Cholangitis

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Cholangitis

Cholangitis adalah infeksi yang terjadi pada saluran empedu (saluran yang dilewati oleh cairan empedu dari hati menuju kandung empedu dan usus). Pada keadaan normal, cairan empedu bersifat steril. Namun, ketika terjadi penyumbatan pada saluran empedu, maka tumpukan cairan empedu tadi akan berisiko menimbulkan infeksi. Sedangkan proses pencernaan dalam tubuh, membutuhkan cairan empedu yang diproduksi oleh hati. 

Baca juga: Bukan Cuma Cholangitis, Ini Penyakit yang Juga Bisa Menyerang Empedu

 

Faktor Risiko Cholangitis

Risiko cholangitis juga bisa terjadi pada:

  • Pemilik riwayat batu empedu.

  • Pengidap sclerosing cholangitis.

  • Pengidap penyempitan saluran empedu.

  • Pengidap HIV/AIDS.

  • Seseorang yang mengunjungi wilayah rawan infeksi parasit.

 

Penyebab Cholangitis

Umumnya, cholangitis disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri bisa berkembang biak di dalam saluran empedu dan menyerangnya jika saluran empedu tersumbat. Selain infeksi bakter, beberapa faktor lain juga bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit cholangitis. Berikut ini adalah beberapa faktor tersebut, antara lain:

  • Penggumpalan darah.

  • Tumor.

  • Infeksi parasit.

  • Pembengkakan pada pankreas.

  • Efek samping prosedur medis, seperti endoskopi.

  • Infeksi dari darah (bakteremia).

  • Memiliki riwayat penyakit batu empedu.

 

 Gejala Cholangitis

  • Nyeri pada perut atas bagian tengah atau kanan.

  • Warna tinja cokelat tua (warna tanah liat).

  • Warna urine menjadi gelap.

  • Mual.

  • Muntah.

  • Demam.

  • Badan menggigil.

  • Kulit menguning (penyakit kuning) yang dapat hilang timbul.

Umumnya, pengidap cholangitis terjadi pada usia 50-60 tahun. baik pria maupun wanita. Jika diabaikan atau tidak ditangani dengan benar, cholangitis yang sudah parah berisiko untuk menyebabkan kematian. Tingkat kematian yang disebabkan oleh cholangitis berkisar 13-88 persen.

Baca juga: Inilah Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Mengalami Cholangitis

 

Diagnosis Cholangitis

Diagnosis awal akan dimulai dengan mengidentifikasi gejala yang diidap, serta riwayat medis pribadi dan keluarga. Kemudian, pemeriksaan fisik lanjutan akan dilakukan untuk melihat apakah ada tanda-tanda kelainan, seperti jaundice (muncul warna kekuningan pada kulit dan bagian putih di mata) serta bagian atas perut yang teraba lunak.

Untuk memastikan kecurigaan, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan. Beberapa contoh pemeriksaan lanjutan tersebut:

  • MRI scan.

  • CT scan.

  • USG abdomen (perut).

  • Pemeriksaan X-ray yang dipadukan dengan endoskopi atau ERCP (endoscopic retrograde cholangiopancreatography).

  • Pemeriksaan X-ray yang dipadukan dengan penyuntikan cairan pewarna khusus secara langsung ke dalam saluran empedu atau PTC (percutaneous transhepatic cholangiography).

 

Komplikasi Cholangitis

Jika tidak ditangani dengan tepat dan segera, cholangitis bisa menimbulkan berbagai komplikasi serius bagi pengidapnya sebagai efek samping dari gejalanya. Berikut ini adalah komplikasi yang mungkin terjadi jika tidak segera ditangani, antara lain:

  • Disfungsi Sistem Hematologis. Jika tidak segera ditangani, cholangitis dapat menimbulkan disfungsi sistem hematologis atau terjadinya gangguan pada sistem aliran darah, dan jaringan pada tubuh. Berbagai gejala dan penyakit seperti anemia, kanker darah, diskrasia darah, thalassemia, trombositopenia, dan hemofilia adalah berbagai komlikasi yang dapat terjadi. Hal tersebut disebabkan oleh saluran empedu yang terinfeksi bakteri menyebar sampai ke pembuluh darah.

  • Syok Septik. Cholangitis bisa menyebabkan syok septik sebagai salah satu komplikasinya jika tidak segera ditangani. Syok septik adalah kondisi ketika tekanan darah turun hingga melewati batas wajar tekanan darah. Hal ini tentu saja membahayakan nyawa pengidapnya jika terjadi. Syok septik disebabkan oleh salah satu dampak dari sepsis, yaitu infeksi bakteri yang terjadi dalam darah. Akibat infeksi tersebut, tubuh harus melepaskan zat antibodi untuk menangkalnya. Kemunculan syok septik ditandai dengan demam tinggi disertai menggigil, tekanan darah yang naik turun dengan cepat, dan denyut nadi yang melemah.

  • Disfungsi Ginjal. Disfungsi ginjal terjadi ketika ginjal tidak mampu melakukan tugasnya untuk menyaring darah dan zat sisa dalam tubuh. Disfungsi ginjal dapat terjadi karena berbagai faktor seperti kurangnya aliran darah menuju ginjal dan dehidrasi, selain sebagai komplikasi yang dapat timbul dari penyakit cholangitis.

  • Disfungsi Sistem Saraf. Jika terjadi disfungsi atau gangguan pada sistem saraf tubuh, otak tidak akan bekerja secara maksimal, sehingga menimbulkan ketidakseimbangan dalam tubuh. Hal ini disebabkan oleh tugas utama dari sistem saraf yaitu membantu menyampaikan pesan dari otak ke seluruh tubuh. Saraf dibagi menjadi tiga, yaitu sensorik, motorik, dan otonom. Beberapa gejala akan muncul ketika salah satu kelompok saraf tersebut mengalami gangguan, seperti rasa nyeri pada tubuh, lemas, kedutan, mati rasa, keringat yang berlebih, dan kesulitan buang air besar.

 

Pengobatan Cholangitis

Cholangitis bisa diobati dengan penggunaan obat-obatan antibiotik yang bertujuan untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Jika tidak berhasil dilakukan, maka dokter akan merekomendasikan operasi.

 

Pencegahan Cholangitis

Pemeriksaan kesehatan secara rutin penting dilakukan untuk mencegah penyakit ini. Terutama jika kamu memiliki riwayat penyakit batu empedu, sclerosing cholangitis, penyempitan saluran empedu, HIV/AIDS, dan riwayat mengunjungi wilayah rawan infeksi parasit.

Baca juga: Tak Hanya Bakteri, Ini 9 Faktor yang Meningkatkan Cholangitis

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segara hubungi dokter untuk mendapatkan solusi terbaik jika mengalami gejala-gejala di atas.

 

Referensi:
Healthline. (Diakses pada 2019). What Is Cholangitis and How’s It Treated?
Diperbarui pada 16 September 2019