Bronkiektasis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Bronkiektasis

Bronkiektasis adalah kondisi ketika cabang bronkus dari paru-paru rusak secara permanen, melebar, dan dindingnya ikut menebal. Kondisi kerusakan ini menyebabkan bakteri dan lendir berkumpul di paru-paru, sehingga menyebabkan sumbatan pada paru-paru yang membuat udara sulit masuk melalui paru-paru.

 

Faktor Risiko Bronkiektasis

Seseorang dengan kerusakan pada paru-paru atau dalam keadaan infeksi saluran pernapasan merupakan kondisi yang meningkatkan risiko bronkiektasis. Beberapa keadaan lain yang meningkatkan risiko tersebut, antara lain:

    • Penyakit fibrosis kistik sebelumnya.
    • Penyakit defisiensi sistem imun.
    • Alergi terhadap jamur aspergillus, atau aspergillosis.
    • Kelainan yang menyebabkan gangguan pada fungsi silia. Silia adalah struktur rambut tipis yang ada di saluran pernapasan, berfungsi untuk menghilangkan lendir dan mukus pada saluran pernapasan.

 

Penyebab Bronkiektasis

Cedera pada paru-paru berbentuk dapat menyebabkan bronkiektasis. Bronkiektasis dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategori fibrosis kistik, yang disebabkan oleh kelainan genetik dan jenis lain yaitu kategori non-fibrosis kistik, yang disebabkan oleh berbagai keadaan berikut:

  • Fungsi sistem imun yang abnormal.
  • Penyakit inflamasi pada usus (inflammatory bowel disease).
  • Penyakit autoimun.
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Defisiensi alfa 1-antitripsin.
  • HIV.
  • Alergi.
  • Infeksi paru-paru, seperti karena pertusis atau tuberkulosis.

 

Gejala Bronkiektasis

Gejala dari bronkiektasis dapat membutuhkan waktu berbulan-bulan atau tahunan untuk dapat berkembang. Beberapa gejala yang umum terjadi yaitu:

    • Batuk kronik harian.
    • Batuk berdarah.
    • Suara mengi ketika bernapas.
    • Napas pendek dan cepat.
    • nyeri pada daerah dada.
    • Batuk dengan mengeluarkan dahak yang sangat kental setiap hari.
    • Penurunan berat badan.
    • Kelelahan.
    • Perubahan struktur pada jari dan kuku menjadi lebih cembung (clubbing finger).
    • Infeksi saluran pernapasan berulang.

 

Diagnosis Bronkiektasis

Dokter dengan seksama mendengarkan kelainan pada suara paru-paru. Apabila didapati sumbatan aliran udara pada paru-paru, dokter mengusulkan beberapa pemeriksaan berikut untuk menegakkan diagnosis:

  • Uji dahak, untuk melakukan identifikasi bakteri apa yang menginfeksi.
  • Foto rontgen dada, untuk melihat kelainan struktur dari paru-paru dan bronkus.
  • Uji fungsi paru dengan menggunakan spirometri, untuk melihat apakah bronkiektasis telah mengubah atau menurunkan fungsi paru.
  • Tes cepat molekuler, untuk melihat adanya kemungkinan penyebab kuman tuberkulosis.

 

Komplikasi Bronkiektasis

Komplikasi yang jarang terjadi, namun serius terjadi pada bronkiektasis adalah batuk darah dengan jumlah yang sangat banyak (hemoptoe). Hal ini terjadi ketika salah satu pembuluh darah di dekat paru-paru atau cabang bronkus mengalami kerusakan atau pecah saat batuk.

 

Pengobatan Bronkiektasis

Pada bagian cabang bronkus dari paru-paru yang melebar, tidak dapat dikembalikan menjadi normal lagi. Artinya keadaan bronkiektasis tidak dapat disembuhkan. Tujuan utama dari pengobatan yaitu menghilangkan infeksi dan menekan produksi lendir atau dahak.

Dari hal tersebut, dapat pula dicegah risiko mengalami sesak napas. Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengobati bronkiektasis antara lain:

  • Fisioterapi, dengan latihan pernapasan dan fisioterapi dada, dapat melegakan dada dari lendir dan dahak.
  • Antibiotik, untuk menghindari dan mengobati infeksi yang terjadi pada bronkiektasis.
  • Bronkodilator, seperti albuterol dan ipratropium bromida, untuk melegakan dari jalan napas dari lendir dan dahak.
  • Obat ekspektoran, untuk mengeluarkan mukus dan dahak dari dada.
  • Terapi oksigen.
  • Vaksin, untuk menghindari infeksi saluran pernapasan lain.

 

Pencegahan Bronkiektasis

Pencegahan bronkiektasis bisa dilakukan dengan menghindari merokok, polusi udara, asap rumah tangga (asap dapur) dan berbagai zat hirup kimia lainnya dapat mencegah terjadinya bronkiektasis dan menjaga saluran pernapasan tetap sehat.

Vaksin terhadap virus flu, pertusis, dan campak dapat bermanfaat untuk mencegah bronkiektasis, karena beberapa keadaan tersebut sering dihubungkan dengan kejadian bronkiektasis.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera ke dokter apabila menemukan gejala bronkiektasis disertai perburukan seperti batuk berdarah sangat banyak, sesak napas, dada berdebar-debar, dan penurunan kesadaran. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit sesuai domisili kamu di sini.