Amebiasis

ARTIKEL TERKAIT

Pengertian Amebiasis

Amebiasis adalah suatu infeksi usus besar dan infeksi hati yang disebabkan oleh parasit Entamoeba histolytica.

 

Gejala Amebiasis

Gejala dapat mulai dirasakan setelah 7-28 hari sejak terinfeksi parasit. Gejala yang timbul, antara lain:

  • Diare yang disertai lendir dan darah.
  • Kram dan nyeri pada perut.
  • Buang air besar yang kental.
  • Gas dalam perut.
  • Demam tinggi.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri punggung.
  • Kelelahan.

Jika sudah terjadi komplikasi pada hati, berupa abses hati, gejala dapat disertai:

  • Rasa nyeri saat perut kanan atas ditekan.
  • Pembengkakan di bagian perut atau hati.
  • Sakit kuning (jaundice).

 

Penyebab Amebiasis

Amebiasis disebabkan oleh parasit yang disebut Entamoeba histolytica. Parasit ini menginfeksi tubuh manusia melalui air minum yang tidak higienis, makan makanan yang terkontaminasi, serta hubungan intim lewat anal dengan orang yang terinfeksi.

 

Faktor Risiko Amebiasis

Beberapa faktor risiko amebiasis, antara lain:

  • Bepergian ke daerah dengan kebersihan lingkungan dan sanitasi yang buruk.
  • Berhubungan intim lewat anal.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.
  • Pengidap penyakit kronis.

 

Diagnosis Amebiasis

Dokter akan mendiagnosis amebiasis, dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Pemeriksaan sampel tinja di laboratorium untuk menemukan parasit E. histolytica.
  • Pemeriksaan darah untuk memeriksa kondisi terkait, seperti anemia.
  • Kolonoskopi untuk menilai kondisi usus besar dan banyaknya parasit yang ada dengan menggunakan alat khusus.
  • Pemeriksaan sampel jaringan hati (biopsi) di laboratorium yang dapat dilakukan bersamaan dengan kolonoskopi.
  • Pemindaian dengan menggunakan CT scan atau USG untuk melihat peradangan pada organ akibat infeksi.
  • Tes jarum yang umum dilakukan jika terdapat penumpukan nanah (abses) pada hati.

 

Pengobatan Amebiasis

Beberapa pengobatan yang diberikan dokter untuk mengatasi amebiasis, antara lain:

  • Obat antibiotik, seperti metronidazole atau tinidazole, untuk membunuh bakteri yang terdapat di dalam hati atau organ lainnya.
  • Obat antiparasit, seperti diloxanide furoate.
  • Obat antimual, untuk meredakan gejala mual dan muntah.
  • Konsumsi banyak cairan atau oralit untuk mengganti cairan yang hilang akibat diare.
  • Terapi cairan lewat infus di rumah sakit jika gejala yang dialami cukup berat.
  • Tindakan operasi jika terjadi pecah abses hati atau terdapat lubang di usus.

 

Komplikasi Amebiasis

Beberapa komplikasi yang diakibatkan amebiasis, antara lain:

  • Anemia atau perdarahan usus pada pengidap yang mengalami radang usus besar.
  • Hambatan pada usus akibat gumpalan jaringan pada dinding usus.
  • Pembentukan abses di dalam organ hati setelah bertahun-tahun terjangkit parasit.
  • Infeksi pada organ yang terjangkit, termasuk otak dan ystem saraf pusat.
  • Kematian.

 

Pencegahan Amebiasis

Beberapa upaya untuk mencegah amebiasis, antara lain:

  • Selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum mengolah makanan, sebelum mengonsumsi makanan, setelah buang air besar, serta setelah mengganti popok bayi.
  • Selalu mencuci sayur atau buah sampai bersih sebelum dikonsumsi.
  • Selalu mencuci peralatan masak dan peralatan makan sampai bersih sebelum digunakan.
  • Selalu merebus air hingga mendidih sebelum diminum.
  • Hindari mengonsumsi susu atau produk olahannya, seperti keju, tanpa dimasak atau dipasteurisasi terlebih dahulu.
  • Hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak terjamin kebersihannya.
  • Hindari saling meminjam peralatan mandi untuk digunakan bersama dengan siapa pun.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami tanda dan gejala seperti di atas, segera bicarakan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit sesuai domisili kamu di sini.