Vitamin dan Suplemen

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

 

Pengertian Vitamin dan Suplemen

Meski berfungsi untuk memberikan asupan nutrisi untuk tubuh, tetapi vitamin dan suplemen ternyata berbeda. Vitamin sudah pasti suplemen, tetapi tidak semua suplemen adalah vitamin. Berikut ini pengertian dan apa hal yang membedakan antara vitamin dengan suplemen.  

  • Vitamin adalah nutrisi tambahan yang diperlukan bagi tubuh untuk bisa menunjang kinerja tubuh. Umumnya, vitamin berasal dari makanan dan buah-buahan yang bersifat organik. Tubuh manusia membutuhkan vitamin, hal ini dikarenakan tubuh manusia mungkin saja kurang dalam produksi vitamin yang dibutuhkan tersebut. Seperti contohnya ketika kita sedang berjemur di pagi hari, sinar matahari pagi membantu produksi vitamin D pada tubuh kita. Selain itu, karena tidak semua vitamin dapat di produksi oleh tubuh kita, maka manusia tetap membutuhkan vitamin sebagai nutrisi tambahan. Jika kita tidak mendapatkan kadar vitamin yang cukup, kondisi tersebut bisa menimbulkan beberapa gejala penyakit. Seperti contohnya jika kita defisit vitamin C, maka gejala awal yang umum terjadi, kita akan terkena gusi berdarah (sariawan).

  • Suplemen diartikan sebagai zat aditif yang mengandung nutrisi baik bagi tubuh. Jika vitamin bersifat organik dan berasal dari makanan atau buah-buahan, suplemen umumnya di produksi secara mekanik. Suplemen yang diolah secara mekanik ini (olahan pabrik) biasanya berbentuk pil, tablet, kapsul, ataupun berbentuk cairan. Karena di produksi, suplemen umumnya mengandung lebih dari tiga macam vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Suplemen akan menjadi substansi yang berbahaya jika dikonsumsi melebihi takaran atau dosis yang sudah ditentukan. Hal tersebut tentu saja disebabkan oleh banyaknya mineral dan vitamin yang terkandung di dalam suplemen. Beberapa kalangan membutuhkan vitamin, seperti vegetarian yang mengalami kekurangan vitamin B12 atau B5. Selain itu, sebagian orang yang tidak menyukai sayuran atau buah  atau memiliki alergi juga dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen.

Baca juga: 6 Dampak Negatif Kekurangan Vitamin B Selama Puasa

 

Tipe-Tipe Vitamin

Secara umum vitamin dibagi menjadi 2 tipe, yaitu vitamin larut air dan vitamin larut lemak. Vitamin larut air merupakan vitamin yang tidak dapat disimpan dalam jumlah banyak dalam tubuh dan akan dieksresikan atau akan dibuang melalui urine, sehingga penting untuk menjada asupan vitamin larut air. Vitamin larut air, contohnya vitamin B dan C. Vitamin laut lemak, di antaranya vitamin A, D, E, dan K.

  • Vitamin B. Kekurangan vitamin B dapat menyebabkan beriberi. Sumber utama vitamin B berasal dari ragi, kuaci, beras cokelat, gandum, asparagus, kubis, jeruk, kentang, dan telur.

  • Vitamin B2. Kekurangan vitamin B2 bisa menyebabkan ariboflavinosis. Sementara, vitamin B2 umumya bersumber dari asparagus, pisang, keju, susu, yogurt, telur, ikan dan kacang hijau.

  • Vitamin B3. Kekurangan vitamin B3 dapat menyebabkan pellagra, dengan mengalami gejala seperti diare, dermatitis, dan gangguan mental. Sumber utama vitamin B3 berasal dari daging ayam, daging sapi, ikan (tuna dan salmon), susu, telur, alpukat, kurma, tomat, brokoli, dan ubi.

  • Vitamin B5. Bersumber dari daging-dagingan, gandum utuh, brokoli, alpukat, royal jelly, dan juga telur ikan.

  • Vitamin B6. Jika tubuh manusia kekurangan vitamin B6 maka akan menyebabkan anemia, atau kerusakan pada beberapa sistem saraf. Vitamin B6 sendiri bersumber dari bahan makanan seperti daging, pisang, gandum, sayuran, dan juga kacang.

  • Vitamin B7. Kekurangan vitamin B7 bisa menimbulkan dermatitis pada tubuh. Vitamin B7 berasal dari kuning telur, hati, dan beberapa jenis sayuran.

  • Vitamin B9. Vitamin ini sangat berguna ketika menjalani masa kehamilan bagi wanita, jika tubuh wanita hamil kekurangan vitamin B9 meningkatkan risiko kandungan untuk mengalami cacat pada kelahiran. Sumber utama dari vitamin B9 berasal dari sayuran hijau, kuaci, dan juga ragi.

  • Vitamin B12. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia. Sumber utamanya sendiri berasal dari ikan, kerang, daging sapi, daging unggas, telur, susu dan produk olahannya.

  • Vitamin C. Jika tubuh kurang asupan vitamin C, maka akan menimbulkan penurunan daya tahan tubuh. Vitamin C umumnya bersumber dari buah-buahan seperti jeruk dan kiwi. Selain buah, vitamin C juga bisa ditemukan dari beberapa jenis sayuran.

  • Vitamin A. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan rabun ayam atau rabun senja dan keratomalacia. Selain itu kekurangan vitamin A bisa menimbulkan kelainan pada kornea mata yang menyebabkan kornea mata menjadi kering. Vitamin A bersumber dari minyak ikan kod, wortel, brokoli, ubi, mentega, kubis, bayam, labu, beberapa jenis keju, telur, melon dan susu.

  • Vitamin D. Kekurangan vitamin D akan menyebabkan pelunakan pada tulang dan juga osteomalacia. Vitamin D bersumber dari sinar matahari pagi dan juga ikan, telur, hati sapi, dan juga jamur.

  • Vitamin E. Berasal dari buah kiwi, kacang almond, alpukat, telur, susu, kacang, dan juga minyak sayur.

  • Vitamin K. Vitamin K umumnya berasal dari sayuran hijau seperti seledri, alpukat, dan buah kiwi.

Baca juga: Ini 7 Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin Saat Puasa

Berdasarkan penjabaran di atas, tubuh kita membutuhkan vitamin untuk menjaga kesehatan dan menjalankan kinerjanya. Vitamin umumnya bersumber dari beberapa jenis bahan makanan. Sebagian orang mungkin tidak menyukai sayuran atau buah-buahan, maka peran suplemen dibutuhkan agar tubuh tetap bisa menjaga kesehatan. Konsumsi suplemen yang melebihi dosis berbahaya bagi kesehatan, karena bisa menimbulkan kerusakan pada organ dalam tubuh. 

Baca juga: Siapa Saja yang Butuh Suplemen Saat Puasa?

 

Referensi:
Medicalnewstoday.com (Diakses pada 2019). Vitamins: What are they and what do they do?
Web MD (Diakses pada 2019). FAQs About Dietary Supplements
 
Diperbarui pada 14 Agustus 2019