• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • EEG dan Brain Mapping

EEG dan Brain Mapping

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
EEG dan Brain Mapping

Apa Itu EEG dan Brain Mapping?

EEG atau electroencephalography adalah pengukuran pola listrik pada permukaan kulit kepala yang mencerminkan aktivitas kortikal dan biasanya disebut sebagai gelombang otak. 

Sementara itu, brain mapping atau EEG kuantitatif (qEEG) adalah analisis EEG digital. Bisa dikatakan bahwa qEEG adalah perpanjangan dari analisis interpretasi EEG visual yang dapat membantu, bahkan menambah pemahaman tentang EEG dan fungsi otak. 

Jadi, brain mapping atau qEEG merupakan prosedur yang memproses aktivitas EEG yang direkam dari rekaman multielektroda menggunakan komputer.

Semua pencitraan saraf dapat dianggap sebagai bagian dari pemetaan otak atau brain mapping. Pemetaan tersebut dapat dipahami sebagai bentuk neuroimaging yang lebih tinggi untuk menghasilkan gambar otak yang dilengkapi dengan hasil pemrosesan atau analisis data tambahan (pencitraan atau non-pencitraan). 

Kenapa Melakukan EEG dan Brain Mapping?

EEG dan brain mapping biasanya dilakukan oleh dokter untuk mengevaluasi dan melacak perubahan pada fungsi otak. Baik karena berbagai intervensi, seperti neurofeedback atau obat-obatan.

Pemeriksaan EEG dan brain mapping adalah prosedur yang aman dan sepenuhnya non-invasif. Prosedur dilakukan dengan menggunakan elektroda yang diletakkan di kulit kepala untuk mengukur dan memantau osilasi neuron (gelombang otak). Tujuannya adalah untuk mendiagnosis disregulasi dalam fungsi dan aktivitas otak.

Prosedur pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk menilai kesehatan otak secara keseluruhan. Selain itu, juga untuk mengukur dampak yang ditimbulkan kecanduan pada jaringan saraf. 

Hasil dari tes EEG dan brain mapping dapat memberikan acuan dokter dalam merekomendasikan perawatan, atau resep obat untuk mengatasi kondisi kecanduan.

Kapan Harus Melakukan EEG dan Brain Mapping?

Pemeriksaan EEG dan brain mapping dapat melihat perubahan aktivitas otak. Biasanya, pemeriksaan ini dilakukan dokter untuk memastikan diagnosis gangguan yang terkait dengan otak, seperti epilepsi atau gangguan kejang lainnya. 

Selain itu, EEG dan brain mapping juga berguna untuk mendiagnosis atau mengobati beberapa gangguan berikut ini:

  • Tumor otak.
  • Kerusakan pada otak akibat cedera kepala.
  • Disfungsi otak yang dapat disebabkan oleh banyak hal (ensefalopati).
  • Radang otak.
  • Stroke.
  • Gangguan tidur.

Jadi, waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan EEG dan brain mapping adalah saat mengalami berbagai gejala terkait otak, seperti yang disebutkan tadi. Perlu tidaknya pemeriksaan ini dilakukan akan ditentukan oleh dokter. 

Selain untuk mendiagnosis penyakit, EEG dan brain mapping juga dapat digunakan untuk memastikan kematian otak pada seseorang yang sudah koma dalam waktu yang lama. 

Metode pemeriksaan ini yang dilakukan berkelanjutan dapat digunakan untuk membantu menemukan tingkat anestesi yang tepat, bagi seseorang yang mengalami koma yang telah diinduksi secara medis. 

Bagaimana Melakukan EEG dan Brain Mapping?

Sebelum menjalani pemeriksaan EEG dan brain mapping, kamu akan disarankan untuk tidak mengonsumsi beberapa makanan atau minuman. Termasuk kopi, teh, cokelat, dan soda.

Berbagai makanan dan minuman tersebut dapat memengaruhi stimulasi perubahan gelombang pada otak yang dikhawatirkan dapat mengubah hasil pemeriksaan. Selain itu, kamu juga harus memperhatikan kadar gula darah agar tetap terkontrol, agar tidak memengaruhi gelombang otak.

Setelah semua persiapan, pemeriksaan dilakukan dengan memasang alat bernama elektroda pada kulit kepala agar aktivitas listrik otak dapat diukur. Selama pemeriksaan berlangsung, aktivitas otak akan terlihat pada ensefalogram. 

Di saat ini pula, kamu harus tetap tenang, bahkan mungkin dokter melakukannya saat kamu tertidur. Hal ini karena gelombang otak yang tidak normal dapat terlihat saat tidur.

Prosedur EEG dan brain mapping biasanya hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Data yang diperoleh dari pemeriksaan akan diubah menjadi laporan peta otak visual. 

Hasil analisis laporan peta otak akan mengidentifikasi area masalah. Laporan tersebut akan menampilkan hasil dalam format yang jelas dan ringkas yang dapat mudah dipahami dengan bantuan tenaga medis.

Di Mana EEG dan Brain Mapping Bisa Dilakukan?

Pemeriksaan EEG dan brain mapping dapat dilakukan di rumah sakit mana pun yang menyediakan peralatan untuk tes ini. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan melalui rekomendasi dari dokter setelah melakukan pemeriksaan sebelumnya. 

Jika kamu mengalami keluhan kesehatan apa pun, sebaiknya konsultasikan pada dokter, agar pemeriksaan lebih lanjut bisa dilakukan. Kalau ada yang ingin diketahui lagi seputar EEG dan brain mapping, kamu bisa download Halodoc untuk tanya dokter kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Electroencephalogram.
Web MD. Diakses pada 2022. EEG Test (Electroencephalogram): Purpose, Procedure, & Results.
Healthline. Diakses pada 2022. EEG (Electroencephalogram): Purpose, Procedure, and Risks
Flowers Health Institute. Diakses pada 2022. qEEG Explained – Accurate Brain Scans, Diagnosis, and Treatment.
Clear Mind Center. Diakses pada 2022. The Neuro Map: It’s What Makes Our System Better.

Diperbarui pada 6 April 2022