• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Amebiasis

Amebiasis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Amebiasis-halodoc

Pengertian Amebiasis

Amebiasis atau disebut juga amoebiasis merupakan infeksi yang disebabkan karena parasit Entamoeba histolytica pada usus. Masalah kesehatan ini sering terjadi di negara berkembang dan beriklim tropis dengan sistem sanitasi yang kurang baik. Tak terkecuali di Indonesia. 

Infeksi muncul ketika larva parasit E. histolytica memasuki tubuh manusia melalui makanan maupun minuman yang sudah terkontaminasi. Parasit tersebut juga bisa memasuki tubuh melalui kulit ketika melakukan kontak dengan feses yang telah terkontaminasi. 

Penyebab Amebiasis

Penyakit amebiasis dapat menginfeksi tubuh dan menular melalui beberapa cara, berikut beberapa di antaranya: 

  • Mengonsumsi makanan maupun minuman yang telah terkontaminasi parasit.
  • Melakukan kontak langsung dengan air, tanah, feses, maupun pupuk yang telah terkontaminasi parasit.
  • Melakukan kontak dengan benda yang telah terkontaminasi, tak terkecuali dudukan toilet.
  • Melakukan hubungan intim secara anal dengan seseorang yang mengidap amebiasis.

Umumnya, larva parasit penyebab amebiasis akan tidak aktif apabila berada di pupuk, tanah, air, maupun feses pengidap. Meski begitu, saat memasuki tubuh manusia, larva akan bersifat aktif atau trofozoit. Larva aktif ini akan mudah berkembang biak di saluran pencernaan, lalu bergerak dan akhirnya menetap di dinding organ usus besar. 

Orang-orang yang sering bepergian ke negara-negara dengan iklim tropis atau wilayah yang punya banyak kasus amebiasis akan berisiko tinggi mengalami infeksi ini. Jika parasit sudah menginfeksi, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan status keparahannya, yaitu:

  • Mengalami malnutrisi.
  • Menggunakan obat kortikosteroid dalam jangka panjang.
  • Kecanduan minuman beralkohol. 
  • Mengidap kanker.
  • Sedang hamil.

Gejala Amebiasis

Tanda dan gejala dari amebiasis biasanya akan terlihat antara 7 hingga 28 hari setelah infeksi terjadi. Sebagian besar pengidap akan merasakan beberapa kondisi berikut: 

  • Kram perut;
  • Diare;
  • Sering buang angin;
  • Sangat cepat merasa lelah.

Apabila kondisi tersebut dibiarkan tanpa penanganan, parasit bisa menembus dinding usus dan mengakibatkan munculnya luka. Parasit tersebut juga bisa menyebar melalui pembuluh darah ke organ hati dan mengakibatkan terjadinya abses atau kumpulan nanah pada organ tersebut. Selanjutnya, pada kondisi yang sudah parah, gejala yang biasanya muncul, antara lain:

  • Nyeri parah pada perut bagian atas.
  • Mengalami diare dengan feses berlendir dan berdarah atau disentri.
  • Demam tinggi.
  • Muntah.
  • Perut mengalami pembengkakan.
  • Mengalami sakit kuning atau jaundice.

Kapan Harus Pemeriksaan ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat jika kamu mengalami gejala amebiasis seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Apabila penanganan dilakukan lebih cepat, tentu risiko munculnya komplikasi bisa dicegah. Gunakan saja aplikasi Halodoc untuk tanya jawab dengan dokter spesialis atau booking rumah sakit terdekat. Kamu juga bisa pakai aplikasi Halodoc untuk membeli obat dan vitamin melalui fitur pharmacy delivery, caranya tentu saja dengan download aplikasinya terlebih dahulu. 

Diagnosis Amebiasis

Guna mendapatkan diagnosis yang lebih akurat, dokter akan memberikan beberapa pertanyaan seputar keluhan dan gejala yang kamu alami. Selain itu, dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan diri dan keluarga pengidap, riwayat perjalanan beberapa waktu terakhir, dan gaya hidup dan pola makan. Lalu, barulah dokter melanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang, di antaranya: 

  • Pemeriksaan feses untuk menemukan ada atau tidaknya parasit.
  • Pemeriksaan darah untuk mendeteksi ada atau tidaknya infeksi dalam darah dan risiko anemia serta fungsi hati. 
  • USG atau CT scan untuk mendeteksi adanya peradangan atau abses pada organ hati atau organ lainnya. 
  • Pemeriksaan kolonoskopi untuk mengetahui ada atau tidaknya masalah kesehatan pada kolon dan usus besar.
  • Biopsi jarum untuk mengetahui letak parasit dengan pengambilan sampel dan abses pada organ hati.

Pengobatan Amebiasis

Pengobatan amebiasis memiliki tujuan untuk membunuh parasit sekaligus mengurangi risiko terjadinya penyebaran parasit ke bagian tubuh lainnya. Tak hanya itu, pengobatan juga membantu meringankan gejala yang dialami pengidap. Beberapa pilihan pengobatan amebiasis, yaitu: 

  • Konsumsi Obat-Obatan

Obat yang diresepkan untuk amebiasis adalah antibiotik untuk mematikan parasit di dalam tubuh. Selain itu, dokter biasanya juga meresepkan obat untuk membantu meredakan mual, salah satu gejala amebiasis yang paling sering terjadi. 

  • Penggantian Cairan Tubuh yang Hilang

Pengidap amebiasis juga dianjurkan untuk banyak mengonsumsi air putih maupun oralit guna mengganti cairan tubuh yang hilang karena diare. Apabila dehidrasi yang terjadi sudah parah, perlu dilakukan perawatan intensif di rumah sakit. 

  • Operasi

Apabila amebiasis yang terjadi berujung pada pecah usus atau perforasi usus dan kolitis yang parah, dokter akan menyarankan tindakan operasi guna mengangkat bagian usus yang bermasalah. Tindakan pembedahan juga disarankan untuk mengatasi abses hati yang tidak membaik, meski telah diberikan antibiotik. 

Komplikasi Amebiasis

Penyakit amebiasis yang tidak segera mendapatkan penanganan akan berujung pada tingginya risiko terhadap komplikasi berikut: 

  • Anemia yang disebabkan karena perdarahan pada usus, khususnya pada pengidap amebiasis yang mengalami peradangan usus. 
  • Adanya sumbatan atau obstruksi usus karena gumpalan yang terdapat pada usus.
  • Penyakit yang menyerang liver, salah satunya adalah abses hati amebic, kondisi ketika terbentuk abses pada jaringan hati.
  • Sepsis atau infeksi parasit telah menyebar ke bagian tubuh lainnya, tak terkecuali otak. 

Pencegahan Amebiasis

Penyakit amebiasis dapat dicegah dengan penerapan pola hidup sehat dan bersih. Langkah pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain: 

  • Disiplin menerapkan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, terutama setelah menggunakan toilet, beraktivitas di luar ruangan, atau sebelum makan. 
  • Mencuci buah dan sayur hingga bersih.
  • Mencuci peralatan memasak sebelum digunakan.
  • Merebus air hingga mendidih sebelum dikonsumsi. 
  • Mengonsumsi susu maupun produk susu yang telah dipasteurisasi.

Tak lupa, hindari berbagi pemakaian barang pribadi, seperti handuk, sikat gigi, sabun, atau pakaian dengan orang lain. 

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2021. Amebiasis.
Patient. Diakses pada 2021. Amoebiasis.
Web MD. Diakses pada 2021. What is Amebiasis?
Diperbarui pada 1 Desember 2021.