Delirium Tremens

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Delirium Tremens

Delirium tremens adalah bentuk paling berat dari penarikan diri dari alkohol, yang ditandai dengan perubahan status mental (menjadi sangat kebingungan) dan menjadi sangat hiperaktif, yang dapat berakibat pada gangguan jantung dan pembuluh darah. 

 

Faktor Risiko Delirium Tremens

Faktor risiko untuk delirium tremens meliputi:

    • Kejang karena penarikan alkohol sebelumnya;
    • Riwayat delirium tremens sebelumnya;
    • Penyakit penyerta medis lainnya;
    • Konsumsi alkohol harian yang berat dan berkepanjangan;
    • Detoksifikasi sebelumnya;
    • Keinginan besar akan alkohol;
    • Usia yang lebih tua;
    • Hipokalemia
    • Trombositopenia
    • Peningkatan kadar homosistein dalam darah;
    • Adanya lesi struktural otak.

 

Penyebab Delirium Tremens

Ketika alkohol dihentikan secara tiba-tiba, terjadi penurunan fungsional dalam neurotransmitter GABA. Hal ini menyebabkan hilangnya kontrol terhadap hambatan neurotransmitter peka rangsang seperti norepinefrin, glutamat, dan dopamin.

 

Gejala Delirium Tremens

Tanda dan gejala pada delirium tremens meliputi beberapa gejala yaitu:

    • Penarikan alkohol minor
      • Tremor;
      • Kecemasan;
      • Mual;
      • Muntah;
      • Insomnia.
    • Penarikan alkohol mayor
      • Halusinasi visual;
      • Halusinasi auditorik;
      • Tremor pada seluruh tubuh;
      • Muntah;
      • Diaforesis;
      • Hipertensi.
    • Penarikan yang menyebabkan kejang
      • Agitasi, gaduh gelisah;
      • Kebingungan;
      • Disorientasi;
      • Halusinasi;
      • Demam;
      • Hipertensi;
      • Diaforesis;
      • Hiperaktivitas otonom (detak jantung cepat dan tensi sangat tinggi).

 

Diagnosis Delirium Tremens

Analisis cairan otak dan pencitraan bagian otak penting untuk menilai seberapa parah dari gejala delirium tremens karena penarikan alkohol. Selain itu, beberapa pemeriksaan penunjang berikut ini dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis, antara lain:

    • Pemeriksaan gula darah;
    • Pemeriksaan darah untuk mengetahui penggunaan obat-obatan tertentu;
    • CT-Scan kepala, untuk melihat ada tidaknya kerusakan otak yang disebabkan oleh alkohol;
    • Pungsi lumbal, untuk melihat cairan otak (cairan serebrospinal, LCS) untuk melihat adanya pengaruh alkohol terhadap kejang atau kondisi lainnya yang terjadi setelah penarikan alkohol.

 

Komplikasi Delirium Tremens

Komplikasi delirium tremens meliputi hal berikut ini:

  • Sedasi yang berlebihan, keinginan untuk tidur berlebihan;
  • Depresi pernapasan dan henti pernapasan;
  • Pneumonitis aspirasi;
  • Aritmia jantung, kondisi detak jantung tidak teratur.

 

Pengobatan Delirium Tremens

Beberapa pilihan pengobatan yang dapat dilakukan antara lain:

    • Terapi suportif: Komponen penting dari pengobatan sindrom penarikan alkohol dan delirium tremens, ini termasuk menyediakan lingkungan yang tenang, penilaian ulang berkelanjutan, memperhatikan defisit cairan dan elektrolit; dan pengobatan terhadap kecanduan zat lain yang saling berdampingan.
    • Tiamin: Tiamin dapat bermanfaat untuk mencegah kebingungan, ataksia, opthalmoplegia (ensefalopati Wernicke) dan sindrom Wernicke-Korsakoff.
    • Magnesium: sering diberikan pada orang dengan riwayat alkoholik, karena golongan tersebut rentan mengalami kekurangan magnesium. Selain itu magnesium juga dapat mengatasi dari tremor yang berat.
    • Benzodiazepin: Digunakan pada penderita delirium tremens yang parah sehingga membutuhkan sedasi di ICU.

 

Pencegahan Delirium Tremens

Cara untuk mencegah adanya penggunaan alkohol yang berbahaya, beberapa hal berikut dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya dementia tremens, yaitu:

    • Bagi yang telah kecanduan alkohol, melakukan konseling ke psikiater atau psikolog dapat membantu untuk mengurangi ketergantungan terhadap alkohol.
    • Bagi yang tidak kecanduan alkohol, dapat mengurangi asupan alkohol. 
    • Selalu memeriksakan keadaan diri secara rutin, mengingat pada pecandu alkohol terdapat banyak masalah yang mengintai pada pecandu alkohol.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila didapati gejala gaduh gelisah, penurunan kesadaran, agitasi, atau bahkan hingga kejang setelah pemberhentian alkohol dalam jangka waktu tertentu pada orang dengan riwayat alkoholik, segera bawa ke pelayanan gawat darurat terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit sesuai domisili kamu di sini.