
DAFTAR ISI
- Apa Itu Cyclosporiasis?
- Gejala Cyclosporiasis
- Penyebab Cyclosporiasis
- Faktor Risiko
- Diagnosis Cyclosporiasis
- Pengobatan Cyclosporiasis
- Hubungi Dokter Ini Jika Curiga Mengalami Gejala Cyclosporiasis
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- Komplikasi Cyclosporiasis
- Pencegahan Cyclosporiasis
- Kesimpulan
Apa Itu Cyclosporiasis?
Cyclosporiasis adalah infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh parasit Cyclospora cayetanensis. Parasit ini menginfeksi usus halus dan paling sering menyebabkan diare yang berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu apabila tidak ditangani.
Seseorang dapat terinfeksi setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi parasit. Wabah cyclosporiasis sering dikaitkan dengan konsumsi sayuran segar, buah-buahan, atau air yang tidak bersih.
Berbeda dengan beberapa infeksi usus lainnya, parasit Cyclospora cayetanensis yang keluar melalui feses belum langsung dapat menularkan penyakit. Parasit membutuhkan waktu beberapa hari hingga minggu di lingkungan sebelum menjadi infeksius. Oleh karena itu, penularan langsung dari orang ke orang sangat jarang terjadi.
Cyclosporiasis dapat dialami oleh siapa saja, tetapi risikonya lebih tinggi pada orang yang tinggal atau bepergian ke daerah dengan sanitasi yang kurang baik.
Gejala Cyclosporiasis
Gejala biasanya muncul sekitar 2 hari hingga 2 minggu setelah seseorang terpapar parasit.
Sebagian orang yang terinfeksi tidak mengalami gejala. Namun, bila muncul, keluhan yang paling umum meliputi:
- Diare berair yang berlangsung lama.
- Frekuensi buang air besar meningkat.
- Kram atau nyeri perut.
- Mual.
- Muntah.
- Perut kembung.
- Nafsu makan menurun.
- Penurunan berat badan.
- Mudah lelah.
- Demam ringan.
Tanpa pengobatan, gejala dapat berlangsung selama beberapa minggu, bahkan bisa hilang dan muncul kembali.
Penyebab Cyclosporiasis
Cyclosporiasis disebabkan oleh infeksi parasit Cyclospora cayetanensis.
Penularan terjadi ketika seseorang menelan makanan atau air yang telah terkontaminasi parasit yang sudah matang (sporulated oocysts).
Beberapa sumber penularan yang paling sering antara lain:
- Sayuran mentah yang tidak dicuci dengan baik.
- Buah segar yang terkontaminasi.
- Air minum yang tercemar.
- Es batu yang dibuat dari air yang tidak bersih.
Karena parasit membutuhkan waktu untuk menjadi infeksius setelah keluar melalui feses, penularan langsung dari penderita ke orang lain sangat jarang terjadi.
Faktor Risiko
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena cyclosporiasis meliputi:
- Mengonsumsi makanan mentah yang tidak dicuci bersih.
- Minum air yang tidak terjamin kebersihannya.
- Bepergian ke negara atau wilayah dengan sanitasi yang kurang baik.
- Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, misalnya akibat HIV/AIDS, kanker, atau penggunaan obat imunosupresan.
Diagnosis Cyclosporiasis
Dokter akan menanyakan gejala yang dialami, riwayat perjalanan, pola makan, dan kemungkinan mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:
- Pemeriksaan sampel tinja untuk mendeteksi parasit Cyclospora.
- Pemeriksaan PCR bila tersedia.
- Pemeriksaan darah untuk menilai kondisi umum tubuh dan mendeteksi tanda dehidrasi atau gangguan elektrolit bila diare berlangsung berat.
Karena parasit tidak selalu ditemukan pada satu kali pemeriksaan tinja, dokter mungkin akan meminta beberapa sampel yang diambil pada hari yang berbeda.
Pengobatan Cyclosporiasis
Pengobatan utama cyclosporiasis adalah antibiotik kombinasi trimethoprim-sulfamethoxazole (TMP-SMX) sesuai resep dokter.
Antibiotik ini terbukti paling efektif untuk membasmi infeksi Cyclospora cayetanensis.
Selain itu, dokter juga akan menyarankan perawatan suportif, seperti:
- Memperbanyak konsumsi cairan untuk mencegah dehidrasi.
- Mengonsumsi oralit bila diperlukan.
- Istirahat yang cukup.
- Mengonsumsi makanan yang mudah dicerna selama masa pemulihan.
Bagi pasien yang memiliki alergi terhadap sulfonamida, dokter akan mempertimbangkan pilihan terapi lain sesuai kondisi masing-masing.
Jangan mengonsumsi antibiotik tanpa pemeriksaan dokter karena tidak semua diare disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit yang sama.
Hubungi Dokter Ini Jika Curiga Mengalami Gejala Cyclosporiasis
Apabila kamu mengalami diare yang berlangsung lebih dari beberapa hari, terutama setelah mengonsumsi makanan mentah atau bepergian ke daerah tertentu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Berikut dokter spesialis penyakit dalam yang tersedia di Halodoc:
- dr. Muhammad Giovanni Abdillah, Sp.PD: Ia adalah dokter spesialis penyakit dalam dengan pengalaman 11 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sriwijaya pada 2014. Ia kini praktik di Bekasi, Jawa Barat, tercatat sebagai anggota PAPDI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
- dr. Puguh Krisnadi Sandjojo, Sp.PD: Ia adalah dokter spesialis penyakit dalam dengan pengalaman 12 tahun, berhasil lulus dari Universitas Hang Tuah Surabaya pada 2012 dan Universitas Sam Ratulangi pada 2020. Ia kini praktik di Cikarang, Jawa Barat, tercatat sebagai anggota PAPDI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
- dr. Maya Puspita Sari, Sp.PD, AIFO-K: Ia adalah dokter spesialis penyakit dalam dengan pengalaman 9 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sriwijaya pada 2015 dan Universitas Hasanuddin pada 2023. Ia kini praktik di Lampung Tengah, Lampung, tercatat sebagai anggota PAPDI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
Segera cari pertolongan medis apabila diare disertai tanda dehidrasi berat, seperti sangat haus, buang air kecil berkurang, pusing, atau tubuh terasa sangat lemas.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:
✅ Dokter tersedia 24 jam.
✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).
✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
✅ Bisa dicover asuransi.
✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.
✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat.
✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%.
Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang!

Komplikasi Cyclosporiasis
Apabila tidak ditangani, cyclosporiasis dapat menyebabkan beberapa komplikasi, antara lain:
- Dehidrasi.
- Gangguan keseimbangan elektrolit.
- Penurunan berat badan.
- Malabsorpsi nutrisi.
- Diare kronis yang hilang timbul.
- Gangguan kualitas hidup akibat diare berkepanjangan.
Komplikasi lebih berisiko terjadi pada anak-anak, lansia, serta orang dengan sistem imun yang lemah.
Pencegahan Cyclosporiasis
Belum tersedia vaksin untuk mencegah cyclosporiasis. Oleh karena itu, langkah pencegahan difokuskan pada menjaga kebersihan makanan dan minuman.
Beberapa cara yang dapat dilakukan meliputi:
- Mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet.
- Mencuci buah dan sayuran dengan air mengalir sebelum dikonsumsi.
- Menghindari konsumsi makanan mentah yang kebersihannya tidak terjamin.
- Mengonsumsi air minum yang telah dimasak atau berasal dari sumber yang aman.
- Berhati-hati saat mengonsumsi makanan dan minuman ketika bepergian ke daerah dengan sanitasi yang kurang baik.
Menerapkan kebersihan makanan dan minuman merupakan langkah paling efektif untuk mengurangi risiko infeksi.
Kesimpulan
Cyclosporiasis adalah infeksi usus akibat parasit Cyclospora cayetanensis yang umumnya ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Gejala utamanya berupa diare berkepanjangan, mual, dan nyeri perut. Penyakit ini dapat diobati dengan antibiotik yang sesuai resep dokter, sedangkan pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan, minuman, dan kebiasaan mencuci tangan.
Bingung Harus Konsul ke Dokter Apa? Tanya HILDA, Gratis!
Pernah merasakan gangguan kesehatan yang bikin nggak nyaman tapi malah makin stres karena bingung harus konsul ke mana? Berhenti scrolling gejala di internet yang cuma bikin panik, ya!
Kenalin HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant), asisten AI pintar yang siap jadi “pintu pertama” perjalanan sehatmu di Halodoc. HILDA bukan cuma asisten biasa; dia bakal bantu kamu:
- Kasih Gambaran Awal: Jawab pertanyaan kesehatan umum kamu dalam sekejap.
- Navigasi Spesialis: Bingung mau ke dokter apa? HILDA bakal arahkan ke dokter spesialis yang paling pas.
- Solusi Cepat: Mulai dari cari obat sampai layanan kesehatan yang tepat, semua dibantu HILDA.
Gak perlu bingung lagi, ada HILDA yang selalu siaga. Download Halodoc sekarang!

