• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Arthritis

Arthritis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Arthritis - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Pengertian Arthritis

Arthritis adalah pembengkakan dan nyeri yang dirasakan pada satu sendi atau lebih.  sendi. Gejala utamanya ditandai dengan nyeri dan kekakuan sendi, yang biasanya memburuk seiring bertambahnya usia. Jenis arthritis yang paling umum dialami adalah osteoarthritis dan rheumatoid arthritis.

Osteoarthritis adalah penyakit yang menyebabkan tulang rawan rusak. Tulang rawan sendiri adalah jaringan keras dan licin yang menutupi tulang sendi. sedangkan  rheumatoid arthritis adalah penyakit ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sendi yang sehat, dimulai dari lapisan sendi terluar.

Gejala Arthritis

Gejala yang dirasakan pengidap akan sesuai dengan jenis yang dialami. Berikut gejalanya masing-masing:

1. Osteoarthritis (OA)

Osteoarthritis memengaruhi lapisan tulang rawan sendi, yang mengakibatkan nyeri dan kesulitan bergerak pada pengidapnya. OA umumnya diidap oleh orang paruh baya, terutama di akhir usia 40-an atau lebih tua. Hilangnya tulang rawan menyebabkan tulang saling bergesekan, mengubah bentuk sendi, serta memaksa tulang keluar dari posisi normalnya. 

OA sering timbul pada sendi tangan, tulang belakang, lutut, dan pinggul, yang ditandai dengan beberapa gejala berikut:

  • Sendi kehilangan fleksibilitas gerak.
  • Peningkatan rasa sakit dan kekakuan ketika tidak menggerakkan persendian sementara waktu.
  • Sendi tampak sedikit lebih besar dari biasanya.
  • Terdengar suara pada sendi setiap kali bergerak.
  • Kelemahan dan kehilangan massa otot pada sendi.

2. Rheumatoid Arthritis (RA)

Orang yang berusia antara 40 hingga 50 tahun umumnya memiliki risiko tinggi terkena RA. Pelindung luar sendi adalah tempat pertama yang akan terpengaruh. Kemudian, peradangan akan menyebar ke sendi sekitarnya. Jika seseorang mengidap RA, mereka akan mengalami perubahan pada bentuk sendinya.

Jika semakin parah, RA dapat memicu masalah pada jaringan dan organ. Penyakit ini tidak bisa disepelekan, karena rheumatoid arthritis adalah yang menyebabkan pengidapnya tidak dapat melakukan aktivitas normal seperti biasanya. Berikut gejala yang perlu segera mendapat penanganan:

  • Sensasi rasa nyeri berdenyut pada sendiri yang lebih buruk di pagi.
  • Kekakuan sendi yang menyebabkan jari tidak menekuk atau mengepalkan tangan.
  • Pembengkakan, kehangatan dan kemerahan pada sendiri akibat peradangan. Beberapa pengidap mengalami perkembangan gejala di area sekitar sendi.
  • Merasa terus-menerus kelelahan dan kekurangan energi.
  • Mengalami peningkatan suhu tubuh dan berkeringat.
  • Mengalami penurunan nafsu makan yang berujung pada penurunan berat badan.

Kondisi tersebut kadang dapat menyebabkan gangguan di area tubuh lainnya, seperti mata kering dan nyeri dada. Nyeri dada terjadi jika jantung atau paru-paru terpengaruh oleh penyakit yang dialami.

Penyebab Arthritis

Arthritis terjadi ketika jaringan tulang rawan mengalami peradangan, sehingga mengakibatkan gangguan fungsi sendi. Tulang rawan adalah jaringan ikat yang berfungsi untuk melindungi tulang agar tidak bergesekan satu dengan yang lain ketika sedang bergerak. Penyebabnya arthritis dapat bervariasi tergantung dari jenisnya.

1. Osteoarthritis

Osteoarthritis melibatkan kerusakan dan robeknya tulang rawan sendi, yaitu suatu lapisan licin dan keras pada ujung tulang. Kerusakan ini mengakibatkan tulang saling bergesekan langsung, sehingga timbul nyeri sendi dan pergerakan menjadi terbatas. Keausan pada sendi ini dapat terjadi selama bertahun-tahun dan dapat dipercepat oleh cedera sendi atau infeksi.

Sedangkan faktor pemicu osteoarthritis adalah:

  • Cedera sendi akibat tidak memiliki cukup waktu untuk sembuh setelah mengalami cedera atau operasi.
  • Arthritis sekunder, yaitu kondisi yang terjadi akibat sendiri rusak parah oleh kondisi sebelumnya atau yang sudah ada, seperti rheumatoid arthritis atau asam urat.
  • Risiko terkena OA terus meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan kondisi yang sama.
  • Memiliki berat badan berlebihan. Obesitas memberi tekanan berlebih pada persendian, terutama lutut dan pinggul
  • Kamu adalah seorang wanita.

2. Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang lapisan kapsul sendi, yaitu suatu membran yang menutupi semua bagian sendi. Lapisan ini, yang dikenal sebagai membran sinovial, mengalami peradangan dan menjadi bengkak. Jika proses ini berlanjut, penyakit ini dapat merusak tulang rawan dan tulang di dalam sendi.

Rheumatoid arthritis adalah kondisi autoimun, yang berarti disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan tubuh yang sehat. Namun, belum diketahui apa pemicunya. Meski demikian, berikut ini beberapa kondisi yang dicurigai menjadi faktor pemicu RA:

  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit yang sama.
  • Kamu adalah seorang wanita.
  • Perokok aktif.

Diagnosis Arthritis

Dokter akan mendiagnosis jenis arthritis dengan melakukan wawancara medis lengkap, pemeriksaan fisik yang menyeluruh, serta pemeriksaan penunjang yang sesuai, antara lain:

1. Sinar-X

Pemeriksaan sinar-X berguna untuk memvisualisasikan tulang, seperti menunjukkan kehilangan tulang rawan, kerusakan tulang, serta kerusakan tulang taji. Sinar-X juga dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan penyakit.

2. Computerized Tomography atau CT Scan

CT scan dapat digunakan untuk memvisualisasikan kondisi tulang serta jaringan lunak di sekitarnya yang tidak bisa dilihat dengan menggunakan rontgen tulang biasa.

3. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

MRI memanfaatkan gelombang radio dengan medan magnet yang kuat. MRI dapat menghasilkan gambaran yang lebih rinci dari jaringan lunak, seperti tulang rawan, tendon, serta ligamen.

4. Analisis Cairan Sendi

Analisis cairan sendi dapat digunakan untuk mengetahui tingkat peradangan pada sendi dan membantu dokter dalam menyimpulkan jenis arthritis yang dialami pengidap.

Pencegahan Arthritis

Arthritis adalah penyakit yang membuat pengidapnya kesulitan bergerak dalam jangka waktu yang lama. Hal tersebut otomatis akan mengganggu aktivitas harian yang dilakukan. Dari pada repot-repot mengobati, sebaiknya kamu lakukan langkah pencegahan dengan beberapa langkah berikut:

  • Olahraga teratur dan ringan untuk menjaga fleksibilitas sendi. Pilihan olahraga yang baik untuk pengidap arthritis adalah berenang karena tidak memberikan tekanan pada sendi.
  • Hindari melakukan aktivitas berlebihan dan terus-menerus, yang melibatkan persendian.
  • Makan makanan yang kaya antioksidan untuk mencegah dan mengurangi peradangan sendi.
  • Pertahankan diet yang sehat dan jaga berat badan ideal untuk mengurangi risiko timbulnya arthritis dan mengurangi gejala pada pengidapnya.

Pengobatan Arthritis

Arthritis adalah penyakit yang tidak dapat diatasi dan disembuhkan sepenuhnya. Pengobatan yang dilakukan hanya bertujuan untuk meringankan gejala yang dialami, serta meningkatkan fungsi sendi. Beberapa metode pengobatan yang akan dilakukan dokter untuk menangani arthritis, antara lain:

  1. Pemberian obat-obatan. Pada osteoarthritis, obat yang sering diberikan, antara lain obat penghilang rasa nyeri, obat non-steroid antiinflamasi seperti ibuprofen, serta obat kortikosteroid.
  2. Tindakan operasi. Pada arthritis yang parah, dokter dapat menganjurkan operasi, seperti:
  • Artroplasti (pergantian sendi), untuk menggantikan sendi yang rusak dengan sendi buatan.
  • Arthrodesis (penggabungan sendi), yaitu ujung tulang digabungkan bersama hingga sembuh dan menjadi satu.
  • Osteotomy, yaitu kondisi tulang dipotong dan kembali diselaraskan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami gejala seperti nyeri sendi, terbatasnya gerakan sendi, kemerahan kulit di sekitar sendi, pembengkakan, serta kekakuan pada sendi, segera diskusikan dengan dokter lewat aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

Jangan dibiarkan, karena kondisi tersebut dapat menghambat aktivitas harian yang kamu lakukan. Jika kamu ingin mengetahui info menarik lainnya seputar kesehatan, download Halodoc sekarang juga, ya!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Arthritis.
NHS UK. Diakses pada 2021. Osteoarthritis.
NHS UK. Diakses pada 2021. Rheumatoid arthritis.