Angioedema

Pengertian Angioedema

Angioedema adalah penyakit yang berhubungan dengan bengkak yang mengenai pada lapisan dalam dari kulit di beberapa bagian tubuh terutama bagian wajah dan bibir. Dalam kebanyakan kasus, angioedema tidak berbahaya dan tidak menimbulkan bekas setelah penyembuhan.

 

Gejala Angioedema

Angioedema adalah suatu penyakit yang ditandai dengan adanya bengkak pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir. Gejala lain yang timbul bersamaan dengan angioedema antara lain:

    • Penebalan yang meluas dan berbatas tegas.
    • Pembengkakan disertai kemerahan.
    • Kadang dapat timbul rasa nyeri pada daerah yang mengalami pembengkakan.

 

Penyebab Angioedema

Penyakit angioedema dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

  • Makanan. Banyak makanan yang dapat memicu reaksi angioedema, terutama pada pasien yang alergi atau terlalu sensitif pada beberapa jenis makanan. Makanan yang paling sering menyebabkan alergi yaitu, makanan laut, kacang, telur, dan produk susu.
  • Obat-obatan. Hampir semua obat-obatan dapat menyebabkan reaksi angioedema, terutama pada orang yang sensitif terhadap satu macam obat tertentu. Beberapa obat yang sering menyebabkan penyakit angioedema yaitu penisilin, aspirin, ibuprofen, naproxen, dan obat-obatan penurun tekanan darah.
  • Alergen umum. Beberapa zat secara umum dapat menyebabkan angioedema antara lain serbuk sari, rambut/bulu hewan, lateks dan sengatan serangga.
  • Faktor lingkungan. Sebagai contoh panas, dingin, sinar matahari, air, tekanan pada kulit, atau bahkan stres emosional dapat menyebabkan penyakit angioedema.
  • Kondisi medis lain yang mendasari. Angioedema dapat terjadi karena respon tubuh terhadap transfusi darah, kelainan sistem imun seperti lupus, beberapa tipe kanker, penyakit tiroid, dan infeksi bakteri atau virus.
  • Genetik. Angioedema yang bersifat herediter sangat jarang terjadi. Hal ini berhubungan dengan gangguan fungsi protein plasma dalam tubuh yang berfungsi dalam sistem imun. 

 

Faktor Risiko Angioedema

Penyakit angioedema merupakan penyakit yang umum terjadi. Risiko penyakit angioedema dapat meningkat apabila:

    • Memiliki angioedema sebelumnya.
    • Memiliki bentuk reaksi alergi yang lain.
    • Memiliki kelainan yang berhubungan dengan penyakit angioedema, seperti lupus, limfoma atau penyakit tiroid.
    • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit angioedema atau angioedema herediter.

Diagnosis Angioedema

Dokter melakukan pemeriksaan untuk melihat area mana yang mengalami pembengkakan saat itu. Kemudian dokter melihat riwayat berbagai macam obat-obatan, makanan dan pengaruh lingkungan untuk melihat penyebab timbulnya gejala.

Dalam beberapa kasus, dokter akan melakukan pemeriksaan cukit pada kulit untuk menentukan bahan alergen spesifik terhadap tubuh kita. Dokter juga dapat mengusulkan pemeriksaan darah dan kadar hormon tertentu untuk meyakinkan penyebab keluhan.

 

Pencegahan Angioedema

Untuk menurunkan kemungkinan terkena angioedema, langkah pencegahan beritku dapat dilakukan:

  • Menghindari pencetus yang telah diketahui. Termasuk makanan, obat-obatan, dan beberapa keadaan yang dapat mencetuskan angioedema seperti stres emosi, atau bentuk perubahan fisik lainnya.
  • Mencatat daftar makanan. Jika dicurigai memiliki alergi makanan yang memicu penyakit angioedema tetapi masih tidak tahu makanan apa yang dapat mencetuskan, cobalah untuk mencatat setiap bahan yang dimakan sehari-hari kemudian lakukan evaluasi mana makanan yang dapat menyebabkan angioedema.

 

Pengobatan Angioedema

Angioedema ringan biasanya tidak membutuhkan pengobatan khusus. Sering kali penyakit angioedema ini hilang dengan sendirinya. Pengobatan diberikan untuk meredakan sensasi rasa gatal dan rasa tidak nyaman jika gejala menetap dalam waktu yang lama. Beberapa pengobatan yang dapat diberikan antara lain:

    • Obat-obatan anti gatal, seperti golongan antihistamin.
    • Anti inflamasi, terutama pada kasus angioedema yang parah.
    • Penurun sistem imun, apabila antihistamin dan anti inflamasi tidak dapat meredakan keluhan dokter dapat meresepkan obat penurun sistem imun untuk meredakan sistem imun yang terlalu reaktif.
    • Obat untuk menurunkan nyeri dan bengkak. Seperti anti-inflamasi non-steroid yaitu antagonis leukotrien. 

 

Kapan Harus ke Dokter?

Penyakit angioedema dapat sembuh tanpa terapi dan berlangsung singkat. Namun, apabila pembengkakan bertahan selama beberapa hari, penderita harus segera menghubungi dokter.

Pertolongan gawat darurat dibutuhkan apabila terdapat gejala penyakit angioedema yang disertai dengan sesak napas, kesulitan bernapas, bengkak pada daerah leher, atau penurunan kesadaran. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit terdekat dengan domisili kamu di sini.