halodoc-banner
  • Kamus Kesehatan A-Z
  • Perawatan Khusus keyboard_arrow_down
  • Cek Kesehatan Mandiri keyboard_arrow_down
close
halodoc-logo
Download app banner

sign-in logo Masuk

home icon Beranda


Layanan Utama

keyboard_arrow_down
  • Chat dengan Dokter icon

    Chat dengan Dokter

  • Toko Kesehatan icon

    Toko Kesehatan

  • Homecare icon

    Homecare

  • Asuransiku icon

    Asuransiku

  • Haloskin icon

    Haloskin

  • Halofit icon

    Halofit

Layanan Khusus

keyboard_arrow_down
  • Kesehatan Kulit icon

    Kesehatan Kulit

  • Kesehatan Seksual icon

    Kesehatan Seksual

  • Kesehatan Mental icon

    Kesehatan Mental

  • Kesehatan Hewan icon

    Kesehatan Hewan

  • Perawatan Diabetes icon

    Perawatan Diabetes

  • Kesehatan Jantung icon

    Kesehatan Jantung

  • Parenting icon

    Parenting

  • Layanan Bidan icon

    Layanan Bidan

Cek Kesehatan Mandiri

keyboard_arrow_down
  • Cek Stres icon

    Cek Stres

  • Risiko Jantung icon

    Risiko Jantung

  • Risiko Diabetes icon

    Risiko Diabetes

  • Kalender Kehamilan icon

    Kalender Kehamilan

  • Kalender Menstruasi icon

    Kalender Menstruasi

  • Kalkulator BMI icon

    Kalkulator BMI

  • Pengingat Obat icon

    Pengingat Obat

  • Donasi icon

    Donasi

  • Tes Depresi icon

    Tes Depresi

  • Tes Gangguan Kecemasan icon

    Tes Gangguan Kecemasan


Kamus Kesehatan

Artikel

Promo Hari Ini

Pusat Bantuan

Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

search
Home
Kesehatan
search
close
Ad Placeholder Image

Avascular Necrosis

Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli
Avascular NecrosisAvascular Necrosis

Pengertian Avascular Necrosis

Avascular necrosis adalah kondisi tulang degeneratif yang ditandai dengan kematian jaringan tulang akibat kurangnya pasokan darah sehingga menyebabkan kerusakan tulang, bahkan kehancuran tulang. Avascular necrosis dapat disebut juga sebagai osteonecrosis, aseptic necrosis, atau ischemic bone necrosis.

Faktor Risiko Avascular Necrosis

Beberapa faktor risiko yang memungkinkan seseorang mengidap avascular necrosis, antara lain:

  • Jenis kelamin pria lebih rentan dibanding wanita.
  • Umumnya dialami orang yang berusia 30–60 tahun.
  • Memiliki kadar kolesterol darah yang tinggi.
  • Memiliki kebiasaan minum alkohol yang berlebihan.
  • Menggunakan steroid dalam jangka yang panjang.

 

Penyebab 

Avascular necrosis terjadi akibat kurangnya pasokan darah ke tulang. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan pasokan darah ke tulang berkurang, antara lain:

  • Cedera pada sendi atau tulang, seperti dislokasi sendi, yang juga dapat merusak pembuluh darah di sekitar sendi.
  • Lemak yang menumpuk di pembuluh darah, sehingga menutup pembuluh darah kecil, yang mengakibatkan berkurangnya pasokan darah ke tulang. Hal ini dapat dipicu oleh penggunaan kortikosteroid jangka panjang atau kecanduan alkohol.
  • Penyakit tertentu, seperti anemia sel sabit, penyakit Gaucher, pankreatitis, diabetes, lupus, dan HIV/AIDS.
  • Tindakan medis, seperti radioterapi atau transplantasi ginjal, dapat melemahkan tulang dan merusak pembuluh darah.

Gejala 

Pada awal prosesnya, gejala avascular necrosis tidak terlalu disadari oleh pengidapnya. Kendati demikian, seiring dengan perjalanan penyakit, ada beberapa gejala umum yang dapat dirasakan, antara lain:

  • Rasa nyeri saat menaruh beban pada tulang yang bermasalah.
  • Rasa nyeri akan bertambah saat tulang dan sekitarnya menyatu.
  • Keterbatasan menggerakkan sendi hingga tidak dapat menggunakannya sama sekali.

Diagnosis Avascular Necrosis

Dokter akan mendiagnosis avascular necrosis dengan diawali suatu wawancara medis lengkap terkait dengan perjalanan penyakit yang dialami pengidap. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap dengan berfokus ke bagian tubuh yang mengalami kelainan. Setelah itu, dokter akan meminta untuk dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Foto Rontgen, untuk melihat perubahan struktur tulang.
  • MRI atau CT scan, untuk melihat kondisi tulang dengan lebih detail.
  • Bone scan, yang diawali dengan menyuntikkan zat radioaktif ke dalam pembuluh darah. Zat radioaktif tersebut akan menuju ke daerah tulang yang mengalami gangguan dan akan tertangkap oleh kamera gamma saat dilakukan foto.
  • Functional bone test, jika semua hasil tes pencitraan tidak menunjukkan adanya avascular necrosis. Pemeriksaan ini dilakukan dengan tindakan pembedahan untuk mengukur tekanan pada tulang yang sakit.

 

Komplikasi

Bila tidak diobati, avascular necrosis bisa memburuk seiring berjalannya waktu dan akhirnya tulang bisa hancur. Avascular necrosis juga bisa menyebabkan tulang kehilangan bentuknya yang halus yang berpotensi mengakibatkan artritis parah.

Pengobatan 

Pengobatan avascular necrosis tergantung pada usia, penyebab penyakit, bagian tulang yang rusak, serta tingkat kerusakannya. Pada tahap awal, dokter umumnya akan memberikan pengobatan, seperti:

  • Obat antiinflamasi non-steroid (OAINS), seperti ibuprofen atau diklofenak, untuk mengurangi peradangan dan nyeri.
  • Obat penurun kolesterol, untuk membantu mencegah penyumbatan pembuluh darah yang dapat memicu avascular necrosis.
  • Obat pengencer darah atau antikoagulan, seperti warfarin, untuk mencegah penggumpalan darah.
  • Obat bifosfonat, seperti alendronate, yang pada sebagian kasus dapat memperlambat perkembangan avascular necrosis. Meski begitu, pengobatan ini masih menjadi kontroversi, karena pada sebagian kasus bifosfonat malah memicu terjadinya avascular necrosis pada tulang rahang.

Sedangkan pada avascular necrosis, tahap lanjut yang nyerinya bertambah parah, umumnya dokter akan menyarankan tindakan bedah, seperti:

  • Transplantasi tulang, untuk memperkuat tulang yang rusak, dengan mengambil bagian tulang yang sehat dari area lain di tubuh pengidap.
  • Penggantian sendi, pada sendi yang sudah tidak mungkin lagi diperbaiki. Pengidap akan menjalani operasi bedah untuk mengganti sendi yang rusak dengan sendi imitasi yang terbuat dari logam.
  • Dekompresi inti tulang, yaitu prosedur yang dijalankan dengan membuang bagian dalam tulang untuk mengurangi beban pada sendi, agar terbentuk pembuluh darah baru yang sehat.

Pencegahan 

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini, antara lain:

  • Menjaga kolesterol pada nilai normal.
  • Menghindari konsumsi alkohol.
  • Berkonsultasi dengan dokter jika harus menggunakan kortikosteroid dalam jangka panjang.
  • Membersihkan gigi dan rutin kontrol ke dokter gigi untuk pemeriksaan dan perawatan gigi, terutama bagi pengguna pengobatan dengan bifosfonat.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika seseorang memiliki beberapa faktor risiko serta mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan sebelumnya di atas, yang semakin parah dan tidak kunjung sembuh, segera periksakan diri ke dokter spesialis ortopedi untuk pemeriksaan serta penanganan lebih lanjut. Kamu juga bisa membicarakan gejala kesehatan yang kamu alami pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Download aplikasinya segera di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Avascular necrosis
Stat Pearls. Diakses pada 2022. Avascular necrosis

Diperbarui pada 5 Januari 2022.

Topik Terkini

Lihat Semua

Artikel Terkait

Rutin Lakukan Radioterapi Bisa Terkena Avascular Necrosis?
Rutin Lakukan Radioterapi Bisa Terkena Avascular Necrosis?
Avascular Necrosis
Transplantasi Ginjal Berisiko Terkena Avascular Necrosis?
Transplantasi Ginjal Berisiko Terkena Avascular Necrosis?
Avascular Necrosis
Ini Cara Mencegah Avascular Necrosis pada Rahang
Ini Cara Mencegah Avascular Necrosis pada Rahang
Avascular Necrosis
Perlukah Transplantasi Tulang untuk Avascular Necrosis?
Perlukah Transplantasi Tulang untuk Avascular Necrosis?
Avascular Necrosis
Penggunaan Steroid Berlebihan Berisiko Avascular Necrosis?
Penggunaan Steroid Berlebihan Berisiko Avascular Necrosis?
Avascular Necrosis
ini-alasan-pecandu-alkohol-rentan-terkena-avascular-necrosis-halodoc
Ini Alasan Pecandu Alkohol Rentan Terkena Avascular Necrosis
Kecanduan Alkohol
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp
share on facebook
share on twitter
share on whatsapp
halodoc-banner
Chat dengan Dokter icon

Chat dengan Dokter

Toko Kesehatan icon

Toko Kesehatan

Homecare icon

Homecare

Asuransiku icon

Asuransiku

Haloskin icon

Haloskin

Halofit icon

Halofit

Download app banner
messagehelp@halodoc.com
local_phone021-5095-9900

BANTUAN & PANDUAN

  • Pusat Bantuan
  • Syarat & Ketentuan
  • Pemberitahuan Privasi

HALODOC

  • Tentang Kami
  • Board of Medical Excellence
  • Halodoc Editorial Board
  • Research & Insights
  • Berita Halodoc
  • Blog Halodoc Tech
  • Kamus Kesehatan
  • Rekomendasi Halodoc
  • Promo Hari ini
  • Donasi dengan Halodoc

KARIR & KOLABORASI

  • Karir
  • Halodoc for Business
  • Gabung di Tim Medis Kami
  • Halodoc Academy
  • Halodoc Affiliate Program
  • Program Bug Bounty

Keamanan & privasi

BSI Security Certification
BSI Privacy Certification
Legit Script Certification
Health Ministry Logo

© 2016-2025, PT Media Dokter Investama and Affiliates. All rights reserved.