• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Cek Albumin

Cek Albumin

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Apa Itu Cek Albumin?

Cek albumin adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui kadar albumin di dalam darah. Albumin sendiri merupakan protein yang terdapat di dalam darah manusia dan diproduksi oleh organ hati. Zat ini memiliki fungsi mengatur tekanan dalam pembuluh darah. Albumin juga berperan dalam menjaga agar cairan yang terdapat dalam pembuluh darah tidak bocor ke jaringan tubuh sekitar. 

Kadar albumin yang terlalu rendah disebut dengan hipoalbuminemia. Jika hal ini terjadi, pengidapnya membutuhkan bantuan albumin dari luar. Tujuannya, untuk mengembalikan jumlah albumin ke nilai normal. Rendahnya kadar protein ini bisa terjadi karena ada gangguan pada organ ginjal atau hati. Selain itu, penurunan kadar albumin juga bisa terjadi karena adanya peradangan atau terjadinya kekurangan gizi alias malnutrisi.

Baca juga: Mengenal Albumin & Manfaatnya bagi Ibu Hamil

 

Kenapa Melakukan Cek Albumin?

Tujuan dilakukan cek albumin adalah untuk mengukur kadar albumin di dalam darah. Pemeriksaan ini dilakukan jika seseorang diduga mengalami gangguan pada organ hati atau ginjal. Selain untuk mengetahui kadar albumin, pemeriksaan ini juga bisa dilakukan untuk memantau kondisi kesehatan serta mendeteksi kemungkinan penyakit pada organ hati atau ginjal. 

Pasalnya, kadar albumin yang tidak normal bisa menjadi tanda bahwa ada yang salah dengan kinerja organ hati. Dalam kondisi normal, organ hati berperan dalam mengubah protein menjadi albumin. Namun, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan proses ini mengalami gangguan, sehingga pembentukan albumin pun akan terganggu. Alhasil, terjadilah penurunan kadar albumin di dalam tubuh serta bisa mengganggu proses yang terjadi di dalam tubuh secara keseluruhan.

Baca juga: Alami 8 Gejala Ini, Waspadai Tanda Penyakit Ginjal

 

Kapan Harus Melakukan Cek Albumin?

Umumnya, pemeriksaan akan dilakukan jika seseorang menunjukkan gejala ketidakseimbangan kadar albumin di dalam darah. Ada gejala yang bisa menjadi tanda penurunan kadar albumin, di antaranya penurunan berat badan drastis, pembengkakan di lokasi tubuh tertentu, mengalami penyakit kuning, serta tubuh mudah terasa lelah. 

Pemeriksaan ini juga digunakan untuk mengukur kadar protein di dalam darah. Dengan begitu, dokter bisa memantau ada atau tidak masalah kesehatan lainnya, misalnya penyakit ginjal. Cek kadar albumin disarankan untuk dilakukan secara berkala, terutama pada orang yang memiliki riwayat atau faktor risiko penyakit gangguan organ hati atau ginjal. Pemeriksaan ini juga disarankan bagi individu dengan kondisi malnutrisi atau mengalami penurunan berat badan tanpa alasan pasti. 

 

Bagaimana Melakukan Cek Albumin?

Cek albumin dilakukan dengan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan. Kemudian, pemeriksaan juga akan melibatkan serum khusus yang nantinya akan dicampurkan di laboratorium. Hasilnya, sampel darah yang dianalisis di laboratorium akan menunjukkan angka yang merupakan kadar albumin dalam tubuh. Normalnya, kadar albumin pada orang dewasa adalah sekitar 3.5 sampai 5.5 g/dL. Namun, angka ini mungkin akan berbeda tergantung pada laboratorium yang melakukan pemeriksaan. 

 

Di mana Melakukan Cek Albumin?

Cek kadar albumin dilakukan oleh petugas yang sudah kompeten atau berpengalaman. Pemeriksaan ini bisa dilakukan di fasilitas kesehatan mana saja, mulai dari klinik atau puskesmas, rumah sakit, bagian unit gawat darurat (UGD), hingga laboratorium kesehatan. Disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat jika mengalami gejala penurunan kadar albumin di dalam darah.

Baca juga: 4 Penyakit yang Sebabkan Kaki Bengkak

Referensi:
Verywell Health. Diakses pada 2020. What Is an Albumin Test?
Medscape. Diakses pada 2020.  Albumin.
Healthline. Diakses pada 2020. Serum Albumin Test.