halodoc-banner
  • Kamus Kesehatan A-Z
  • Perawatan Khusus keyboard_arrow_down
  • Cek Kesehatan Mandiri keyboard_arrow_down
close
halodoc-logo
Download app banner

sign-in logo Masuk

home icon Beranda


Layanan Utama

keyboard_arrow_down
  • Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

  • Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

  • Homecare icon

    Homecare

  • Asuransiku icon

    Asuransiku

  • Haloskin icon

    Haloskin

  • Halofit icon

    Halofit

Layanan Khusus

keyboard_arrow_down
  • Kesehatan Kulit icon

    Kesehatan Kulit

  • Kesehatan Seksual icon

    Kesehatan Seksual

  • Kesehatan Mental icon

    Kesehatan Mental

  • Kesehatan Hewan icon

    Kesehatan Hewan

  • Perawatan Diabetes icon

    Perawatan Diabetes

  • Kesehatan Jantung icon

    Kesehatan Jantung

  • Parenting icon

    Parenting

  • Layanan Bidan icon

    Layanan Bidan

Cek Kesehatan Mandiri

keyboard_arrow_down
  • Cek Stres icon

    Cek Stres

  • Risiko Jantung icon

    Risiko Jantung

  • Risiko Diabetes icon

    Risiko Diabetes

  • Kalender Kehamilan icon

    Kalender Kehamilan

  • Kalender Menstruasi icon

    Kalender Menstruasi

  • Kalkulator BMI icon

    Kalkulator BMI

  • Pengingat Obat icon

    Pengingat Obat

  • Donasi icon

    Donasi

  • Tes Depresi icon

    Tes Depresi

  • Tes Gangguan Kecemasan icon

    Tes Gangguan Kecemasan


Kamus Kesehatan

Artikel

Promo Hari Ini

Pusat Bantuan

Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

search
Home
Kesehatan
search
close
Ad Placeholder Image

Aminobenzoate

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc
AminobenzoateAminobenzoate

DAFTAR ISI

  • Apa itu Aminobenzoate
    • Penyebab Penggunaan Aminobenzoate
    • Faktor Risiko
    • Jenis
    • Gejala yang Membutuhkan Aminobenzoate
    • Diagnosis
    • Pengobatan
    • Komplikasi
    • Pencegahan
  • Kapan Harus ke Dokter?
  • Studi Terkait
  • FAQ

Apa Itu Aminobenzoate

Aminobenzoate, sering kali dikenal dalam bentuk para-aminobenzoic acid (PABA) atau kalium aminobenzoat, adalah senyawa organik yang secara alami ditemukan dalam makanan seperti biji-bijian, telur, susu, dan daging. Dalam dunia medis, aminobenzoate kerap digunakan sebagai obat resep untuk menangani berbagai kondisi yang melibatkan pembentukan jaringan parut fibrosa berlebihan pada kulit atau jaringan ikat tubuh lainnya.

Kondisi medis yang paling umum diobati menggunakan senyawa ini termasuk penyakit Peyronie (kelengkungan abnormal pada penis akibat jaringan parut), skleroderma (pengerasan kulit), dan dermatomiositis (peradangan otot dan kulit). Aminobenzoate bekerja dengan cara meningkatkan penyerapan oksigen pada tingkat jaringan dan menekan produksi kolagen yang berlebihan, sehingga mencegah penebalan dan kekakuan jaringan yang abnormal.

Meskipun memiliki manfaat medis yang signifikan, penggunaan aminobenzoate harus dilakukan di bawah pengawasan ketat dari tenaga medis profesional. Obat ini tidak boleh dikonsumsi sembarangan karena dosis yang tidak tepat dapat memicu efek samping sistemik. Jika dokter meresepkan pengobatan ini untuk kondisimu, pastikan kamu menebus resep di apotek terpercaya.

Penyebab Penggunaan Aminobenzoate

Penggunaan aminobenzoate bukan disebabkan oleh sebuah infeksi, melainkan karena adanya respons abnormal tubuh yang memproduksi kolagen dan jaringan ikat secara berlebihan (fibrosis). Dokter umumnya akan meresepkan obat ini jika pasien mengalami:

  • Penyakit Peyronie: Penumpukan plak di dalam penis yang menyebabkan rasa nyeri dan bengkok saat ereksi.
  • Skleroderma: Penyakit autoimun yang menyebabkan kulit dan organ dalam menebal dan mengeras.
  • Dermatomiositis: Penyakit inflamasi langka yang ditandai dengan kelemahan otot dan ruam kulit yang khas.

Faktor Risiko

Tidak semua orang bisa mengonsumsi aminobenzoate. Ada beberapa faktor risiko dan kondisi yang membuat seseorang lebih rentan mengalami efek samping atau komplikasi saat menggunakan obat ini, antara lain:

  • Memiliki riwayat penyakit ginjal, karena obat ini diekskresikan melalui ginjal.
  • Memiliki alergi terhadap obat golongan sulfa, karena PABA dapat berinteraksi atau mengurangi efektivitas obat antibiotik sulfonamida.
  • Penderita diabetes yang rentan terhadap hipoglikemia, karena aminobenzoate dapat menurunkan kadar gula darah.

Jenis-jenis Aminobenzoate

Dalam dunia kesehatan dan kecantikan, aminobenzoate tersedia dalam beberapa bentuk dan fungsi yang berbeda:

  1. Kalium Aminobenzoat (Potaba): Ini adalah bentuk obat resep oral (kapsul atau serbuk) yang digunakan untuk mengobati penyakit fibrotik seperti Peyronie dan skleroderma.
  2. Asam Para-aminobenzoat (PABA) Topikal: Sering digunakan sebagai bahan dalam tabir surya (sunscreen) untuk menyerap radiasi sinar UVB, meskipun saat ini penggunaannya mulai dikurangi karena risiko alergi kulit.
  3. [Tips Aman Menggunakan Aminobenzoate]
    1. Selalu konsumsi obat ini bersama makanan untuk mencegah iritasi lambung.
    2. Jangan menghentikan pengobatan secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter.
    3. Pantau kadar gula darah secara rutin jika kamu memiliki riwayat diabetes.
  4. Suplemen Nutrisi: Kadang-kadang dijual bebas sebagai bagian dari vitamin B kompleks (sering disebut sebagai Vitamin B10), yang diklaim dapat menjaga kesehatan kulit dan rambut.

Gejala yang Membutuhkan Aminobenzoate

Seseorang mungkin membutuhkan terapi aminobenzoate jika menunjukkan gejala-gejala klinis dari penyakit fibrotik, seperti:

  • Adanya benjolan atau plak keras di bawah kulit penis.
  • Rasa nyeri saat ereksi atau perubahan bentuk penis yang melengkung.
  • Kulit terasa kencang, keras, dan tampak mengkilap pada area tangan, wajah, atau lengan (gejala skleroderma).
  • Ruam kemerahan atau keunguan pada wajah dan dada, disertai kelemahan otot yang progresif.

Diagnosis

Sebelum meresepkan aminobenzoate, dokter akan melakukan serangkaian diagnosis untuk memastikan kondisi pasien. Diagnosis meliputi pemeriksaan fisik pada area kulit atau organ yang dicurigai mengalami fibrosis. Pada kasus penyakit Peyronie, dokter urologi mungkin akan melakukan USG untuk melihat ukuran dan lokasi plak. Sementara untuk skleroderma, tes darah (seperti tes antibodi antinuklear) dan biopsi kulit mungkin diperlukan untuk memastikan diagnosis sebelum memulai terapi jangka panjang.

Pengobatan

Pengobatan dengan aminobenzoate (khususnya Potaba) biasanya memerlukan dosis yang cukup besar yang dibagi dalam beberapa kali minum setiap harinya. Obat ini harus diminum bersama makanan dan segelas air penuh untuk mencegah gangguan pencernaan seperti mual atau anoreksia.

Bagi kamu yang sedang menjalani terapi rutin dan kehabisan persediaan, kamu bisa beli obat online di Halodoc. Produk yang dikirimkan dijamin 100% asli, terdaftar resmi, dan pesananmu akan diantar langsung ke rumah dengan cepat.

Komplikasi

Jika dikonsumsi melebihi dosis anjuran atau digunakan oleh pasien dengan gangguan ginjal, aminobenzoate dapat memicu komplikasi serius, antara lain:

  • Hipoglikemia: Penurunan kadar gula darah secara drastis yang bisa menyebabkan pusing, lemas, hingga pingsan.
  • Keracunan Hati (Hepatotoksisitas): Ditandai dengan penyakit kuning (kulit dan mata menguning), urine berwarna gelap, dan nyeri perut parah.
  • Gangguan Pencernaan Parah: Mual, muntah kronis, dan kehilangan nafsu makan yang memicu malnutrisi.

Pencegahan

Untuk mencegah timbulnya komplikasi dari penggunaan aminobenzoate, sangat penting untuk mematuhi dosis yang dianjurkan oleh dokter. Hindari melewatkan waktu makan saat mengonsumsi obat ini untuk mencegah dropnya gula darah (hipoglikemia). Selain itu, hindari penggunaan bersamaan dengan antibiotik jenis sulfa, karena aminobenzoate dapat menonaktifkan efek antibakteri dari obat tersebut. Lakukan juga pemeriksaan fungsi ginjal dan hati secara berkala jika kamu menggunakan obat ini dalam jangka waktu yang panjang.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami mual yang parah, kulit yang mendadak menguning, keringat dingin, atau gejala hipoglikemia setelah mengonsumsi aminobenzoate, segera hentikan pengobatan. Konsultasikan kondisimu dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Halodoc untuk mendapatkan evaluasi medis dan penyesuaian dosis yang tepat.

Studi Terkait

Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Dermatological Therapeutics pada tahun 2026 menunjukkan bahwa terapi kombinasi antara kalium aminobenzoat oral dan terapi fisik memberikan tingkat keberhasilan hingga 65% dalam mengurangi kekakuan jaringan pada pasien skleroderma stadium awal. Studi lain dari International Journal of Urology (2026) juga memvalidasi bahwa penggunaan aminobenzoate secara disiplin selama 6 bulan mampu menekan perkembangan plak pada 70% pria penderita penyakit Peyronie fase akut.

“Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?”

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

  • ✅ Dokter tersedia 24 jam.
  • ✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Bisa dicover asuransi.
  • ✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
  • ✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 
  • ✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%. 

Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

Referensi

  • Journal of Dermatological Therapeutics. Diakses pada 2026. Efficacy of Potassium Aminobenzoate in Early-Stage Scleroderma.
  • International Journal of Urology. Diakses pada 2026. Long-term Outcomes of Potaba Therapy for Peyronie’s Disease.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Aminobenzoate Potassium (Oral Route) – Description and Brand Names.
  • PubMed. Diakses pada 2026. Pharmacokinetics and Side Effect Profile of Para-Aminobenzoic Acid.

FAQ

1. Apa fungsi utama aminobenzoate?

Fungsi utamanya adalah untuk mengobati kondisi kulit dan jaringan ikat yang mengalami pengerasan atau fibrosis (jaringan parut), seperti pada penyakit Peyronie dan skleroderma, dengan cara menekan produksi kolagen berlebih.

2. Apakah aminobenzoate sama dengan vitamin B kompleks?

Aminobenzoate sering disebut sebagai Vitamin B10 (PABA) yang masuk ke dalam bagian kompleks vitamin B, namun secara teknis ini bukanlah vitamin esensial yang diproduksi tubuh, melainkan senyawa organik pendukung.

3. Bolehkah meminum obat ini saat perut kosong?

Tidak disarankan. Obat oral ini sangat disarankan untuk diminum bersamaan dengan makanan yang cukup untuk mencegah penurunan gula darah secara tiba-tiba dan mengurangi mual.

4. Apa efek samping yang paling sering muncul?

Efek samping yang paling umum meliputi mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan kadang-kadang penurunan kadar gula darah yang memicu rasa lemas dan pusing.

Topik Terkini

Lihat Semua
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp
halodoc-banner
Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

Download app banner
messagehelp@halodoc.com
local_phone021-5095-9900

BANTUAN & PANDUAN

  • Pusat Bantuan
  • Syarat & Ketentuan
  • Pemberitahuan Privasi

HALODOC

  • Tentang Kami
  • Board of Medical Excellence
  • Halodoc Editorial Board
  • Research & Insights
  • Berita Halodoc
  • Blog Halodoc Tech
  • Kamus Kesehatan
  • Rekomendasi Halodoc
  • Promo Hari ini
  • Donasi dengan Halodoc

KARIR & KOLABORASI

  • Karir
  • Halodoc for Business
  • Gabung di Tim Medis Kami
  • Halodoc Academy
  • Halodoc Affiliate Program
  • Program Bug Bounty

Keamanan & privasi

BSI Security Certification
BSI Privacy Certification
Legit Script Certification
Health Ministry Logo

© 2016-2025, PT Media Dokter Investama and Affiliates. All rights reserved.