Ankylosing Spondylitis

Pengertian Ankylosing Spondylitis

Ankylosing spondylitis atau spondilosa ankilosis atau spondilitis ankilosis merupakan penyakit peradangan pada sendi yang terutama mengenai sendi tulang belakang. Kelainan ini memiliki beberapa nama lain, seperti penyakit Bechterew dan penyakit Marie-Strumpell. Penyakit ankylosing spondylitis bersifat kronik dan umumnya mengenai remaja atau dewasa muda. Penyakit ini penting untuk segera ditangani sedini mungkin, karena dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup akibat komplikasi yang mungkin terjadi, seperti osteoporosis, patah tulang, infeksi paru, penyakit jantung, dan gangguan ginjal.

 

Gejala Ankylosing Spondylitis

Keluhan pengidap ankylosing spondylitis, meliputi:

  • Nyeri dan kaku pada punggung bawah, panggul, serta tulang duduk selama lebih dari 3 bulan yang semakin lama semakin berat
  • Nyeri biasanya bersifat tumpul dan menyebar, sehingga sulit untuk ditunjuk persis lokasinya
  • Biasanya, nyeri memburuk pada pagi dan malam hari, dan membaik dengan kompres atau mandi air hangat ataupun beraktivitas ringan
  • Penyatuan tulang belakang dari tulang leher hingga ke bawah dapat menyebabkan sulitnya pergerakan
  • Keterlibatan tulang dada dapat mengakibatkan dada sulit mengembang
  • Nyeri dari sambungan tulang, seperti pada belakang tumit kaki
  • Demam
  • Tidak nafsu makan
  • Merasa cepat lelah
  • Nyeri dan merah pada mata
  • Gangguan jantung dan paru.

 

Penyebab Ankylosing Spondylitis

Penyebab pasti dari penyakit ini belum diketahui secara pasti, tapi tampaknya ankylosing spondylitis terkait dengan genetik. Sebagian besar pengidap kelainan ini memiliki gen yang disebut HLA-B27. Gen HLA-B menyediakan instruksi untuk membuat protein yang terkait dengan sistem imun agar membedakan protein yang berasal dari tubuh sendiri dan protein asing/dari luar, misalnya virus atau bakteri.

 

Faktor Risiko Ankylosing Spondylitis  

Faktor risiko dari terjadinya ankylosing spondylitis adalah:

  • Laki-laki
  • Berusia remaja atau dewasa muda
  • Memiliki variasi gen HLA-B jenis HLA-B27
  • Memiliki orangtua dengan riwayat penyakit ankylosing spondylitis
  • Memiliki saudara (kakak atau adik) dengan penyakit ini.

 

Diagnosis Ankylosing Spondylitis

Sebelum mendiagnosis, dokter akan melakukan pengumpulan data-data terkait faktor risiko dan gejala yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Apabila didapatkan tanda-tanda ke arah ankylosing spondylitis, dokter kemungkinan akan menyarankan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah untuk melihat adanya tanda peradangan dan anemia kronik, serta rontgen tulang belakang untuk melihat tanda-tanda penyatuan tulang.

 

Pengobatan dan Efek Samping Ankylosing Spondylitis

Hingga saat ini belum ada terapi yang dapat menyembuhkan penyakit ankylosing spondylitis sepenuhnya, sehingga pengobatan yang diberikan bertujuan untuk mengurangi gejala dan mengoptimalkan kualitas hidup.

Terapi diberikan secara komprehensif dengan kerjasama yang baik antara pengidap, dokter, dan fisioterapis untuk mengurangi nyeri dan kekakuan, mempertahankan postur tubuh yang normal, dan dapat beraktivitas normal sehari-hari. Metode yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Terapi Fisik

Beberapa terapi fisik akan dibantu oleh fisioterapis, seperti dengan pemijatan (massage) dan berlatih untuk berposisi yang baik (saat duduk, berdiri, tidur, ataupun berjalan)

  • Olahraga

Salah satu olahraga yang disarankan adalah berenang

  • Pemberian Obat-Obatan

Obat-obatan yang dapat membantu mengurangi nyeri dan rasa tidak nyaman pada pengidap penyakit ini, antara lain golongan obat antiinflamasi non-steroid, seperti aspirin dan ibuprofen. Steroid mungkin dapat dibutuhkan jika sesuai indikasi.

  • Pembedahan

Terapi dengan pembedahan untuk mengganti sendi dengan sendi buatan dapat membantu perbaikan ankylosing spondylitis yang mengenai panggul atau lutut, sehingga dapat lebih mudah bergerak atau untuk memperbaiki tulang belakang yang bengkok.

 

Pencegahan Ankylosing Spondylitis

Sebagai penyakit yang terkait genetik, tidak ada metode khusus untuk dapat mencegah terjadinya ankylosing spondylitis. Namun, beberapa upaya dapat dilakukan untuk memperlambat progresivitas penyakit ini, seperti:

  • Tidak merokok atau mengonsumsi tembakau karena dapat memperberat kondisi
  • Tidur di matras yang rata dan keras
  • Tidak menggunakan bantal yang terlalu tinggi
  • Menghindari aktivitas atau pergerakan ekstrim, seperti lompat
  • Mengonsumsi kalsium yang cukup untuk mencegah osteoporosis
  • Hindari mengonsumsi alkohol
  • Mengonsumsi sayur dan buah
  • Meminimalisir konsumsi makanan olahan, terutama yang mengandung pengawet dan pemanis
  • Minum yang cukup, paling tidak 2 liter per hari.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila ada pengidap atau keluarga terdekat memiliki keluhan atau gejala yang mengarah pada ankylosing spondylitis, segera periksakan diri ke dokter. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit sesuai domisili kamu di sini.