• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Coenzym B12
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Coenzym B12

Coenzym B12

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
coenzym b12coenzym b12

Deskripsi Coenzym B12

Coenzym B12 adalah katalistator yang membantu penyerapan vitamin B12.  Suplemen ini berfungsi mencegah dan mengatasi kekurangan vitamin B12. Coenzym B12 masuk kategori C untuk ibu hamil dan menyusui sehingga perlu digunakan secara hati-hati. 

Pastikan besaran manfaatnya lebih besar daripada risikonya terhadap janin. Suplemen ini tersedia dalam bentuk tablet dan suntikan. 

Nama dagang obat: Baliin Q10, Canergy, Cobazim, dan Nerozan.

Manfaat Coenzym B12

Coenzym B12 adalah vitamin B12 sintetis atau buatan untuk mencegah defisiensi atau kekurangan vitamin B12. Vitamin ini dibutuhkan tubuh untuk menjaga metabolisme dan sel-sel darah serta saraf. 

Obat ini juga dapat diberikan sebagai pengobatan untuk seseorang yang mengalami anemia, gangguan pencernaan, kerusakan saraf permanen, serta kondisi lain yang  menyebabkan kekurangan vitamin B12.

Dosis Coenzym B12

Pemberian dosis dapat berbeda-beda pada setiap individu, tergantung kondisi yang dialami. Diskusikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat ini, untuk mendapatkan dosis yang tepat. Namun, berikut dosis coenzym B12 secara umum:

1. Perawatan untuk lansia

Dosis awal diberikan 100 mikrogram dalam bentuk suntikan ke dalam otot, sekali sehari selama tujuh hari. Namun, pada beberapa kasus, dosis dapat ditingkatkan hingga 1.000 mikrogram.

2. Gizi buruk

Coenzym B12 bentuk tablet oral, dosis awalnya adalah 25 sampai 250 mikrogram per hari. Obat ini juga bisa diberikan pada bayi dan anak-anak, hanya saja dosisnya agak berbeda. 

  • Untuk bayi dengan kondisi anemia, dosis awalnya diberikan dalam bentuk suntikan ke dalam otot, sebanyak 0,2 mikrogram per kilogram selama dua hari pertama. Dosis kemudian dapat ditingkatkan hingga 100 mikrogram per kilogram selama dua sampai tujuh hari.
  • Untuk anak yang usianya agak besar dengan kondisi anemia, dosisnya awalnya berupa suntikan ke dalam otot, sebanyak 20 sampai 50 mikrogram per hari, selama dua minggu pertama atau lebih. Dosis kemudian dilanjutkan dengan pemberian sebanyak 100 mikrogram per bulan. Total dosis maksimal yang diperbolehkan adalah 1.000 mikrogram. 
  • Sementara itu, untuk anak dengan kondisi kekurangan vitamin B12, dosis awalnya 0,2 mikrogram per kilogram selama dua hari, dilanjutkan dengan pemberian dosis sebanyak 1.000 mikrogram per kilogram selama dua sampai tujuh hari. Kemudian, dosis dilanjutkan sebanyak 100 mikrogram per kilogram selama sebulan atau 100 mikrogram per kilogram selama 10 sampai 15 hari. 

Cara Penggunaan Coenzym B12

Ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk pada kemasan sebelum menggunakan obat ini. Untuk bentuk tablet, minum obat ini dengan bantuan air putih. Obat ini bisa diminum dengan atau tanpa makan. 

Minum secara rutin di waktu yang sama, untuk mendapatkan manfaat yang optimal. Untuk  bentuk suntikan, penggunaan harus dilakukan dengan bantuan dokter atau tenaga medis.

Perhatian Penggunaan Coenzym B12

Beritahu dokter terlebih dahulu tentang riwayat penyakit yang pernah atau sedang dialami. Misalnya sedang mengalami infeksi, defisiensi zat besi atau kalsium, penyakit ginjal, penyakit liver, dan sedang menjalani pengobatan lain yang memengaruhi sumsum tulang belakang.

Jika melewatkan dosis, segera konsumsi begitu kamu mengingatnya. Namun, jika jeda waktu dengan jadwal dosis selanjutnya sudah dekat, biarkan saja dan jangan menggandakan dosis.

Efek Samping Coenzym B12

Efek samping yang bisa timbul, yaitu:

  • Sakit kepala.
  • Lemas, letih, dan tidak bertenaga.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Demam.
  • Nyeri sendi.
  • Gatal-gatal.
  • Lidah membengkak.

Interaksi Coenzym B12

Belum ada informasi yang akurat tentang interaksi antara coenzym B12 dengan obat-obatan lain. Ketika diresepkan obat ini oleh dokter, beritahu obat-obatan yang tengah dikonsumsi untuk menghindari interaksi obat. Jika kamu membelinya tanpa resep dari dokter, baca dengan teliti petunjuk yang tertera pada label kemasan. 

Kontraindikasi Coenzym B12

Jangan gunakan obat ini jika alergi terhadap kobalt atau sedang mengidap penyakit Leber. Sebab, obat ini dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan kebutaan pada pengidap penyakit Leber.

Hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc jika mengalami efek samping usai mengonsumsi coenzym b12.  Jangan tunda sebelum kondisinya memburuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
National Library of Medicine. Diakses pada 2022. Coenzyme B12 (cobalamin)-dependent enzymes.
Mount Sinai. Diakses pada 2022. Vitamin B12 (Cobalamin)