Dehidrasi

Pengertian Dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan. Akibatnya, keseimbangan gula garam tubuh terganggu dan tubuh tidak dapat menjalankan fungsi normalnya.

Gejala Dehidrasi

Gejala dehidrasi ringan dan sedang pada orang dewasa, antara lain:

  • Rasa haus.
  • Warna urine lebih pekat atau gelap.
  • Jumlah dan frekuensi pembuangan urine menurun.
  • Mulut kering dan lengket.
  • Mudah mengantuk dan cepat lelah.
  • Sakit kepala.
  • Sembelit.
  • Pusing.

Gejala dehidrasi ringan dan sedang pada anak dan bayi, antara lain:

  • Saat menangis tidak ada air mata.
  • Mata terlihat cekung ke dalam.
  • Ubun-ubun menyusut.
  • Popok tetap kering selama 12 jam.
  • Kulit terasa dingin dan kering.
  • Mudah marah dan lesu.
  • Mulut kering dan lengket.
  • Kelelahan dan pusing.

Gejala dehidrasi berat pada orang dewasa, anak, dan bayi antara lain:

  • Mudah marah dan merasa kebingungan.
  • Mulut terasa kering.
  • Denyut jantung cepat namun lemah.
  • Bernapas dengan cepat.
  • Mata tampak cekung.
  • Demam.
  • Kulit menjadi tidak elastis, setelah dicubit kembali ke asal lebih lama.
  • Tekanan darah rendah.
  • Tidak buang air kecil selama 8 jam atau pada bayi, popok jarang menjadi basah akibat urine.
  • Sangat pusing atau mengantuk terutama pada bayi dan anak-anak.
  • Kejang-kejang.
  • Kesadaran menurun.
  • Pada anak-anak dan bayi, kaki dan tangannya akan teraba dingin dan tampak ruam-ruam kecil (blotchy-looking) tanpa rasa gatal atau nyeri.

Penyebab Dehidrasi

Beberapa penyebab dehidrasi, antara lain:

  • Berkeringat secara berlebihan.
  • Demam.
  • Berolahraga atau melakukan latihan yang berat.
  • Bekerja di tempat yang panas karena banyaknya keringat yang dikeluarkan.
  • pengidap diabetes yang kadar glukosa dalam darahnya naik dan tidak terkontrol.
  • pengidap diare (gastroenteritis) dan muntah yang parah, terutama pada anak-anak dan bayi.
  • Pengguna alkohol yang mengonsumsi secara berlebihan.
  • Pengidap anoreksia nervosa.
  • Pengidap cystic fibrosis.
  • Pengidap luka bakar yang luas dan heat stroke (sengatan panas).

Faktor Risiko Dehidrasi

Kelompok orang yang rentan mengalami dehidrasi, antara lain:

  • Bayi dan anak-anak.
  • Orang lanjut usia.
  • pengidap penyakit kronis (jangka panjang).
  • Olahragawan atau atlet.
  • Orang yang berolahraga di tempat yang panas dan lembap.
  • Orang yang tinggal, bekerja, dan berolahraga di dataran tinggi

Diagnosis Dehidrasi

Dokter akan mendiagnosis dehidrasi dengan melakukan wawancara medis serta pemeriksaan fisik untuk menemukan gejala dan tanda dari dehidrasi.

Pengobatan Dehidrasi

Langkah pengobatan dehidrasi yang utama adalah dengan mengganti cairan tubuh yang hilang. Pada dehidrasi ringan dan sedang, pengidap dapat minum oralit untuk mengembalikan keseimbangan kadar gula, garam, dan cairan di dalam tubuh.

  • Pengobatan dehidrasi ringan dan sedang pada bayi dan anak.
  • Lanjutkan pemberian ASI pada bayi ketika mereka mengalami diare, muntah, atau demam.
  • Jika bayi mengonsumsi susu formula, ganti susu formula dengan yang bebas laktosa hingga diarenya benar-benar berhenti, oleh karena laktosa sulit dicerna bayi yang diare dan dapat memperparah diarenya.
  • Berikan oralit sesuai petunjuk petugas kesehatan untuk mengganti cairan, garam, dan gula yang hilang.
  • Lanjutkan pemberian makanan bayi seperti sebelum diare.
  • Pengobatan dehidrasi pada atlet.

Mengonsumsi minuman berenergi yang mengandung elektrolit dan karbohidrat atau gula, serta menghindari minuman bersoda.

  • Pengobatan dehidrasi berat pada bayi, anak, dan orang dewasa.

Pemberian cairan melalui infus merupakan cara yang cepat dan efektif dalam mengembalikan kadar cairan dan mineral tubuh ke tingkat yang normal.

Pencegahan Dehidrasi

Prinsip utama pencegahan dehidrasi adalah semakin banyak cairan yang dikeluarkan, semakin tinggi asupan air dibutuhkan. Beberapa upaya yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Minum banyak cairan dan mengonsumsi makanan yang tinggi kadar airnya seperti buah-buahan dan sayur
  • Pada dewasa dianjurkan minum dua hingga tiga liter air setiap harinya.
  • Pada anak-anak, pemberian cairan bergantung kepada umur, ukuran tubuh, dan aktivitas yang dilakukan.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika dehidrasi mulai mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari, segeralah menghubungi dokter. Dengan menghubungi dokter, tindakan pencegahan akan dilakukan untuk menghindari kemungkinan yang lebih buruk.