Disartria

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Disartria

Disartria adalah kondisi berupa gangguan pada proses bicara akibat gangguan pada sejumlah otot. Otot-otot ini meliputi otot lidah, bibir, pita suara, dan diafragma. Otot-otot inilah yang berperan dalam menghasilkan suaran. Disartria ini sering kali terjadi karena adanya gangguan saraf.

Gangguan pada otot tersebut bisa membuat pengidapnya mengalami kesulitan berbicara. Contohnya lambat ketika berbicara atau menjadi cadel. Dampak-dampak dari disartria inilah yang membuat lawan bicara sulit untuk memahami apa yang diucapkan oleh pengidap disartria. Meski begitu, gangguan bicara ini tak memegaruhi kecerdasaran pengidapnya.

 

Faktor Risiko Disartria

Tedapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terserang disartria, misalnya:

  • Penyakit Bell’s palsy.

  • Cedera kepala.

  • Tumor otak.

  • Penyakit Parkinson.

  • Penyakit autoimun pada saraf, seperti multiple sclerosis.

  • Sindrom Guillain-Barre.

  • Sklerosis lateral amiotrofik.

  • Distrofi otot.

  • Myasthenia gravis.

  • Penyakit lain, seperti Huntington, Wilson, Parkinson, dan Lyme.

Baca juga: 5 Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Gangguan Bicara Disartria

 

Penyebab Disartria

Disartria amat berkaitan erat dengan saraf. Oleh sebab itu, penyebab utama disartria diduga adalah kerusakan otak yang bisa saja terjadi saat lahir atau ketika pengidapnya dewasa. Terdapat beberapa hal yang bisa memicu timbulnya masalah pada saraf otak, mulai dari stroke hingga cedera kepala.

 

Gejala Disartria

Berbicara tentang gejala disartria, berarti sama halnya membicarakan banyak tanda. Alasannya, ketika seseorang mengidap disartria, maka akan timbul berbagai macam gejala yang bisa dialami oleh pengidap. Contohnya:

  • Perubahan volume suara, dapat hanya berupa bisikan atau malah terlalu keras.

  • Kesulitan menggerakkan lidah atau otot-otot wajah.

  • Kesulitan dalam menelan (disfagia).

  • Perubahan suara menjadi serak, sengau, atau tegang.

  • Nada bicara monoton atau datar tanpa intonasi.

  • Irama berbicara yang tidak biasa.

  • Berbicara seperti orang berkumur atau cadel.

  • Berbicara terlalu cepat atau terlalu lambat, sehingga sulit dimengerti.

  • Gerakan lidah atau rahang minimal saat berbicara.

 

Diagnosis Disartria

Pada tahap awal, dokter melakukan wawancara medis seputar gejala yang dialami oleh pengidapnya. Selanjutnya, dokter juga akan mengevaluasi kemampuan berbicara pasien untuk menentukan tipe disartria yang diidap. Pemeriksaan ini akan menlisik lebih dalam kekuatan otot bibir, rahang, lidah, saat pasien berbicara.

Setelah itu, dokter akan pemeriksaan penunjang untuk menentukan kerusakan otak yang terjadi. Pemeriksaan penunjang yang umumnya dilakukan seperti:

  • CT scan otak.

  • MRI otak.

  • Pemeriksaan urine dan darah.

  • Spinal tap.

  • Biopsi otak.

  • Pemeriksaan neuropsikologis.

Baca juga: Sebabkan Kesulitan Bicara, Kenali 6 Jenis Disartria

 

Pengobatan Disartria

Pengobatan disartria bergantung pada penyebab, tingkat keparahan gejala, serta jenisnya. Pengobatan bertujuan untuk mengatasi penyebab dan memperbaiki proses bicara, supaya pembicaraan lebih dapat dimengerti. Namun, disartria yang disebabkan oleh kerusakan otak akibat stroke cenderung lebih sulit untuk disembuhkan.

Rehabilitasi merupakan salah satu cara untuk mengobati disartria, misalnya rehabilitasi cara bicara dapat dilakukan oleh seorang terapis wicara. Dalam terapi ini, terapis akan mengajarkan cara membuat suara lebih jelas dengan melambatkan kecepatan bicara, melatih pengidapnya mengucapkan huruf demi huruf dengan jelas, dan sebagainya.

 

Pencegahan Disartria

Tidak semua penyebab disartria dapat dicegah. Penyebab paling umum adalah stroke, sehingga penting untuk melakukan upaya pencegahan terhadap stroke, seperti:

  • Olahraga teratur.

  • Hindari merokok.

  • Konsumsi makanan tinggi serat dan rendah lemak.

  • Cek kesehatan secara rutin, terutama bagi penderita diabetes dan hipertensi.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter untuk mendapatkan solusi terbaik jika mengalami gejala-gejala tersebut. Apalagi jika gejala-gejala tersebut sudah berlangsung selama berhar-hari. Ingat, tindakan pengobatan yang cepat dan efektif bisa meningkatkan kualitas hidup pengidapnya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Dysarthria.   Healthline. Diakses pada 2019. What Causes Speech Articulation Problems?  
WebMD (2016). What is Dysarthria?

 Diperbarui pada 3 September 2019