Dispraksia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Dispraksia

Dispraksia adalah sebuah gangguan neurologis yang menyebabkan gangguan pada kemampuan seseorang untuk merencanakan dan memproses sebuah gerakan motorik. Seseorang dengan dispraksia sering memiliki gangguan dalam berbicara dan terkadang memiliki masalah dalam persepsi. Dispraksia tidak berpengaruh pada intelegensi seseorang.

 

Faktor Risiko Dispraksia 

Faktor risiko yang dapat menyebabkan dispraksia antara lain:

    • Kelahiran prematur;
    • Berat bayi lahir rendah;
    • Riwayat keluarga dengan dispraksia;
    • Paparan alkohol atau obat narkotika saat kehamilan.

 

Penyebab Dispraksia 

Penyebab dispraksia masih belum diketahui secara pasti. Namun, ahli meyakini bahwa hal ini dipengaruhi oleh sel saraf yang mengatur bagian gerakan otot yang tidak berkembang dengan sempurna. Jika hubungan antara saraf dan otot tidak baik, maka tubuh memerlukan waktu yang lebih lama untuk memroses sebuah gerakan. 

 

Gejala Dispraksia 

Gejala dispraksia bergantung pada usia dari masing-masing individu. Beberapa gejala umum yang muncul dalam dispraksia, antara lain:

  • Keseimbangan yang buruk;
  • Postur yang buruk;
  • Kelelahan;
  • Kebingungan;
  • Gangguan dalam berbicara;
  • Koordinasi tangan dan mata yang buruk;
  • Masalah dalam memersepsikan sesuatu;

 

Diagnosis Dispraksia 

Diagnosis dapat ditegakkan oleh dokter dengan melihat secara detail riwayat perkembangan anak, kemampuan intelektual, dan perkembangan gerak kasar dan gerak halus anak. Pemeriksaan terhadap kemampuan gerak kasar dan gerak halus anak dapat dilakukan untuk melihat sejauh mana perkembangan motorik anak.

    • Kemampuan gerak kasar. Mengetahui bagaimana anak dapat menggunakan otot besar untuk mengkoordinasikan gerakan tubuh, termasuk melompat, melempar, jalan, berlari, dan menjaga keseimbangan
    • Kemampuan gerak halus. Mengetahui bagaimana anak dapat menggunakan otot yang lebih kecil untuk membuat sebuah gerakan, seperti memasukkan kancing, menggunting suatu bentuk, dan menulis.

 

Komplikasi Dispraksia 

Dispraksia dapat menyebabkan beberapa komplikasi antara lain:

  • Gangguan komunikasi. Terjadi apabila gangguan dispraksia disertai dengan keterlambatan bicara, sehingga anak menjadi sulit mengkomunikasikan ide atau gagasan sesuatu.
  • Gangguan perilaku dan emosi. Hal ini biasanya diakibatkan karena anak tidak dapat berperilaku dengan baik di sekolah atau di rumah. Mereka cenderung memiliki kecemasan untuk bersosialisasi dengan lingkungannya karena gangguan motorik yang dimiliki.
  • Gangguan akademis. Karena adanya gangguan dalam gerak halus, beberapa anak menjadi kesulitan untuk menulis dan mencatat pelajaran, sehingga hal tersebut menjadi hambatan dalam kemampuan akademis anak.

 

Pengobatan Dispraksia 

Meskipun dispraksia tidak dapat disembuhkan, namun ada beberapa cara untuk meningkatkan kualitas motorik seseorang. Berikut pengobatan yang dapat diberikan kepada penderita dispraksia

    • Terapi okupasi. Dilakukan untuk melihat fungsi anak dalam kehidupan, baik di rumah maupun di sekolah. Terapi ini akan memfokuskan anak untuk dapat berperilaku dan melakukan kegiatan sehari-hari
    • Terapi wicara. Digunakan apabila terdapat keterlambatan bicara pada anak dengan dispraksia.
    • Bermain aktif. Merupakan sebuah terapi yang melibatkan fisik anak, dimana anak akan bermain secara aktif di dalam maupun luar ruangan. Hal ini diyakini dapat meningkatkan kemampuan dan koordinasi motorik anak.
    • Cognitive Behavioural Therapy (CBT). Dilakukan untuk melatih tingkah laku anak.

 

Pencegahan Dispraksia 

Dispraksia dapat dicegah dengan beberapa hal berikut:

    • Menghindari rokok, alkohol, dan obat narkotik saat kehamilan
    • Memeriksakan kehamilan secara rutin
    • Konseling genetik, apabila didapati riwayat keluarga dengan gangguan serupa.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Orangtua yang mendapati anaknya memiliki gangguan dalam perkembangan motorik seperti pada gejala dispraksia, dapat segera berdiskusi dengan dokter spesialis tumbuh kembang anak untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter pilihan di rumah sakit sesuai domisili kamu di sini.