• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Ankylosing Spondylitis

Ankylosing Spondylitis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ankylosing Spondylitis

Pengertian Ankylosing Spondylitis

Ankylosing spondylitis atau spondilosa ankilosis atau spondilitis ankilosis merupakan penyakit peradangan sendi, terutama pada sendi tulang belakang. Penyakit ankylosing spondylitis bersifat kronis atau jangka panjang, dan umumnya dialami oleh remaja atau dewasa muda.

Gejala Ankylosing Spondylitis

Tanda dan gejala awal ankylosing spondylitis termasuk nyeri dan kekakuan di area punggung bawah dan pinggul saat pagi hari. Rasa nyerinya juga muncul ketika ingin bergerak setelah beristirahat dalam waktu yang lama. Gejala bisa saja membaik atau bertambah parah seiring dengan waktu.

Berikut adalah gejala lain yang perlu diwaspadai:

  • Nyeri dan kaku pada punggung bawah, panggul, serta tulang duduk selama lebih dari 3 bulan yang semakin lama semakin berat.
  • Nyeri biasanya bersifat tumpul dan menyebar, sehingga sulit untuk ditunjuk persis lokasinya.
  • Biasanya, nyeri memburuk pada pagi dan malam hari, kemudian akan membaik dengan kompres atau mandi air hangat ataupun beraktivitas ringan.
  • Penyatuan tulang belakang dari tulang leher hingga ke bawah dapat menyebabkan sulitnya pergerakan.
  • Keterlibatan tulang dada dapat mengakibatkan dada sulit mengembang.
  • Nyeri dari sambungan tulang, seperti pada belakang tumit kaki.
  • Demam.
  • Tidak nafsu makan.
  • Merasa cepat lelah.
  • Nyeri dan merah pada mata.
  • Gangguan jantung dan paru.

Penyebab Ankylosing Spondylitis

Belum diketahui penyebab pasti dari ankylosing spondylitis. Sebagian besar pengidap memiliki gen yang disebut HLA-B27. Gen ini memicu pembentukan protein yang terkait dengan sistem imun agar dapat membedakan protein yang berasal dari tubuh sendiri dan dari luar, seperti virus atau bakteri.

Faktor Risiko Ankylosing Spondylitis

Risiko penyakit semakin tinggi jika seseorang memiliki sejumlah faktor risiko berikut ini:

  • Laki-laki.
  • Berusia remaja atau dewasa muda.
  • Memiliki variasi gen HLA-B jenis HLA-B27.
  • Memiliki orangtua dengan riwayat penyakit ankylosing spondylitis.
  • Memiliki saudara (kakak atau adik) dengan penyakit ini.

Diagnosis Ankylosing Spondylitis

Jika mengalami gejalanya, rheumatologist adalah spesialis yang akan mendiagnosis penyakit. Rheumatologist terlatih dan ahli dalam mendiagnosis dan mengobati gangguan yang memengaruhi sendi, otot, tendon, ligamen, jaringan ikat, dan tulang.  Berikut adalah beberapa pemeriksaan yang dilakukan:

1. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan ketika pengidap mengalami beberapa kondisi berikut ini:

  • Berusia di bawah 45 tahun.
  • Mengalami nyeri menetap kronis lebih dari tiga bulan.
  • Mengalami nyeri punggung dan kekakuan, yang memburuk dengan imobilitas, terutama pada malam hari dan pagi hari.
  • Mengalami nyeri punggung dan kekakuan, yang mereda setelah melakukan aktivitas fisik dan olahraga.

Pemeriksaan fisik bertujuan untuk mencari area peradangan. Kemudian, dokter akan memeriksa rasa sakit dan nyeri dengan menekan di sepanjang punggung, tulang panggul, sendi sacroiliaca, dada, dan tumit. Dokter juga akan memeriksa keterbatasan dalam mobilitas tulang belakang ke segala arah.

2. Tes Pencitraan

Untuk memeriksa adanya perubahan sendi dan tulang, tes pencitraan menggunakan sinar-X akan dilakukan. Pemeriksaan disusul dengan MRI menggunakan gelombang radio dan medan magnet yang kuat untuk memberikan gambar tulang dan jaringan lunak yang lebih detail.

3. Tes Laboratorium 

Tidak ada tes laboratorium khusus untuk mengidentifikasi ankylosing spondylitis. Tes darah tertentu memang dapat memeriksa adanya peradangan. Namun, peradangan tersebut bisa saja disebabkan oleh banyak gangguan kesehatan yang berbeda. Darah dapat diuji untuk gen HLA-B27.

Pengobatan Ankylosing Spondylitis

Hingga saat ini belum ada terapi yang dapat menyembuhkan penyakit ankylosing spondylitis sepenuhnya. Pengobatan yang dilakukan fokus untuk mengatasi gejala, sehingga kualitas hidup pengidap dapat dipertahankan. Pengobatan sendiri dilakukan dengan terapi atau fisioterapi, yang dikombinasikan dengan obat-obatan.

Selain mempertahankan kualitas hidup pengidap, langkah pengobatan dilakukan dengan tujuan untuk mempertahankan postur tubuh normal, sehingga pengidap dapat beraktivitas normal sehari-hari. Metode pengobatan yang umum dilakukan, meliputi:

1. Terapi Fisik

Beberapa terapi fisik akan dibantu oleh fisioterapis, seperti dengan pemijatan (massage) dan berlatih untuk berposisi yang baik (saat duduk, berdiri, tidur, ataupun berjalan)

2. Olahraga

Salah satu olahraga yang disarankan adalah berenang

3. Pemberian Obat-Obatan

Obat-obatan yang dapat membantu mengurangi nyeri dan rasa tidak nyaman pada pengidap penyakit ini, antara lain golongan obat antiinflamasi non-steroid, seperti aspirin dan ibuprofen. Steroid mungkin dapat dibutuhkan jika sesuai indikasi.

4. Pembedahan

Terapi dengan pembedahan untuk mengganti sendi dengan sendi buatan dapat membantu perbaikan ankylosing spondylitis yang mengenai panggul atau lutut. Dengan begitu, pasien dapat lebih mudah bergerak atau untuk memperbaiki tulang belakang yang bengkok.

Komplikasi Ankylosing Spondylitis

Jika sejumlah gejala tidak diatasi dengan baik, komplikasi bisa saja muncul. Dalam kasus yang parah, bisa saja terjadi pembentukan tulang baru yang menjembatani celah antara tulang belakang. Tulang ini akhirnya menyatukan bagian tulang belakang, sehingga area tersebut menjadi kaku dan tidak fleksibel. 

Selain itu, ini beberapa komplikasi yang bisa saja terjadi:

  1. Radang mata atau uveitis. Kondisi ini ditandai dengan mata merah, nyeri mata, penurunan kepekaan terhadap cahaya, dan penglihatan kabur serta penurunan fungsi penglihatan secara keseluruhan.
  2. Fraktur kompresi. Kondisi ini ditandai dengan remuknya tulang, tetapi masih tetap berada di posisi yang normal. Hal tersebut tentu akan meningkatkan keparahan postur tubuh pengidap dan minimnya ruang gerak.
  3. Masalah jantung. Kondisi ini disebabkan oleh peradangan hingga mendistorsi bentuk katup aorta di jantung, sehingga fungsinya menjadi terganggu. Hal tersebut otomatis meningkatkan risiko penyakit jantung.

Pencegahan Ankylosing Spondylitis

Sebagai penyakit yang terkait genetik, sebenarnya tidak ada metode khusus untuk mencegah terjadinya ankylosing spondylitis. Namun, beberapa upaya dapat dilakukan untuk memperlambat progresivitas penyakit ini, seperti:

  • Tidak merokok atau mengonsumsi tembakau karena dapat memperberat kondisi.
  • Tidur di matras yang rata dan keras.
  • Tidak menggunakan bantal yang terlalu tinggi.
  • Menghindari aktivitas atau pergerakan ekstrim, seperti lompat.
  • Mengonsumsi kalsium yang cukup untuk mencegah osteoporosis.
  • Hindari mengonsumsi alkohol.
  • Mengonsumsi sayur dan buah.
  • Mengurangi konsumsi makanan olahan, terutama yang mengandung pengawet dan pemanis.
  • Minum yang cukup, minimal 2 liter per hari.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri di rumah sakit terdekat dengan membuat janji terlebih dulu lewat aplikasi Halodoc jika kamu mengalami nyeri punggung bawah atau bokong, yang datang perlahan atau memburuk di pagi hari. Terutama jika rasa nyerinya semakin memburuk setelah istirahat.

Untuk mengetahui informasi kesehatan menarik lainnya, kamu bisa download Halodoc segera!

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Ankylosing Spondylitis.

NHS UK. Diakses pada 2021. Ankylosing Spondylitis.

Spondylitis Association of America. Diakses pada 2021. Overview of Ankylosing Spondylitis.

https://d1vbn70lmn1nqe.cloudfront.net/wp-admin/post.php?post=438&action=edit