EEG dan Brain Mapping

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Apa Itu EEG dan Brain Mapping?

Electroencephalography (EEG) adalah pengukuran pola listrik pada permukaan kulit kepala yang mencerminkan aktivitas kortikal dan biasanya disebut sebagai gelombang otak. EEG kuantitatif (qEEG) adalah analisis EEG digital, yang dalam istilah awam ini kadang-kadang juga disebut pemetaan otak.

QEEG adalah perpanjangan dari analisis interpretasi EEG visual yang dapat membantu, bahkan menambah pemahaman kita tentang EEG dan fungsi otak. Quantitative Electroencephalography (qEEG) adalah prosedur yang memproses aktivitas EEG yang direkam dari rekaman multi-elektroda menggunakan komputer.

Semua pencitraan saraf dapat dianggap sebagai bagian dari pemetaan otak. Pemetaan tersebut dapat dipahami sebagai bentuk neuroimaging yang lebih tinggi untuk menghasilkan gambar otak yang dilengkapi dengan hasil pemrosesan atau analisis data tambahan (pencitraan atau non-pencitraan). Ini seperti peta yang memproyeksikan (ukuran) perilaku ke daerah otak.

Baca juga: 4 Gejala yang Menjadi Indikasi Orang Terkena Lumpuh Otak

 

Kenapa Melakukan EEG dan Brain Mapping?

EEG dan informasi qEEG yang dapat diartikan dan digunakan oleh para ahli sebagai alat klinis untuk mengevaluasi fungsi otak dan untuk melacak perubahan fungsi otak, karena berbagai intervensi, seperti neurofeedback atau obat-obatan.

Electroencephalogram kuantitatif adalah prosedur yang aman dan sepenuhnya non-invasif, yang menggunakan elektroda yang diletakkan di kulit kepala untuk mengukur dan memantau osilasi neuron (atau dikenal sebagai gelombang otak) untuk mendiagnosis disregulasi dalam fungsi dan aktivitas otak.

EEG dapat dilakukan untuk menilai kesehatan otak secara keseluruhan, dan mengukur dampak yang ditimbulkan kecanduan pada jaringan saraf. Hasil dari tes tersebut dapat memberikan acuan dokter dalam merekomendasikan resep perawatan untuk menghilangkan kecanduan.

Baca juga: Alasan Trauma Kepala Berat Dapat Mengganggu Fungsi Otak

 

Kapan Harus Melakukan EEG dan Brain Mapping?

Otak adalah bagian dari tubuh yang sama seperti organ lainnya. Konsumsi obat-obatan atau alkohol berulang dapat memengaruhi pembentukan fisik otak. Mirip dengan jaringan tenaga listrik, otak memiliki "hub" di dalamnya yang menghubungkan dan jaringan berbagai kinerja otak dan mengendalikan aspek-aspek penting, seperti memori, pengambilan keputusan, pemrosesan emosional, dan fungsi kognitif penting lainnya.

Dalam kecanduan aktif dan jangka panjang, pusat-pusat di otak ini terpengaruh secara buruk, dan efek-efek buruk itu bermanifestasi sebagai gejala-gejala seperti kehilangan memori, kekurangan perhatian, depresi, kegelisahan, dan masalah psikologis negatif lainnya. Bukan hanya konsumsi obat-obatan dan alkohol saja yang disarankan untuk melakukan EEG dan brain mapping, tetapi EEG juga disarankan bagi mereka yang terindikasi memiliki gangguan pada otak ataupun memiliki penyakit yang berdampak pada otak. Ini termasuk demensia, masalah neurofisiologis, dan lain-lainnya.

 

Bagaimana Melakukan EEG dan Brain Mapping?

Dengan menggunakan alat yang menyerupai penutup kepala pada kulit kepala, perangkat lunak tersebut akan menangkap impuls listrik di otak. Hasilnya menunjukkan pola gelombang otak di berbagai bagian otak. Prosesnya memakan waktu sekitar 15 menit, dan data kemudian diubah menjadi laporan peta otak visual. Hasil analisis laporan peta otak akan mengidentifikasi area masalah. Laporan tersebut akan menampilkan hasil dalam format yang jelas dan ringkas yang dapat mudah dipahami dengan bantuan tenaga medis.

Baca juga: Hal yang Terjadi Jika Seorang Terkena Kanker Otak

 

Di Mana EEG dan Brain Mapping Bisa Dilakukan?

Tes EEG dan brain mapping dapat dilakukan di rumah sakit manapun yang menyediakan peralatan EEG dan brain mapping. Tentunya ini dapat dilakukan melalui rekomendasi dari dokter setelah melakukan pemeriksaan sebelumnya. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Electroencephalogram.
Web MD. Diakses pada 2019. EEG Test (Electroencephalogram): Purpose, Procedure, & Results.
Healthline. Diakses pada 2019. EEG (Electroencephalogram): Purpose, Procedure, and Risks

Diperbarui pada 3 September 2019