Endokarditis

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Endokarditis

Endokarditis adalah infeksi yang terjadi pada lapisan bagian dalam jantung manusia (endokardium). Penyakit ini termasuk berbahaya dan dapat berakibat fatal. Umumnya, endokarditis tidak menyerang jantung yang sehat. Oleh karena itu, orang dengan katup jantung buatan, mengidap penyakit jantung bawaan, hipertrofi kardiomiopati, dan pengidap beberapa gangguan jantung lainnya berisiko mengalami penyakit ini. Orang yang sering menyuntikkan obat terlarang juga memiliki risiko lebih besar untuk terkena endokarditis.

Baca juga: Kenali Penyakit Langka pada Jantung Endokarditis

 

Faktor Risiko Endokarditis

Penyakit endokarditis bisa dialami oleh siapa saja. Namun, beberapa faktor pemicu di bawah ini bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap endokarditis, antara lain:

  • Mengidap kerusakan pada katup jantung.

  • Penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif lain.

  • Pernah mengidap endokarditis sebelumnya.

  • Penggunaan katup jantung buatan.

  • Mengidap penyakit jantung bawaan.

 

Penyebab Endokardiatis

Endokarditis terjadi jika kuman masuk ke dalam aliran darah, kemudian masuk ke jantung dan melekat pada katup jantung yang tidak normal, atau merusak jaringan jantung.

Kuman bisa masuk ke dalam aliran darah seseorang memiliki beragam cara, antara lain melalui:

  • Kateter atau jarum suntik. Kateter dan jarum yang terkontaminasi bisa menjadi jalan masuk kuman.

  • Infeksi atau kondisi medis lainnya. Bakteri dapat masuk ke jantung dari bagian tubuh lain yang terinfeksi.

  • Beberapa prosedur perawatan gigi. Beragam prosedur perawatan gigi bisa menimbulkan luka pada gusi dan membuat bakteri masuk ke aliran darah.

  • Aktivitas mulut harian.  Kegiatan seperti menggosok gigi dan mengunyah makanan bisa menyebabkan masuknya bakteri ke aliran darah terutama bila kondisi gigi dan gusi buruk.

Pada kebanyakan kasus endokarditis, bakteri yang menjadi penyebabnya. Namun, seseorang juga bisa mengidap endokarditis karena jamur dan mikroorganisme lain. Risiko seseorang untuk mengidap endokarditis meningkat ketika orang itu mengidap penyakit katup jantung lain, katup jantungnya sudah buatan, serta orang yang memiliki katup jantung tidak normal. Hal ini disebabkan oleh katup jantung yang tidak normal berpotensi menjadi tempat bakteri berkumpul.

  • Pemakai narkoba jenis suntik.

  • Cacat jantung bawaan.

  • Pernah mengidap endokarditis.

  • Rusaknya katup jantung.

Baca juga: 10 Gejala Endokarditis, Penyakit Infeksi pada Lapisan Dalam Jantung

 

Gejala Endokardiatis

  • Demam.

  • Penurunan berat badan tanpa sebab.

  • Sakit kepala.

  • Bintik-bintik merah di bawah kulit pada jari-jemari.

  • Linglung (mental confusion).

  • Darah pada urine.

  • Keringat pada malam hari.

  • Napas pendek.

  • Pucat.

  • Bintik-bintik ungu atau merah pada kulit, bercak putih mata, atau mulut bagian dalam.

  • Pembengkakan pada kaki, tungkai kaki, atau perut.

  • Batuk terus-menerus.

  • Rasa nyeri pada persendian, otot dan pinggang kiri di bawah tulang iga (infeksi menyebar ke limpa).

  • Perubahan pada suara detak jantung.

  • Kelelahan.

 

Pengobatan Endokardiatis

Ada dua cara pengobatan bagi pengidap endokarditis yaitu konsumsi obat dari resep dokter dan pembedahan. 

 

Pencegahan Endokardiatis

  • Menjaga kebersihan tubuh, khususnya kesehatan gigi. Hindari pula aktivitas yang bisa membuat kulit terinfeksi seperti menindik dan membuat tato di bagian tubuh.

  • Mengonsumsi obat. Pemilik katup jantung buatan, orang yang pernah mengidap endokarditis, pengidap beberapa kelainan jantung, serta pasien transplantasi jantung yang mengidap gangguan fungsi katup jantung dianjurkan untuk mengonsumsi obat sebelum menjalankan prosedur medis untuk mencegah endokarditis. Obat ini nantinya akan diberikan sebagai resep dari dokter. 

Baca juga: Jangan Anggap Sepele, Endokarditis Bisa Sebabkan Komplikasi Ini 

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. 

Referensi:
www.webmd.com. Diakses pada 2019. What is Endocarditis?

Diperbarui pada 21 November 2019