Digigit Serangga

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Digigit Serangga

Digigit serangga sangat umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan rata-rata setiap orang mengalami reaksi berbeda setelah digigit serangga. Serangga biasanya menggigit, menyengat, atau mengeluarkan racun digunakan sebagai pertahanan. Digigit serangga merupakan salah satu bentuk dermatitis kontak iritan, yaitu reaksi peradangan kulit sebagai respon dari kontak dengan alergen, dalam hal ini berupa liur, bulu, atau gigitan serangga, atau dalam istilah lain biasa disebut dermatitis venenata.

Gejala yang ditimbulkan dari gigitan atau sengatan serangga merupakan reaksi hipersensitivitas atau reaksi alergi yang timbul setelah kulit tubuh kontak dengan serangga atau racun atau alergen masuk pada kulit akibat gigitan, tusukan.  Jenis reaksi yang ditimbulkan akibat gigitan serangga tergantung jenis serangga dan macam racun yang dikeluarkan sebagai alergennya.

 

Gejala Digigit Serangga

Gejala digigit serangga dapat berupa reaksi lokal, terbatas pada tempat gigitan atau sengatan berupa

  • Gatal
  • Rasa nyeri atau tidak nyaman di tempat gigitan atau sengatan
  • Panas seperti terbakar
  • Bengkak atau kulit melepuh disekitar tempat gigitan atau sengatan

Pada beberapa orang tertentu atau jenis serangga yang beracun, gigitan atau sengatan dapat menimbulkan reaksi pada seluruh tubuh seperti

  • Bentol-bentol dan gatal diseluruh tubuh (urtikaria)
  • Bengkak pada wajah dan bibir (angioedema)
  • Kelemahan tubuh sampai kelumpuhan
  • Demam
  • Gejala sistem pencernaan : mual, muntah, diare
  • Pusing
  • Pingsan
  • Reaksi Anafilaktik (syok Anafilaktik), yaitu reaksi alergi berat yang dapat mengancam nyawa. Gejala-gejala reaksi anafilaktik yaitu ruam dan gatal seluruh tubuh, pembengkakan tenggorokan, sesak nafas, jantung berdebar, tekanan darah menurun, gelisah, keringat dingin, mual muntah, hingga kesadaran menurun. Reaksi ini terjadi beberapa detik sampai beberapa menit setelah digigit atau disengat serangga. Racun yang dikeluarkan serangga dan masuk kedalam tubuh sebagai alergen (zat perangsang reaksi alergi). Jika tidak ditangani dengan cepat, reaksi ini dapat menimbulkan kematian.



Penyebab  Digigit Serangga

Penyebab reaksi yang ditimbulkan dari gigitan serangga adalah reaksi hipersensitivitas atau reaksi alergi yaitu reaksi yang ditimbulkan oleh tubuh akibat ada alergen asing dan tubuh berusaha untuk menghilangkan alergen tersebut.

Jenis serangga yang dapat menyebabkan reaksi tersebut secara umum dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. Beracun. Serangga yang mengeluarkan racun gigitan atau sengatannya dapat menimbulkan reaksi alergi lokal, seluruh tubuh atau reaksi alergi berat. Beberapa jenis serangga tersebut, meliputi:
      • Lebah. Lebah menyengat hanya sekali, setelah menyengat lebah akan mati. Sengatan lebah sangat beracun, apabila tidak segera dicabut, racun akan semakin banyak masuk kedalam tubuh sehingga dapat memicu reaksi alergi yang berat.
      • Tawon. Sengatan tawon juga mengandung racun, tapi tawon dapat menyengat beberapa kali.
      • Kalajengking. Sengatan kalajengking mengandung racun, tapi jarang berbahaya. Tanda dan gejalanya berupa nyeri yang dapat terus menerus, mati rasa, dan bengkak. Namun, sengatan kalajengking pada anak dan lansia dapat menimbulkan reaksi alergi seluruh tubuh sampai reaksi alergi berat.
      • Semut api. Semut api dapat menggigit beberapa kali dan gigitannya dapat mengeluarkan racun yang biasanya hanya menimbulkan reaksi lokal seperti nyeri hebat di tempat gigitan, rasa seperti terbakar, bengkak dan kemerahan. Namun, dapat pula menyebabkan reaksi alergi seluruh tubuh dan reaksi alergi berat.
      • Laba-laba. Umumnya laba-laba tidak berbahaya, tapi beberapa jenis laba-laba mempunyai racun yang dapat menimbulkan reaksi berupa nyeri dan pembengkakan disekitar luka dan dapat menyebar ke perut, punggung, dan dada, keram perut, menggigil, mual, dan keringat dingin.
      • Tomcat. Umumnya racun akibat gigitan tomcat atau kumbang Paederus tidak berbahaya dan tidak menyebabkan reaksi seluruh tubuh, hanya lokal pada kulit berupa kulit melepuh seperti herpes, kemerahan, rasa panas bercampur gatal, dan nyeri.
  1. Tidak Beracun. Serangga yang tidak mengeluarkan racun menimbulkan reaksi akibat kontak bagian tubuh serangga atau liur dengan kulit. Reaksinya ringan dan lokal, hanya pada lokasi dan sekitar tempat gigitan. Serangga tidak beracun seperti nyamuk, lalat, kutu, dan ulat bulu. Selain reaksi lokal, beberapa jenis serangga ini dapat menyebarkan penyakit lain seperti malaria, demam berdarah, virus Zika, demam chikungunya yang ditularkan melalui gigitan nyamuk jenis tertentu. Penyakit tidur, penyakit kaki gajah, atau penyakit parasit darah dapat ditularkan melalui gigitan lalat jenis tertentu. Penyakit Lyme yang ditularkan melalui gigitan kutu jenis tertentu.



Faktor Risiko Digigit Serangga

Terkena gigitan atau sengatan serangga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:

  • Lingkungan tempat tinggal yang gelap, lembab, atau berdekatan dengan lahan kosong, semak-semak, kebun, atau hutan.
  • Riwayat alergi, pada diri sendiri dan riwayat alergi dalam keluarga
  • Pekerjaan, seperti orang yang bekerja di perkebunan
  • Golongan darah O. Menurut penelitian yang dipublikasi dalam the Journal of Medical Entomology, orang-orang bergolongan darah O memiliki risiko dua kali lebih besar digigit serangga penghisap darah dibanding golongan darah lainnya.

 

Diagnosis Digigit Serangga

Dalam mendiagnosis gigitan serangga, dokter akan menanyakan tentang keluhan dan riwayat kontak dengan serangga, kemudian melakukan pemeriksaan fisik pada tempat yang terkena gigitan. Pemeriksaan penunjang lainnya jarang dibutuhkan.

 

Pencegahan Digigit Serangga

Upaya pencegahan untuk menghindari gigitan serangga, meliputi

  • Hindari tempat-tempat bersemak
  • Jika melihat adanya sarang tawon atau lebah disekitar rumah, mintalah pembasmi serangga profesional untuk menyingkirkan sarang tersebut, jangan melakukannya sendiri.
  • Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal
  • Apabila akan pergi ke tempat bersemak, hutan, berkebun, dll mengenakan pakaian yang melindungi tubuh seperti baju berlengan panjang, celana panjang, dan sepatu boots.
  • Memakai mosquito repellent atau losion antinyamuk.
  • Melakukan 3M secara berkala, yaitu menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas
  • Jika lingkungan rumah terdapat banyak sarang nyamuk atau serangga, lakukan pengasapan insektisida (fogging) secara berkala.
  • Menyemprotkan racun serangga atau memasang kasa anti nyamuk pada rumah



Pengobatan Digigit Serangga

Penanganan gigitan serangga yang menimbulkan reaksi lokal yaitu membasuh area yang digigit atau disengat dengan air dan sabun kemudian kompres dingin pada daerah yang digigit atau disengat. Kompres dingin ini dapat mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan. Apabila terdapat lepuhan pada kulit, jangan memecahkan lepuhan tersebut. Beberapa obat dapat digunakan untuk mengurangi gejala yang ringan, bentol kecil kemerahan yang gatal, yaitu campuran menthol atau camphor berbentuk lotion atau gel dapat membantu mengurangi gejala.

Bila terdapat lepuhan kulit yang panas, nyeri, dapat digunakan salep kortikosteroid untuk mengurangi reaksi alergi yang ditimbulkan. Obat-obatan minum seperti golongan antihistamin (difenhidramin, ctm, cetirizine) dapat membantu mengurangi gatal.

Apabila tergigit atau tersengat serangga beracun yang berbahaya, seperti yang dijelaskan diatas, langkah pertama yang dilakukan adalah cabut sengat yang menempel pada kulit dengan cepat, cuci dengan air mengalir dan sabun, kompres dingin pada area yang tersengat. Apabila lokasi yang tersengat adalah tangan atau kaki, angkat tangan atau kaki yang tersengat.

Salep yang mengandung kortikosteroid dapat membantu meringankan gejala lokal yang terjadi. Namun, apabila tersengat dibagian wajah, leher, atau terdapat gejala-gejala seluruh tubuh sebaiknya langsung ke rumah sakit.

Jika mengalami gejala reaksi alergi hebat atau reaksi anafilaktik, sebaiknya langsung dibawa ke unit gawat darurat(UGD). Selama perjalanan ke rumah sakit, jika pengidap muntah atau penurunan kesadaran jangan diberi makan. Penanganan cepat tim dokter di UGD berupa pemberian oksigen, pemasangan jalur infus, dan penyuntikan obat epinefrin yang telah diencerkan. Pemberian obat ini tidak dapat dilakukan sendiri dirumah karena efek samping yang berbahaya.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika reaksi lokal ringan, lakukan pengamatan terhadap bekas gigitan atau sengatan serangga tersebut, gejala akan hilang dalam 1–2 hari. Apabila reaksi bertambah hebat, misalnya bentol gatal seluruh tubuh, lepuh kulit bertambah banyak, ataupun terdapat gejala-gejala reaksi seluruh tubuh sebaiknya diskusikan dengan dokter walaupun belum 24 jam. Jika terdapat gejala reaksi anafilaktik jangan tunda untuk ke UGD. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit yang kamu inginkan di sini.