaurosis Fugax

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah amaurosis fugax meliputi:

  • Menghindari makanan tinggi kolesterol.
  • Menghindari makanan yang terlalu asin. 
  • Menghindari kemungkinan cedera pada daerah kepala.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan sebelumnya atau memiliki pertanyaan apapun, segeralah untuk berdiskusi dengan dokter. Apabila kamu ingin melakukan pemeriksaan, bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit terdekat menggunakan aplikasi Halodoc. Untuk mendapatkan kemudahan ini, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Amaurosis Fugax.
EyeWiki. Diakses pada 2021. Amaurosis Fugax (Transient Vision Loss).
Diperbarui pada 1 Desember 2021