• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Bakteremia

Bakteremia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
bakteremia

Pengertian Bakteremia

Bakteremia adalah kondisi medis yang disebabkan oleh penumpukan bakteri dalam aliran darah. Normalnya, pembuluh darah berisi sel darah dan sel imun yang berfungsi memusnahkan zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Pada kondisi bakteremia, infeksi bakteri telah menyebar ke peredaran pembuluh darah dan menimbulkan sejumlah gejala.

Gejala Bakteremia

Pada beberapa kasus bakteremia, kondisi ini tidak menunjukan gejala. Hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh mampu membersihkan bakteri tanpa disadari. Namun, ketika bakteremia menyebabkan infeksi, gejala yang timbul dapat berupa:

  • Demam mendadak;
  • Perubahan kesadaran, pingsan, atau kebingungan;
  • Penurunan tekanan darah hingga di bawah 100 mm/Hg;
  • Laju pernapasan semakin meningkat dan tersengal-sengal.

Penyebab Bakteremia

Infeksi yang masuk ke peredaran darah adalah penyebab bakteremia. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan bakteremia, antara lain:

  • Pneumonia, yaitu peradangan pada paru-paru yang disebabkan infeksi bakteri;
  • Infeksi pada organ pencernaan (seperti usus buntu, atau infeksi lain di usus besar);
  • Infeksi saluran kemih yang berlangsung lama.

Selain kondisi medis, bakteremia juga kerap disebabkan oleh penggunaan alat-alat medis yang tidak steril atau tindakan prosedur medis invasif yang tidak memperhatikan aspek kebersihan.

Faktor Risiko Bakteremia

Terdapat sejumlah faktor yang meningkatkan risiko bakteremia. Faktor risiko ini bisa mencakup usia, penyakit dan prosedur medis. Berikut sejumlah faktor yang meningkatkan risiko bakteremia:

  • Sangat muda atau sangat tua. Pada usia yang sangat muda, sistem imun tidak bekerja maksimal karena masih belum berkembang dengan sempurna. Sementara pada orang lanjut usia, sistem imun sudah mengalami penuaan dan penurunan fungsi.
  • Memiliki penyakit yang menurunkan sistem imun seperti HIV atau AIDS.
  • Diabetes yang memicu tingginya kadar gula dalam darah.
  • Masa rawat inap yang terlalu lama di rumah sakit, sehingga pengidap mengalami infeksi nosokomial dari rumah sakit tersebut, terutama pada pengguna ventilator di ruang ICU.
  • Tindakan medis invasif yang berisiko, seperti pemasangan infus, kateter, atau penjahitan luka yang tidak memperhatikan aspek higienitas.

Diagnosis Bakteremia

Dokter biasanya melakukan pemeriksaan darah untuk memastikan seseorang mengalami bakteremia. Selain tes darah, ada pula tes penunjang lain yang mungkin diperlukan. Beberapa jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh dokter yaitu:

  • Kultur darah, untuk melihat ada tidaknya bakteri dan jenis bakteri yang ada dalam darah.
  • Uji pembekuan darah, untuk mengetahui ada tidaknya gangguan pembekuan darah.
  • Uji fungsi hati dan ginjal, untuk melihat kegagalan fungsi hati dan ginjal yang berpengaruh dalam bakteremia.
  • Analisis gas darah, melihat kadar oksigen dalam darah.
  • Keseimbangan elektrolit.
  • Tes urine dan feses, jika dicurigai terdapat infeksi dari daerah saluran kemih atau pencernaan.

Komplikasi Bakteremia

Bakteremia adalah kondisi medis yang perlu segera diobati. Pasalnya, infeksi yang terus dibiarkan berisiko menimbulkan komplikasi yang mengancam nyawa seperti sepsis dan syok septik. Sepsis terjadi ketika respon imun terhadap infeksi terlalu kuat. Respons ini dapat memicu perubahan pada tubuh seperti peradangan. Nah, perubahan ini dapat berbahaya dan dapat menyebabkan kerusakan organ. Sementara itu, tekanan darah turun drastis dan berisiko menyebabkan kegagalan organ  saat syok septik terjadi.

Pencegahan Bakteremia

Selain mencegah terjadinya infeksi dalam pembuluh darah, berikut ini pencegahan bakteremia yang dapat dilakukan:

  • Menjaga kebersihan secara umum;
  • Memastikan higienitas peralatan medis yang digunakan untuk tindakan medis;
  • Pada kelompok orang yang sering mendapatkan tindakan medis, selalu menjaga kebersihan di sekitar tempat yang dilakukan tindakan medis.

Pengobatan Bakteremia

Beberapa pengobatan dapat dilakukan untuk menangani bakteremia, yaitu:

  • Penggunaan antibiotik, untuk menghilangkan bakteri yang beredar dalam pembuluh darah;
  • Terapi oksigen, pada pengidap yang mengalami sesak napas;
  • Cairan parenteral, seperti cairan infus, untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang.
  • Vasopressor, yaitu obat-obatan yang digunakan untuk menyempitkan pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lebih cepat dan tekanan darah meningkat.

Kapan Harus ke Dokter?

Tindakan medis yang tidak steril seperti penjahitan luka atau pencabutan gigi, atau terjadi karena infeksi lain yang meluas hingga peredaran darah, sering menjadi penyebab utama bakteremia. Apabila kamu mengalami demam dan menggigil setelah mendapat tindakan medis, jangan tunda untuk mencari pertolongan medis. 

Supaya mudah dan praktis, buat janji rumah sakit melalui aplikasi Halodoc saja. Jangan tunda untuk memeriksakan diri sebelum kondisinya semakin memburuk. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Want to Know About Bacteremia.
Verywell Health. Diakses pada 2021. Bacteremia Causes and Diagnosis.
Medscape. Diakses pada 2021. Bacteremia.