Diare Kronis

Pengertian Diare Kronis

Diare adalah buang air besar dengan tinja encer (cair) atau berbentuk setengah cair atau lembek lebih dari 3 kali dalam sehari. Sedangkan diare kronis adalah diare yang berlangsung lebih dari 15 hari. Diare kronis biasanya merupakan gejala dari penyakit tertentu.

 

Gejala Diare Kronis

Gejala umum dari diare kronis ini hampir sama dengan diare pada umumnya, yaitu buang air besar dengan konsistensi cair atau lembek, dorongan untuk buang air besar, dan lebih dari 3 kali dalam sehari. Gejala lainnya yang menyertai diare tergantung dari penyakit yang mendasarinya, seperti

  • Nyeri perut atau keram perut
  • Kembung
  • Mual
  • Terdapat lendir dalam tinja
  • Terdapat darah dalam tinja, bisa dalam bentuk darah segar yang berwarna merah, tinja bercampur darah, atau berwarna hitam
  • Demam
  • Berat Badan turun

 

Penyebab Diare Kronis

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, diare kronis merupakan gejala dari penyakit tertentu. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan gejala diare kronis tersebut adalah

  1. Infeksi Virus, bakteria, dan parasit.
  2. Efek samping obat-obatan seperti antibiotik terutama golongan makrolida, obat-obatan antiinflamasi non-steroid, obat-obatan mengandung garam Magnesium seperti antasida, obat-obatan hipoglikemik (metformin, gliptin), obat-obatan kemoterapi, dan obat-obatan pencahar.
  3. Gangguan penyerapan nutrisi dalam usus, seperti intoleransi laktosa, fruktosa, penyakit Celiac, kekurangan enzim pencernaan, pankreatitis kronis
  4. Penyakit keganasan, seperti kanker kolon, kanker pankreas, dan polip kolon
  5. Gangguan pencernaan lainnya, seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS), penyakit peradangan usus (kolitis ulseratif, penyakit Crohn)
  6. Pasca operasi tertentu, biasanya setelah operasi di bagian perut, misalnya operasi pengangkatan kantung empedu dapat menyebabkan banyaknya empedu masuk ke usus besar  sehingga menimbulkan diare kronis.
  7. Penyakit hormonal, seperti penyakit kelebihan hormon tiroid (Tirotoksikosis) dan Diabetes mellitus.

 

Faktor Risiko Diare Kronis

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan seseorang mengidap diare kronis yang disebabkan penyakit tertentu. meliputi:

  1. Kondisi imunitas tubuh rendah, seperti pada orang-orang dengan penyakit autoimun, penyakit kekurangan antibodi Imunoglobulin, dan AIDS. Jika daya tahan tubuh rendah, maka bakteri, virus, dan parasit mudah menyerang, sedangkan tubuh sendiri tidak mampu memerangi infeksi karena daya tahan tubuh yang rendah sehingga menyebabkan diare kronis.
  2. Gangguan kesehatan mental, seperti panik, cemas, dan stress yang merupakan faktor risiko untuk terjadinya Irritable Bowel Syndrome (IBS) sehingga menyebabkan diare kronis.

 

Diagnosis Diare Kronis

Dokter akan menanyakan riwayat penyakit, konsumsi obat-obatan sebelumnya, kemudian melakukan pemeriksaan fisik dan menyarankan untuk melakukan beberapa pemeriksaan penunjang sesuai kebutuhan untuk menegakkan apa yang menjadi penyebab diare kronis.

Pemeriksaan penunjang untuk diare kronis diantaranya

1. Pemeriksaan Tinja

Pemeriksaan tinja merupakan pemeriksaan yang relatif mudah, dapat dikerjakan di laboratorium mana saja, dan relatif lebih murah. Dengan pemeriksaan ini dapat mengetahui adanya sel darah merah dalam tinja sebagai tanda adanya luka, polip, infeksi, ataupun keganasan. Ditemukan sel darah putih dalam pemeriksaan tinja menandakan adanya infeksi. Adanya gelembung lemak memberi dugaan kearah gangguan penyerapan lemak yang disebabkan penyakit pankreas. Dengan pemeriksaan ini juga dapat mengetahui adanya parasit.

2. Pemeriksaan Laboratorium

  • Pemeriksaan laboratorium darah
  • Pemeriksaan laboratorium urine

3. Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan lanjutan yang akan dikerjakan apabila diare kronis mengarah ke diagnosis penyakit tertentu setelah dilakukan pemeriksaan tinja dan pemeriksaan laboratorium, seperti

  1. Foto Rontgen, CT Scan, dan MRI
  2. Pemeriksaan Endoskopi saluran cerna bagian atas, yaitu pemeriksaan dengan menggunakan selang berkamera yang dimasukkan lewat mulut dengan alat endoskop. Dengan Endoskopi ini dapat dilihat selaput lendir (mukosa) esofagus, lambung, sampai usus 12 jari (duodenum)
  3. Pemeriksaan endoskopi bagian bawah atau kolonoskopi, yaitu sama dengan pemeriksaan endoskopi untuk saluran cerna atas, hanya saja selang dimasukkan lewat dubur (anus) agar dapat melihat adanya kelainan di 1/3 usus besar (kolon), walaupun tidak dapat melihat usus besar secara keseluruhan.
  4. Biopsi, yaitu pemeriksaan untuk mengambil sampel jaringan tertentu dalam saluran pencernaan.
  5. Pemeriksaan petanda tumor

 

Pencegahan Diare Kronis

Tidak semua kasus diare kronis dapat dicegah. Namun, beberapa upaya pencegahan Diare kronis yang diakibatkan oleh penyakit infeksi, beberapa jenis obat atau pada orang-orang dengan risiko tinggi yaitu

  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyiapkan makanan dan minuman, setelah dari toilet, atau menjenguk orang sakit
  • Mencuci buah dan sayur sebelum dimasak dan dikonsumsi
  • Meminum air bersih dan matang
  • Mendiskusikan efek samping obat-obatan yang dapat menyebabkan diare kronis dengan dokter dan meminta perubahan obat bila perlu
  • Meminum suplemen probiotik bila perlu
  • Memasak daging atau ikan hingga matang

 

Pengobatan Diare Kronis

Pengobatan untuk diare kronis ditujukan untuk mengobati penyakit yang mendasarinya dan mengurangi gejala yang timbul. Pemberian anti-diare seperti loperamid dapat diberikan pada kasus-kasus tertentu, tapi tidak pada semua kasus diare kronis. Diare kronis karena infeksi bakteri dapat diberikan antibiotik, sedangkan yang disebabkan karena parasit diberikan antiparasit.  

Apabila penyebab diare kronis ternyata karena penggunaan obat-obatan tertentu, maka penghentian dari obat-obatan tersebut dapat menghentikan diare. Jika diare kronis akibat gangguan penyerapan nutrisi, maka menghindari makanan yang dapat menyebabkan diare akan membuat diare berhenti, seperti pada pengidap intoleransi laktosa disarankan untuk menghindari produk-produk susu yang mengandung laktosa seperti susu sapi, keju, dan yogurt yang berbahan dasar susu sapi.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika keluarga atau kerabat dekat mengalami diare yang berlangsung lebih dari beberapa hari atau disertai dengan gejala lain, seperti demam atau terdapat darah dalam tinja, sebaiknya segera diskusikan dengan dokter. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit yang kamu inginkan di sini.