• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Bercak Mongol

Bercak Mongol

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
bercak mongol

Pengertian Bercak Mongol

Bercak Mongol bisa ditemukan pada permukaan kulit bayi yang baru lahir. Namun, tidak semua bayi yang baru lahir pasti memiliki tanda ini. Secara umum, bercak bisa dikenali dengan ciri kebiruan dan ukuran yang tidak terlalu besar. Dalam dunia medis, bercak bawaan lahir ini disebut dengan congenital dermal melanocytosis. Tanda lahir ini bisa muncul pada awal kelahiran atau dalam minggu pertama setelah bayi lahir. 

Kondisi ini paling banyak dialami oleh bayi yang terlahir dengan kulit gelap. Hingga kini, penyebab munculnya bercak Mongol masih belum diketahui, tetapi kondisi ini umumnya tidak berkaitan dengan gejala penyakit tertentu. Jika tidak berkembang atau memicu gangguan kesehatan, kemunculan bercak tidak membahayakan dan tidak perlu dikhawatirkan.

Gejala Bercak Mongol

Selain tidak berbahaya, bercak Mongol biasanya akan hilang atau memudar seiring dengan bertambahnya usia. Bercak Mongol paling sering muncul di bagian tubuh seperti pantat atau punggung, dapat juga pada bagian tubuh lain seperti tangan, kaki, wajah, dan bahu. Secara umum, ada beberapa gejala atau tanda bahwa bercak yang muncul merupakan congenital dermal melanocytosis, di antaranya: 

  • Bercak dengan perabaan yang rata dengan permukaan kulit normal.
  • Berwarna biru agak keabu-abuan.
  • Lokasi paling sering di daerah pantat atau punggung, tapi dapat ditemukan dibagian tubuh lain.
  • Berukuran 2 sampai 8 sentimeter, walaupun pada beberapa kasus dapat lebih lebar.
  • Bentuk bercak tidak beraturan.
  • Biasanya muncul saat bayi baru lahir atau seminggu sesudahnya.
  • Bercak Mongol tidak hilang dan tidak berubah warna dalam hitungan hari, berbeda dengan lebam atau memar.

Penyebab Bercak Mongol

Warna Biru pada bercak Mongol disebabkan oleh melanosit yang terperangkap dalam lapisan kulit dermis sewaktu migrasi ke epidermis. Melanosit adalah sel yang berfungsi menghasilkan pigmen kulit atau warna pada kulit. Pada perjalanannya, sel ini akan bergerak dari lapisan dermis menuju epidermis, yang merupakan lapisan kulit paling luar waktu perkembangan embrio. Namun, belum diketahui apa yang menyebabkan sel melanosit bisa terjebak dan memicu bercak Mongol. 

Faktor Risiko Kemunculan Bercak Mongol

Karena penyebab pasti munculnya bercak belum diketahui, maka faktor-faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan mempunyai bercak Mongol juga tidak diketahui. Namun, bercak Mongol ini lebih sering ditemui pada ras Mongoloid, yaitu Asia Timur, Indonesia, Polinesia, Mikronesia, dan Eskimo. Bayi yang memiliki kulit gelap juga disebut lebih sering mengalami kondisi ini. 

Diagnosis 

Sebagian orangtua mungkin merasa khawatir dan menganggap bercak kebiruan yang muncul sebagai memar. Untuk memastikannya, ayah dan ibu bisa melakukan pemeriksaan segera setelah bercak ditemukan. Diagnosis dapat ditegakkan dengan pemeriksaan terhadap kulit yang mengalami kebiruan yang diduga bercak Mongol. 

Pada umumnya, kondisi ini tidak membutuhkan pemeriksaan penunjang lainnya, kecuali pada kasus-kasus yang tidak biasa seperti jika bercak sangat luas dan banyak atau bercak makin bertambah dibandingkan berkurang atau memudar. Pada kasus-kasus seperti itu Bercak Mongol dikaitkan dengan penyakit metabolisme bawaan, yang paling umum adalah Sindrom Hurler, GM1 Gangliosidosis tipe 1, Penyakit Niemann-Pick. Pada kasus seperti ini dokter akan menyarankan pemeriksaan penunjang seperti laboratorium darah dan biopsi kulit mungkin akan dilakukan untuk memastikan diagnosis.

Pencegahan

Belum ditemukan cara pencegahan agar bayi baru lahir tidak terkena bercak Mongol ini karena penyebab pasti dari bercak Mongol belum diketahui.

Pengobatan

Bercak Mongol sebenarnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan masalah kesehatan dalam jangka panjang. Bercak ini bukan lesi kanker atau prakanker atau indikasi penyakit tertentu, sehingga tidak ada penanganan medis secara khusus. 

Sebagian besar kasus, Bercak Mongol akan perlahan memudar dan menghilang saat usia remaja atau mendekati usia remaja, walaupun sebagian kecil akan menetap seumur hidup. Intervensi medis yang dapat dilakukan karena alasan kosmetik, misalnya bercak Mongol pada wajah yang menetap sampai usia remaja dan dirasa mengganggu, maka dapat dilakukan bedah laser.

Komplikasi yang mungkin terjadi dari kondisi ini adalah dampak psikologis dari anak. Khususnya pada bercak yang letaknya dapat terlihat jelas oleh orang lain dan bercak yang menetap setelah masa remaja.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika bayi atau anak-anak memiliki bercak bawaan dari lahir, tapi bertambah banyak dan luas atau ibu tidak yakin bahwa bercak yang ada pada bayi atau anaknya merupakan bercak Mongol atau kondisi penyakit lain, dapat segera memeriksakan bayi ke dokter. Untuk melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan medis juga harus segera dilakukan jika muncul gejala tertentu, seperti: 

  • Bercak yang muncul kembali setelah hilang, 
  • Bercak tidak segera muncul pada bayi, atau baru beberapa bulan setelah dilahirkan, 
  • Bercak berubah warna,
  • Bercak melebar dan membuat bayi meras tidak nyaman. 

Kalau itu yang terjadi, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan kondisi Si Kecil. Jika ragu, ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter dan menyampaikan gejala yang dialami anak. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

Referensi: 
NIH. Diakses pada 2022. Mongolian Blue Spots.
Medscape. Diakses pada 2022. Congenital Dermal Melanocytosis (Mongolian Spot).
Healthline. Diakses pada 2022. What Are Mongolian Blue Spots?
Diperbarui pada 20 Januari 2022.