• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Vitamin dan Suplemen
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Vitamin dan Suplemen

Vitamin dan Suplemen

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Vitamin dan SuplemenVitamin dan Suplemen

Vitamin dan suplemen adalah dua hal yang sama-sama berfungsi untuk memberikan asupan nutrisi untuk tubuh, tetapi ternyata keduanya memiliki perbedaan. Vitamin sudah pasti tergolong sebagai suplemen, tetapi tidak semua suplemen mengandung vitamin di dalamnya.

Simak ulasan mengenai pengertian dan perbedaan antara vitamin dengan suplemen berikut ini!

Vitamin

Vitamin adalah nutrisi tambahan yang diperlukan bagi tubuh untuk bisa menunjang kinerja tubuh. Umumnya, vitamin berasal dari makanan dan buah-buahan yang bersifat organik. Aktivitas berjemur di sinar matahari pagi hari, juga dapat membantu produksi vitamin D pada tubuh.

Tidak semua vitamin dapat diproduksi oleh tubuh, maka manusia tetap membutuhkan vitamin sebagai nutrisi tambahan. Jika tidak mendapatkan kadar vitamin yang cukup, kondisi tersebut bisa menimbulkan beberapa gejala penyakit. Misalnya, saat seseorang kekurangan asupan vitamin C, maka ia bisa mengalami beberapa gejala, salah satunya mengalami gusi berdarah atau sariawan. 

Suplemen

Suplemen diartikan sebagai zat aditif yang mengandung nutrisi baik bagi tubuh. Jika vitamin bersifat organik dan berasal dari makanan atau buah-buahan, suplemen umumnya diproduksi secara mekanik.

Suplemen yang diolah secara mekanik ini (olahan pabrik) biasanya berbentuk pil, tablet, kapsul, ataupun berbentuk cairan. Karena diproduksi secara mekanik, suplemen umumnya mengandung lebih dari tiga macam vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

Suplemen akan menjadi substansi yang berbahaya jika dikonsumsi melebihi takaran atau dosis yang sudah ditentukan. Hal tersebut tentu saja disebabkan oleh banyaknya mineral dan vitamin yang terkandung di dalam suplemen.

Beberapa kalangan membutuhkan vitamin, seperti vegetarian yang mengalami kekurangan vitamin B12 atau B5. Selain itu, sebagian orang yang tidak menyukai sayuran atau buah atau memiliki alergi, juga dianjurkan untuk mengonsumsi suplemen.

Jenis-Jenis Vitamin

Secara umum vitamin dibagi menjadi 2 tipe, yaitu vitamin larut air dan vitamin larut lemak. Vitamin larut air merupakan vitamin yang tidak dapat disimpan dalam jumlah banyak dalam tubuh dan akan diekskresikan atau akan dibuang melalui urine. Vitamin larut air, contohnya vitamin B dan C. 

Vitamin larut lemak adalah vitamin yang larut dalam lemak dan kemudian diserap bersamaan dengan lemak dalam makanan dan disimpan dalam jaringan lemak tubuh dan di hati. Vitamin jenis ini ditemukan di banyak makanan nabati dan hewani dan dalam suplemen. Jenis vitamin ini adalah vitamin A, D, E, dan K.

Manfaat Vitamin

Vitamin membantu tubuh bekerja secara efektif. Kekurangan vitamin tertentu dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh. 

Nah, berikut ini adalah manfaat vitamin berdasarkan jenisnya:

  • Vitamin B1

Kekurangan vitamin B dapat menyebabkan penyakit beri-beri. Sumber utama vitamin B berasal dari ragi, kuaci, beras cokelat, gandum, asparagus, kubis, jeruk, kentang, dan telur.

  • Vitamin B2

Kekurangan vitamin B2 bisa menyebabkan ariboflavinosis. Vitamin B2 umumnya bersumber dari asparagus, pisang, keju, susu, yogurt, telur, ikan dan kacang hijau.

  • Vitamin B3

Kekurangan vitamin B3 dapat menyebabkan pellagra, dengan gejala seperti diare, dermatitis, dan gangguan mental. Sumber utama vitamin B3 berasal dari daging ayam, daging sapi, ikan (tuna dan salmon), susu, telur, alpukat, kurma, tomat, brokoli, dan ubi.

  • Vitamin B5

Bersumber dari daging-dagingan, gandum utuh, brokoli, alpukat, royal jelly, dan juga telur ikan.

  • Vitamin B6

Jika tubuh manusia kekurangan vitamin B6 maka akan menyebabkan anemia, atau kerusakan pada beberapa sistem saraf. Vitamin B6 sendiri bersumber dari bahan makanan seperti daging, pisang, gandum, sayuran, dan juga kacang.

  • Vitamin B7

Kekurangan vitamin B7 bisa menimbulkan dermatitis pada tubuh. Vitamin B7 berasal dari kuning telur, hati, dan beberapa jenis sayuran.

  • Vitamin B9

Vitamin ini disebut juga dengan asam folat dan akan sangat berguna untuk wanita hamil di awal masa kehamilannya. Jika tubuh wanita hamil kekurangan vitamin B9, maka ini akan meningkatkan risiko kandungan untuk mengalami cacat pada kelahiran. Sumber utama dari vitamin B9 berasal dari sayuran hijau, kuaci, dan juga ragi.

  • Vitamin B12

Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia. Sumber utamanya sendiri berasal dari ikan, kerang, daging sapi, daging unggas, telur, susu dan produk olahannya.

  • Vitamin C

Jika tubuh kurang asupan vitamin C, maka akan menimbulkan penurunan daya tahan tubuh. Vitamin C umumnya bersumber dari buah-buahan seperti jeruk dan kiwi. Selain buah, vitamin C juga bisa ditemukan dari beberapa jenis sayuran.

  • Vitamin A

Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan rabun ayam atau rabun senja dan keratomalasia. Selain itu kekurangan vitamin A bisa menimbulkan kelainan pada kornea mata yang menyebabkan kornea mata menjadi kering. Vitamin A bersumber dari minyak ikan kod, wortel, brokoli, ubi, mentega, kubis, bayam, labu, beberapa jenis keju, telur, melon dan susu.

  • Vitamin D

Kekurangan vitamin D akan menyebabkan pelunakan pada tulang dan juga osteomalacia. Vitamin D bersumber dari sinar matahari pagi dan juga ikan, telur, hati sapi, dan juga jamur.

  • Vitamin E

Berasal dari buah kiwi, kacang almond, alpukat, telur, susu, kacang, dan juga minyak sayur.

  • Vitamin K

Vitamin K umumnya berasal dari sayuran hijau seperti seledri, alpukat, dan buah kiwi.

Suplemen sebagai Pengganti Vitamin yang Dibutuhkan Tubuh

Berdasarkan penjabaran di atas, tubuh membutuhkan vitamin untuk menjaga kesehatan dan menjalankan kinerjanya. Vitamin umumnya bersumber dari beberapa jenis bahan makanan. 

Sebagian orang mungkin tidak menyukai sayuran atau buah-buahan, maka peran suplemen dibutuhkan agar tubuh tetap bisa menjaga kesehatan. Konsumsi suplemen yang melebihi dosis berbahaya bagi kesehatan, karena bisa menimbulkan kerusakan pada organ dalam tubuh. 

Siapa yang Membutuhkan Suplemen?

Orang-orang dengan kondisi tertentu membutuhkan asupan suplemen. Misalnya lansia yang mengalami kekurangan nutrisi, depresi, disabilitas, dan masalah dengan gigi.

Beberapa obat atau kondisi medis juga dapat menghambat kemampuan seseorang untuk menyerap nutrisi dari makanan sehingga membutuhkan suplemen.  Orang dengan asupan alkohol tinggi, membutuhkan tiamin (vitamin B1), folat, vitamin B12, dan vitamin A dan C.

Bahaya Konsumsi Suplemen Berlebihan

Sebagian besar suplemen aman dikonsumsi, walaupun yang paling bermanfaat adalah mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin yang dibutuhkan tubuh tersebut.

Ada beberapa jenis suplemen yang bila dikonsumsi berlebihan bisa  berdampak pada kesehatan, diantaranya adalah:

  • Dosis tinggi beta karoten telah dikaitkan dengan risiko kanker paru-paru yang lebih besar pada perokok.
  • Ekstra kalsium dan vitamin D dapat meningkatkan risiko batu ginjal.
  • Vitamin E dosis tinggi dapat menyebabkan stroke yang disebabkan oleh pendarahan di otak.
  • Vitamin K dapat mengganggu efek anti-pembekuan pengencer darah.
  • Mengonsumsi vitamin B6 dalam jumlah tinggi selama satu tahun atau lebih telah dikaitkan dengan kerusakan saraf yang dapat mengganggu gerakan tubuh (gejalanya sering hilang setelah suplemen dihentikan).

Konsultasikan kepada dokter sebelum kamu memutuskan untuk mengonsumsi suplemen. Download Halodoc untuk mendapatkan informasi kesehatan lainnya ya! Lewat Halodoc kamu juga bisa memenuhi kebutuhan vitamin dan suplemen, tanpa harus keluar rumah. 

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2022. What are fat-soluble vitamins?
Harvard Health. Diakses pada 2022. Do you need a daily supplement?
Tonic Media Network. Diakses pada 2022. Vitamin and mineral supplements: when are they needed?
Diperbarui pada 28 Juli 2022.