Endoftalmitis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Endoftalmitis

Endoftalmitis adalah peradangan berat yang terjadi pada seluruh jaringan intraocular yang mengenai dua dinding bola mata, yaitu retina dan koroid tanpa melibatkan sklera dan kapsula tenon. Hal ini biasanya terjadi akibat adanya infeksi.

Baca juga: Waspada Endoftalmitis, Penyakit Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan

 

Faktor Risiko Endoftalmitis

Ada banyak faktor risiko untuk endoftalmitis, yaitu:

  • Trauma pada mata.

  • Operasi mata.

  • Suntikan intraokular.

  • Infeksi pada aliran darah.

 

Penyebab Endoftalmitis

Terdapat dua penyebab endoftalmitis, yaitu endoftalmitis yang disebabkan oleh infeksi dan endoftalmitis yang disebabkan oleh imunologis atau autoimun (non-infeksi):

Endoftalmitis yang disebabkan oleh infeksi dapat bersifat:

1. Endogen

Endoftalmitis endogen terjadi akibat penyebaran bakteri, jamur, atau parasit dari fokus infeksi di dalam tubuh yang menyebar secara hematogen. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat penyakit sistemik lainnya, misalnya endocarditis

2. Eksogen

Endoftalmitis eksogen dapat terjadi, jika mata mengalami infeksi sekunder/komplikasi yang terjadi pada tindakan pembedahan yang menyebabkan bola mata terbuka, reaksi terhadap benda asing, maupun trauma tembus mata. Umumnya, 56-90 persen dari seluruh kasus endoftalmitis disebabkan oleh bakteri gram positif. Beberapa kuman penyebabnya yaitu staphylococcus epidermidis, staphylococcus aureus, dan spesies streptococcus. Selain itu, dari trauma tembus bola mata umumnya dapat ditemukan bakteri gram negatif, seperti escherichia coli, enterococcus, dan pseudomona.

3. Endoftalmitis Fakoanafilaktik

Endoftalmitis fakoanafilaktik adalah endoftalmitis unilateral ataupun bilateral sebagai reaksi uvea granulomatosa terhadap lensa yang mengalami ruptur. Endoftalmitis fakoanafilatik sendiri termasuk dalam kelompok penyakit autoimun karena menyerang jaringan tubuh sendiri, yaitu lensa. Jaringan tubuh tersebut tidak mengenali jaringan lensa yang tidak terletak dalam kapsul. Akibatnya, gejala endoftalmitis dan fakoanafilaktik akan mucul karena antibodi terhadap lensa terbentuk yang disebabkan oleh reaksi antigen antibodi.

Baca juga: Bisakah Endoftalmitis Disembuhkan?

 

Gejala Endoftalmitis

Gejala subjektif maupun objektif endoftalmitis bisa diketahui melalui pemeriksaan fisik, anamnesa, serta pemeriksaan penunjang.

1. Subjektif

Secara umum, gejala subjektif dari endoftalmitis, yaitu:

  • Fotofobia.

  • Nyeri pada bola mata.

  • Penurunan tajam penglihatan.

  • Nyeri kepala.

  • Mata terasa bengkak.

  • Kelopak mata bengkak, merah, dan kadang sulit untuk dibuka.

2. Objektif

Kelainan fisik yang ditemukan berhubungan dengan struktur bola mata yang terkena dan derajat infeksi atau peradangan. Pemeriksaan tersebut dilakukan melalui pemeriksaan mata bagian luar, slit lamp, dan funduskopi kelainan fisik. Dari pemeriksaan tersebut, hal yang dapat ditemukan antara lain:

  • Udem palpebra superior.

  • reaksi konjungtiva berupa hiperemis dan kemosis.

  • Injeksi siliar dan injeksi konjungtiva.

  • Udem Kornea.

  • Kornea keruh.

  • Keratik presipitat.

  • Bilik mata depan keruh.

  • Hipopion.

  • Kekeruhan vitreus.

  • Penurunan refleks fundus dengan gambaran warna yang agak pucat ataupun hilang sama sekali.

 

Komplikasi Endoftalmitis

Komplikasi yang dapat diakibatkan oleh endoftalmitis jika proses peradangan mengenai ketiga lapisan mata (retina, koroid dan sklera) dan badan kaca, adalah dapat mengakibatkan terjadinya panoftalmitis. Panoftalmitis merupakan peradangan di seluruh bola mata termasuk sklera dan kapsula tenon.

 

Diagnosis Endoftalmitis

Diagnosis endoftalmitis dapat dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Hal ini bertujuan supaya gejala subjektif dan gejala objektif terkait penyakit endoftalmitis. Pemeriksaaan penunjang yang dapat dilakukan dengan metode kultur merupakan langkah yang sangat diperlukan karena bersifat spesifik untuk mendeteksi mikroorganisme penyebab. Teknik kultur memerlukan waktu 48 jam sampai dengan 14 hari.

 

Pengobatan dan Efek Samping Endoftalmitis

Perawatan untuk penyakit ini tergantung pada penyebab endoftalmitis. Jika kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri, pilihan pengobatan meliputi salah satu atau beberapa perawatan berikut:

  • Antibiotik intravitreal. Antibiotik disuntikkan langsung ke dalam mata. Biasanya, sebagian vitreous diambil untuk memberikan ruang untuk antibiotik.

  • Kortikosteroid. Penyuntikan kortikosteroid ke dalam mata bisa dilakukan oleh dokter agar peradangan berkurang dan pemulihan menjadi lebih cepat.

  • Antibiotik intravena. Antibiotik disuntikkan ke dalam urat dan dapat diberikan untuk pengidap dengan infeksi berat.

  • Antibiotik topikal. Jika infeksi luka pada mata disertai dengan endoftalmitis, antibiotik dapat diberikan pada permukaan mata.

  • Vitrektomi. Cairan vitreus pada bagian mata yang terinfeksi dikeluarkan dan diganti dengan cairan steril. Hal ini biasanya dilakukan apabila kehilangan penglihatan sangat parah, yaitu di saat pengidap hampir mengalami kebutaan.

 

Pencegahan

Untuk melakukan pencegahan terhadap endoftalmitis yang disebabkan oleh trauma mata, bisa menggunakan pelindung mata seperti kacamata pelindung. Hal tersebut dilakukan jika bekerja di lingkungan yang penuh debu seperti area industri. Selain itu, penggunaan pelindung mata bisa dilakukan saat berolahraga yang penuh risiko. Selain itu, pasien pasca operasi mata, sebaiknya mengikuti instruksi dokter dan sering memeriksa keadaan atau check up mata. Hal ini bertujuan agar mata yang sedang dalam proses pemulihan tidak terluka atau terkena infeksi. 

Baca juga: Cegah Kebutaan, Obati Endoftalmitis dengan 3 Cara Ini

 

Kapan Harus ke Dokter?

Endoftalmitis adalah kondisi darurat. Jika tidak didiagnosis atau diatasi dengan segera, dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen. Kamu harus diskusi ke dokter jika memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya. Apalagi jika kamu pernah mengalami beberapa hal berikut:

  • Operasi mata.

  • Trauma pada mata.

  • Kondisi yang melemahkan pertahanan imun.

 

Referensi:
www.health.harvard.edu. Diakses pada 2019. Endophthalmitis

Diperbarui pada 4 September 2019